Lamongan – Program kerja sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama KKN Universitas Billfath dalam menjalankan pengabdian di Desa Kreteranggon, Kabupaten Lamongan. Kehadiran mahasiswa tidak semata-mata diarahkan untuk membantu proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi proses untuk memahami kondisi lembaga pendidikan, mempelajari kebutuhan peserta didik, mempraktikkan ilmu, serta mengembangkan modifikasi dan inovasi yang diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan.

Dari Pembelajaran hingga Edukasi Sosial

Selama masa pengabdian, program pendidikan juga diarahkan pada isu-isu yang dekat dengan kehidupan anak-anak tingkat SD atau sederajat. Salah satunya melalui rencana kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai bullying serta bijak bermedia sosial.

Edukasi tentang bullying ditujukan untuk membantu anak-anak mengenali bentuk-bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta membangun sikap saling menghargai terhadap teman. Sementara itu, edukasi bijak bermedia sosial diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran anak mengenai penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.

Kedua materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas makna pendidikan. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, serta kesiapan anak menghadapi perkembangan lingkungan digital.

Dengan demikian, mahasiswa berupaya menghadirkan program yang tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi mendorong anak-anak untuk memahami, mempraktikkan, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Memperkuat Pendidikan Keagamaan melalui TPQ

Selain pendidikan formal, KKN Universitas Billfath juga berkontribusi dalam pendidikan keagamaan melalui kegiatan pengajaran Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Dusun Krete, Dusun Ranggon, dan Dusun Kedung Calok, Desa Kreteranggon.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berkolaborasi dengan pengajar TPQ setempat untuk mendampingi para santri dalam membaca Al-Qur'an, menghafal doa-doa harian, serta mempelajari dasar-dasar ilmu agama Islam.

Keterlibatan di berbagai TPQ tersebut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami karakter dan kebutuhan anak dalam lingkungan pendidikan keagamaan. Kolaborasi dengan pengajar setempat juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan proses pembelajaran.

Proses pembelajaran
Proses pembelajaran — Tim KKN Universitas Billfath

Bimbingan Belajar sebagai Penguatan Pembelajaran

Upaya penguatan pendidikan juga diwujudkan melalui program bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi anak-anak Desa Kreteranggong.

Kegiatan bimbel memberikan pendampingan kepada anak-anak dalam mengerjakan tugas sekolah dan memahami kembali materi pelajaran yang diperoleh di sekolah. Proses pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan menyesuaikan kemampuan anak.

Antusiasme anak-anak serta dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Bagi mahasiswa, kegiatan bimbel juga menjadi ruang untuk mengetahui secara lebih dekat kesulitan belajar yang dihadapi anak-anak sehingga metode pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Pendampingan Kegiatan Persari

Penguatan pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas. Peserta KKN Universitas Billfath turut mendampingi kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) SDN 1 dan SDN 2 Desa Kreteranggong yang diselenggarakan pihak Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran nonformal bagi siswa melalui berbagai aktivitas edukatif dan outbound. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk mengembangkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta semangat kepramukaan.

Mahasiswa KKN turut mendampingi siswa selama mengikuti rangkaian kegiatan. Kolaborasi dengan pihak sekolah dan guru pembina membantu menciptakan kegiatan yang edukatif dan memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.

Pendampingan Gerak Jalan sebagai Bentuk Keterlibatan di Masyarakat

Selain program pendidikan dan keagamaan, mahasiswa KKN Universitas Billfath juga terlibat dalam pendampingan kegiatan gerak jalan yang diikuti oleh berbagai lembaga pendidikan di Desa Kreteranggong.

Mahasiswa membantu mendukung kelancaran kegiatan sejak titik start hingga finis. Kehadiran mahasiswa mendapat sambutan antusias dari para peserta didik maupun pihak sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam agenda masyarakat sekaligus memperkuat interaksi antara peserta KKN dengan lembaga pendidikan dan warga Desa Kreteranggong.

Dari Mengajar Menuju Inovasi Berkelanjutan

Berbagai program yang telah dan akan dijalankan menunjukkan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama pengabdian KKN Universitas Billfath di Desa Kreteranggong. Kegiatan tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas sementara selama masa KKN, tetapi diarahkan melalui proses memahami, mempelajari, mempraktikkan, kemudian melakukan modifikasi dan inovasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Mulai dari keterlibatan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), pengajaran TPQ, bimbingan belajar, hingga pendampingan kegiatan siswa, yang selanjutnya berencana merealisasikan edukasi bullying dan bijak bermedia sosial, seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak.

Melalui kolaborasi dengan guru, pengajar TPQ, orang tua, lembaga pendidikan, dan masyarakat, KKN Universitas Billfath berupaya menjadikan pengabdian sebagai proses yang memberikan manfaat tidak hanya selama mahasiswa berada di Desa Kreteranggong, tetapi juga membuka peluang bagi keberlanjutan dan pengembangan pendidikan di lingkungan tersebut.

Penulis: Tim Sektor Pendidikan dan Keagamaan, KKN Universitas Billfath Kelompok 03.