Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar pelatihan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi sabun cuci di Balai Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada 14 Agustus 2026. Kegiatan Program Kerja Multidisiplin 1 bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci sebagai Upaya Pengurangan Limbah dan Peningkatan Nilai Ekonomi Masyarakat” ini melibatkan ibu-ibu PKK, pelaku UMKM kuliner, serta masyarakat yang menghasilkan limbah minyak jelantah dari aktivitas rumah tangga.
Pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan pengelolaan minyak jelantah di Desa Pengkok yang masih terbatas. Aktivitas UMKM kuliner dan rumah tangga menghasilkan minyak jelantah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sementara itu, rendahnya pengetahuan mengenai inovasi pengolahan limbah membuat potensi tersebut belum berkembang menjadi produk yang memiliki nilai guna dan ekonomi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku sabun cuci nonpangan.
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Peserta terlebih dahulu mendapatkan penyuluhan mengenai dampak limbah minyak jelantah, karakteristik minyak jelantah, prinsip pembuatan sabun, serta cara penggunaan dan penyimpanannya. Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan demonstrasi pembuatan sabun cuci batang melalui proses saponifikasi. Peserta kemudian mengikuti praktik secara langsung dengan pendampingan mahasiswa.
Sebanyak lima perwakilan ibu PKK turut terlibat dalam praktik, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pengadukan, hingga pencetakan sabun. Keterlibatan peserta secara langsung menjadi bagian penting dalam pelatihan karena masyarakat tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mendapatkan keterampilan untuk menerapkan proses pengolahan secara mandiri.

Pemanfaatan kembali minyak jelantah tersebut sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Minyak yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat dialihkan menjadi produk nonpangan yang masih memiliki nilai guna. Upaya tersebut mencerminkan penerapan SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan sumber daya secara lebih bijak dan pengurangan limbah.
Di sisi lain, pengolahan minyak jelantah menjadi produk yang dapat digunakan kembali memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan produktif. Sabun yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, sementara keterampilan pengolahannya berpotensi dikembangkan sebagai bentuk diversifikasi produk UMKM. Pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah tersebut turut mendukung SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan keterampilan dan peluang kegiatan ekonomi produktif berbasis sumber daya lokal.
Aspek kesehatan dan lingkungan juga menjadi bagian dari edukasi yang diberikan kepada peserta. Masyarakat diarahkan untuk menggunakan minyak goreng secara tepat dan aman serta tidak membuang minyak jelantah secara langsung ke lingkungan. Perubahan perilaku dalam mengelola limbah rumah tangga tersebut diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan semangat SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Peserta mengikuti penyuluhan, demonstrasi, dan praktik dengan tertib serta menunjukkan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Meskipun demikian, keterbatasan waktu yang dimiliki ibu-ibu PKK menyebabkan pelaksanaan pre-test dan post-test yang sebelumnya direncanakan belum dapat dilakukan.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN memberikan modul kepada peserta sebagai sumber informasi dan bahan pembelajaran setelah kegiatan selesai. Ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM juga diarahkan untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri di rumah serta menghindari pembuangan minyak jelantah secara langsung ke lingkungan. Dengan adanya panduan tersebut, pengolahan minyak jelantah diharapkan dapat terus dilakukan dan berkembang menjadi kebiasaan pengelolaan limbah yang lebih produktif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip berupaya mendorong masyarakat Desa Pengkok untuk melihat minyak jelantah bukan semata-mata sebagai limbah, melainkan sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan. Perpaduan antara edukasi, praktik, dan pendampingan diharapkan mampu mendorong masyarakat mengurangi limbah, meningkatkan keterampilan produktif, serta menerapkan pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Penulis/Reporter: Rahmanita Nabila Syahira
Kontak Media/Humas Kelompok: Instagram @kkndesapengkok







