Runtut.com

QRIS dan Google Maps Jadi Langkah Awal KKN Tematik Universitas Billfath dalam Mendorong Digitalisasi UMKM Kreteranggon

KKN Universitas Billfath dorong digitalisasi UMKM Desa Kreteranggon, Lamongan, melalui pembuatan QRIS dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps.

3 menit baca
27
QRIS dan Google Maps Jadi Langkah Awal KKN Tematik Universitas Billfath dalam Mendorong Digitalisasi UMKM Kreteranggon
Tempat usaha yang dibantu dibuatkan QRIS dan Maps lokasi usaha — Dok Tim KKN Tematik Digitalisasi Desa Universitas Billfath Lamongan

Lamongan – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Digitalisasi Desa Universitas Billfath Lamongan memulai rangkaian program kerja dengan melaksanakan kegiatan pembuatan QRIS dan pendaftaran lokasi UMKM melalui Google Maps di Desa Kreteranggon. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merealisasikan tema besar KKN, yaitu digitalisasi desa, dengan berfokus pada pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Program kerja tersebut disusun berdasarkan hasil inkulturasi, observasi, dan wawancara yang dilakukan peserta KKN bersama perangkat desa, masyarakat, serta pelaku UMKM. Tahapan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi desa, menggali berbagai potensi yang dimiliki, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan program kerja.

Melalui proses observasi dan wawancara, peserta KKN memperoleh beragam informasi mengenai potensi desa, kebutuhan masyarakat, kondisi UMKM, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan desa. Di antara potensi desa yang menonjol adalah sektor pertanian dan kerajinan tikar. Selain menggali informasi, peserta KKN juga menyempatkan diri untuk mengetahui harapan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa Universitas Billfath selama pelaksanaan KKN.

Respons masyarakat menjadi salah satu hal yang memberikan dorongan positif bagi peserta KKN. Para narasumber menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian KKN dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Masyarakat juga menunjukkan keterbukaan dan kesediaan untuk memberikan dukungan apabila peserta KKN membutuhkan bantuan selama menjalankan berbagai program.

Keterbukaan dan kehangatan masyarakat tersebut menjadi modal penting bagi peserta KKN dalam membangun kolaborasi selama berada di Desa Kreteranggon. Dukungan dari berbagai lapisan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang kerja sama yang baik sehingga program-program yang dilaksanakan tidak hanya menjadi kegiatan mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan desa.

Dalam pelaksanaan program inisiasi, pembuatan QRIS menjadi salah satu bentuk upaya mendorong pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital. Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Sementara itu, pendaftaran lokasi UMKM ke Google Maps menjadi langkah untuk memperluas keberadaan usaha masyarakat di ruang digital. Dengan tercantumnya lokasi usaha pada platform digital, masyarakat maupun calon pelanggan dapat lebih mudah menemukan informasi dan lokasi UMKM yang ada di Desa Kreteranggon.

Kedua kegiatan tersebut merupakan bentuk sederhana dari implementasi digitalisasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Bagi peserta KKN, digitalisasi desa tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat untuk mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan digital.

Proses inkulturasi, observasi, dan wawancara akan terus dilanjutkan selama pelaksanaan KKN. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dirancang selanjutnya tetap berangkat dari kondisi dan kebutuhan masyarakat. Hasil pemetaan di lapangan akan menjadi dasar bagi peserta KKN dalam menentukan prioritas program serta bentuk intervensi yang sesuai dengan potensi Desa Kreteranggon.

Dalam menentukan setiap program kerja, peserta KKN juga menyusun tujuan, strategi pelaksanaan, serta Key Performance Indicator (KPI) sebagai indikator keberhasilan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat setiap program memiliki arah yang jelas, terukur, dan dapat dievaluasi berdasarkan hasil yang dicapai.

Program pembuatan QRIS dan pendaftaran lokasi UMKM melalui Google Maps menjadi awal dari rangkaian perjalanan KKN Tematik Digitalisasi Desa Universitas Billfath di Desa Kreteranggon. Melalui kolaborasi dengan masyarakat, perangkat desa, dan pelaku UMKM, peserta KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pemanfaatan teknologi sekaligus mendukung perkembangan potensi ekonomi desa.

Lebih dari sekadar program kerja pembuka, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem digital yang bertahap dan berkelanjutan di Desa Kreteranggon, dimulai dari kebutuhan sederhana, kemudian berkembang menuju pemanfaatan teknologi yang lebih luas bagi kemajuan masyarakat desa.

Penulis: Tim Pemberdayaan dan Teknologi Kelompok 03.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu