Boyolali – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro menghasilkan video edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dengan menggunakan filosofi mottainai dari Jepang sebagai pesan moral. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik untuk mengurangi volume sampah di Desa Pelemrejo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Video edukasi tersebut dibuat oleh Raja Asadeal Udaya, Koordinator Desa Tim KKN sekaligus mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro. Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa mottainai merupakan prinsip yang mengajarkan untuk tidak menyia-nyiakan sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan serta menghargai setiap benda. Filosofi tersebut kemudian dikaitkan dengan pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan komposter sederhana.
Raja menjelaskan alasan pemilihan filosofi mottainai sebagai bagian dari materi edukasi di Desa Pelemrejo.
“Mottainai adalah filosofi yang mengajarkan kita untuk tidak membuang sesuatu yang masih bisa digunakan kembali. Sampah organik dari sisa dapur dan sisa pertanian bisa dibuat menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman. Jadi, sayang sekali jika dibakar atau dibuang begitu saja,” ujar Raja.
Video edukasi tersebut memuat narasi dan visual mengenai cara membuat komposter sederhana serta manfaatnya bagi lingkungan dan sektor pertanian. Video tersebut juga telah diunggah ke YouTube agar dapat diakses masyarakat secara lebih luas.

Selain melalui video, materi edukasi tersebut juga dimuat dalam situs web yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi Informatika. Situs tersebut menjadi media informasi yang dapat dimanfaatkan warga untuk mempelajari cara membuat komposter sederhana secara mandiri.
Ketua PKK Desa Pelemrejo turut memberikan apresiasi terhadap program tersebut.
“Alhamdulillah, program yang dibawakan oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berjalan dengan lancar. Semoga bermanfaat bagi warga masyarakat Desa Pelemrejo,” ujarnya.
Video edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Pelemrejo dalam mengelola sampah organik. Selain membantu mengurangi volume sampah yang selama ini dibakar atau dibuang, pengolahan sampah organik menjadi kompos juga berpotensi mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat Desa Pelemrejo.







