Lamongan – Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Digitalisasi Desa Universitas Billfath Lamongan memulai rangkaian program kerja dengan melaksanakan kegiatan pembuatan QRIS dan pendaftaran lokasi UMKM melalui Google Maps di Desa Kreteranggon. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merealisasikan tema besar KKN, yaitu digitalisasi desa, dengan berfokus pada pemanfaatan teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program kerja tersebut disusun berdasarkan hasil inkulturasi, observasi, dan wawancara yang dilakukan peserta KKN bersama perangkat desa, masyarakat, serta pelaku UMKM. Tahapan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi desa, menggali berbagai potensi yang dimiliki, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan masyarakat yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan program kerja.
Melalui proses observasi dan wawancara, peserta KKN memperoleh beragam informasi mengenai potensi desa, kebutuhan masyarakat, kondisi UMKM, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan desa. Di antara potensi desa yang menonjol adalah sektor pertanian dan kerajinan tikar. Selain menggali informasi, peserta KKN juga menyempatkan diri untuk mengetahui harapan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa Universitas Billfath selama pelaksanaan KKN.
Respons masyarakat menjadi salah satu hal yang memberikan dorongan positif bagi peserta KKN. Para narasumber menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian KKN dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Masyarakat juga menunjukkan keterbukaan dan kesediaan untuk memberikan dukungan apabila peserta KKN membutuhkan bantuan selama menjalankan berbagai program.
Keterbukaan dan kehangatan masyarakat tersebut menjadi modal penting bagi peserta KKN dalam membangun kolaborasi selama berada di Desa Kreteranggon. Dukungan dari berbagai lapisan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang kerja sama yang baik sehingga program-program yang dilaksanakan tidak hanya menjadi kegiatan mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan desa.
Dalam pelaksanaan program inisiasi, pembuatan QRIS menjadi salah satu bentuk upaya mendorong pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital. Kehadiran QRIS diharapkan dapat memberikan alternatif transaksi yang lebih praktis sekaligus membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.







