PASURUAN - Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 103 UIN Sunan Ampel Surabaya menyelenggarakan bimbingan belajar (bimbel) bertema "Cinta Lingkungan" pada Jumat, 3 Juli 2026, di Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini melalui pembelajaran yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak-anak.
Bimbingan belajar dikemas secara interaktif dan menarik dengan membagi peserta ke dalam tiga kelompok berdasarkan usia dan tingkat pendidikan. Setiap kelompok memperoleh materi dan media pembelajaran yang berbeda agar proses belajar lebih menarik serta mudah dipahami.
Pada kelompok Taman Kanak-Kanak (TK), mahasiswa memperkenalkan bagian-bagian tumbuhan menggunakan media tempel. Anak-anak diajak mengenal akar, batang, daun, bunga, dan buah melalui kegiatan menempel gambar pada tempat yang sesuai. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan mengenal bagian tumbuhan, tetapi juga menumbuhkan rasa sayang terhadap tanaman sebagai bagian dari lingkungan.
Sementara itu, kelompok Sekolah Dasar (SD) kelas 1 dan 2 mempelajari jenis-jenis sampah melalui media tempel. Peserta diminta mengelompokkan gambar sampah ke dalam kategori yang tepat, yakni sampah organik dan anorganik. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan pentingnya memilah sampah sejak dini sebagai langkah sederhana dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Adapun peserta SD kelas 3 hingga kelas 6 mengikuti pembelajaran dengan menganalisis berbagai pernyataan tentang lingkungan. Mereka berdiskusi untuk menentukan apakah suatu perilaku mencerminkan sikap peduli atau tidak peduli terhadap lingkungan, kemudian memberikan alasan atas jawaban yang dipilih. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran. Suasana belajar yang interaktif membuat peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh mahasiswa KKN. Penggunaan media pembelajaran yang sederhana namun menarik juga membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah.
"Kegiatan KKN ini baru pertama kali di Desa Wonosari. Saya harap kegiatan bimbingan belajar dapat memberikan manfaat karena anak-anak yang biasanya hanya bermain-main, tetapi dengan adanya kegiatan bimbel ini mereka disibukkan dengan kegiatan yang lebih positif. Saya juga mempersilakan mahasiswa KKN untuk menggunakan tempat saya untuk kegiatan positif lainnya," ujar Bapak Saiful, selaku warga Desa Wonosari.
Melalui bimbingan belajar bertema cinta lingkungan ini, mahasiswa KKN Kelompok 103 UIN Sunan Ampel Surabaya berharap dapat menanamkan kebiasaan baik kepada anak-anak sejak usia dini. Kesadaran untuk mencintai dan menjaga lingkungan diharapkan tidak hanya diterapkan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.







