Runtut.com

Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Menjadi Pupuk Kompos di Desa Pengkok

KKN UNDIP Dampingi Kelompok Tani Desa Pengkok Olah Limbah Pertanian dan Peternakan Menjadi Pupuk Kompos untuk Pertanian Berkelanjutan.

2 menit baca
6
Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Menjadi Pupuk Kompos di Desa Pengkok
Dokumentasi bersama — KKN Tim II Universitas Diponegoro

Sragen – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Program Multidisiplin 2 menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan kelompok tani melalui pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi pupuk kompos di rumah Sumarno selaku Ketua Gapoktan Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada 29 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani dalam mengelola limbah organik sekaligus mengurangi praktik pembakaran limbah pertanian.

Program kerja “Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Menjadi Pupuk Kompos” dilaksanakan sebagai respons terhadap masih banyaknya limbah pertanian dan peternakan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah seperti jerami, sekam padi, daun kering, sisa hasil panen, dan kotoran ternak berpotensi diolah menjadi pupuk kompos. Namun, sebagian limbah tersebut masih dibakar secara langsung sehingga dapat menghasilkan asap, mencemari udara, mengganggu kesehatan, serta meningkatkan risiko kebakaran.

Proses tahapan pembuatan pupuk kompos
Proses tahapan pembuatan pupuk kompos — Dok. Tim KKN R UNDIP 2026

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan serta manfaat pupuk kompos bagi kesuburan tanah. Selanjutnya, mahasiswa melakukan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan pupuk kompos menggunakan jerami, sekam padi, kotoran ayam, EM4, dan air. Kelompok tani mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi diskusi maupun praktik.

Untuk mendukung keberlanjutan penerapan materi, mahasiswa juga membagikan leaflet dan buku saku sebagai panduan dalam proses pengomposan. Peserta diharapkan dapat menerapkan kembali tahapan pembuatan kompos secara mandiri dengan memanfaatkan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar.

Program kerja tersebut terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana. Kelompok tani dapat memahami tahapan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos serta memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara mandiri. Kendala yang ditemui adalah keterbatasan waktu sehingga proses pengomposan tidak dapat diamati hingga menghasilkan kompos matang selama masa pelaksanaan KKN.

Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 15 tentang Ekosistem Daratan. Pengurangan praktik pembakaran limbah dapat membantu menjaga kesehatan dan kualitas lingkungan, sedangkan pemanfaatan limbah menjadi kompos mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan serta mendukung kesuburan tanah.

Penyerahan modul
Penyerahan modul — Tim KKN II UNDIP

Sebagai tindak lanjut, kelompok tani diharapkan dapat melanjutkan proses pengomposan hingga kompos matang dan menerapkan pengelolaan limbah organik secara mandiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Pengkok dapat mengurangi praktik pembakaran limbah serta mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai sumber daya yang bermanfaat bagi keberlanjutan pertanian dan lingkungan.

Penulis/Reporter: Amelia Kusuma Suryandari
Kontak Media/Humas Kelompok: @kkndesapengkok

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu