Sragen – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program Multidisiplin 2 menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan kelompok tani melalui pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk kompos di rumah Sumarno selaku Ketua Gapoktan Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada 29 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam mengelola limbah organik sekaligus mengurangi praktik pembakaran limbah pertanian.

Program kerja “Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Menjadi Pupuk Kompos” dilaksanakan sebagai respons terhadap masih banyaknya limbah pertanian dan peternakan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah seperti jerami, sekam padi, daun kering, sisa hasil panen, dan kotoran ternak berpotensi diolah menjadi pupuk kompos. Namun, sebagian limbah tersebut masih dibakar secara langsung sehingga dapat menghasilkan asap, mencemari udara, mengganggu kesehatan, serta meningkatkan risiko kebakaran.

Proses tahapan pembuatan pupuk kompos
Proses tahapan pembuatan pupuk kompos — Dok. Tim KKN R UNDIP 2026

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan serta manfaat pupuk kompos bagi kesuburan tanah. Selanjutnya, mahasiswa melakukan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan pupuk kompos menggunakan jerami, sekam padi, kotoran ayam, EM4, dan air. Kelompok tani mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi maupun praktik.

Untuk mendukung keberlanjutan penerapan materi, mahasiswa juga membagikan leaflet dan buku saku sebagai panduan dalam proses pengomposan. Peserta diharapkan dapat menerapkan kembali tahapan pembuatan kompos secara mandiri dengan memanfaatkan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar.

Program kerja tersebut terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana. Kelompok tani dapat memahami tahapan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos serta memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara mandiri. Kendala yang ditemui adalah keterbatasan waktu sehingga proses pengomposan tidak dapat diamati hingga menghasilkan kompos matang selama masa pelaksanaan KKN.

Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan. Pengurangan praktik pembakaran limbah dapat membantu menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan, sedangkan pemanfaatan limbah menjadi kompos mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan serta mendukung kesuburan tanah.

Penyerahan modul
Penyerahan modul — Tim KKN II UNDIP

Sebagai tindak lanjut, kelompok tani diharapkan dapat melanjutkan proses pengomposan hingga kompos matang dan menerapkan pengelolaan limbah organik secara mandiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Pengkok dapat mengurangi praktik pembakaran limbah serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai sumber daya yang bermanfaat bagi keberlanjutan pertanian dan lingkungan.

Penulis/Reporter: Amelia Kusuma Suryandari
Kontak Media/Humas Kelompok: @kkndesapengkok