Sragen – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Reguler Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan program kerja Multidisiplin 2 berupa penerapan sistem perawatan preventif (preventive maintenance) dan standardisasi operasional alat dan mesin pertanian (alsintan). Kegiatan yang menyasar pengurus dan anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta perangkat desa tersebut dilaksanakan di rumah Sumarno selaku Ketua Gapoktan Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada 29 Juli 2026.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap belum adanya jadwal servis berkala yang tercatat untuk aset mesin pertanian desa, seperti traktor, mesin perontok padi, dan pompa air irigasi. Sebelumnya, pengabaian terhadap pengecekan V-belt, penggantian oli, dan pelumasan poros (shaft/bearing) dapat meningkatkan risiko kerusakan dini pada komponen mekanis. Kondisi tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan biaya perbaikan, tetapi juga menghambat operasional pertanian warga.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui upaya mewujudkan sistem ketahanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan dengan menjaga produktivitas alat-alat pertanian.

Penanggung Jawab Program Kerja, Alfarizi, menjelaskan bahwa intervensi yang diberikan tidak berfokus pada perbaikan mesin yang sudah rusak, tetapi pada perancangan sistem manajemen perawatan dasar yang terdokumentasi.

“Melalui program ini, kami merancang dokumen standar operasional prosedur (SOP) harian dan bulanan yang dilengkapi gambar, serta mendesain format buku riwayat servis (logbook) yang praktis agar mudah diterapkan oleh operator mesin di lapangan,” ujarnya saat memimpin kegiatan sosialisasi.

Pelaksanaan program kerja diawali dengan audit dan inspeksi visual secara langsung pada 24 Juli 2026 untuk mendata aset mesin, memeriksa spesifikasi teknis, serta menganalisis titik pelumasan dan komponen utama yang rawan mengalami keausan. Puncak kegiatan dilaksanakan bersama anggota Gapoktan melalui pembahasan isi SOP dan simulasi perawatan ringan, seperti tata cara inspeksi kebocoran dan penyetelan komponen transmisi.

Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan dengan aktif mengajukan pertanyaan. Melalui kegiatan tersebut, peserta mulai memahami pentingnya melakukan langkah pencegahan sebelum kerusakan mesin terjadi.

Ketua Gapoktan Desa Pengkok, Sumarno, menyampaikan apresiasi atas inovasi manajerial yang diberikan mahasiswa.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran adik-adik mahasiswa KKN. Program ini benar-benar membuka wawasan baru bagi warga kami, khususnya dalam mencegah kerusakan alat pertanian yang biayanya sangat mahal jika sudah rusak parah. Kami berharap SOP dan logbook yang diajarkan bisa terus diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh petani,” tuturnya.

Penyerahan buku saku perawatan dasar alsintan
Penyerahan buku saku perawatan dasar alsintan — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Reguler Universitas Diponegoro

Kegiatan ditutup dengan penyerahan secara simbolis buku saku perawatan dasar alsintan yang dilengkapi dengan logbook perawatan kepada para penanggung jawab alat. Mahasiswa juga menyiapkan skema tindak lanjut untuk memantau kepatuhan peserta dalam mengisi riwayat perawatan alsintan ke depannya.

Penulis/Reporter: Alfarizi