Sragen – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Ryan Chandra Adinata G, melaksanakan program penyuluhan dan praktik pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan baku pupuk organik di Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini menyasar masyarakat, khususnya kelompok tani dan pemilik ternak, sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan limbah ternak sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons terhadap potensi kotoran ternak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik. Melalui program tersebut, masyarakat diberikan pengetahuan mengenai manfaat kompos bagi kesuburan tanah serta keterampilan dasar dalam mengolah kotoran ternak menjadi pupuk kompos melalui proses fermentasi sederhana.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan baku pupuk organik, manfaat penggunaan kompos bagi kesuburan tanah, serta tahapan dan teknik pembuatan kompos melalui fermentasi sederhana. Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik bersama masyarakat dalam mengolah kotoran ternak menjadi pupuk kompos.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan masyarakat selama proses demonstrasi dan praktik pembuatan kompos. Peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai manfaat pupuk organik, tetapi juga mengikuti secara langsung tahapan pengolahan kotoran ternak sebagai bahan baku kompos. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis agar peserta dapat menerapkan proses pembuatan kompos secara mandiri.

Sebagai pendukung keberlanjutan program, peserta diberikan modul yang memuat tahapan pembuatan pupuk kompos. Selain itu, seluruh proses kegiatan didokumentasikan dalam bentuk video sebagai salah satu luaran program. Dari kegiatan tersebut, dihasilkan pupuk kompos, modul, serta video dokumentasi.
Keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi salah satu hambatan karena proses fermentasi kompos belum dapat dipantau hingga mencapai kondisi matang. Evaluasi terhadap kualitas kompos akhir juga belum dapat dilakukan secara menyeluruh selama kegiatan berlangsung. Oleh karena itu, masyarakat diarahkan untuk melanjutkan proses fermentasi hingga kompos mencapai kondisi matang dan siap diaplikasikan pada tanaman.
Melalui program ini, kelompok tani dan pemilik ternak di Desa Pengkok diharapkan dapat melanjutkan pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan baku pupuk kompos secara mandiri. Modul yang telah diberikan dapat digunakan sebagai pedoman dalam setiap tahapan pembuatan kompos sehingga pemanfaatan limbah kotoran ternak dapat terus dilakukan sekaligus membantu mengurangi penumpukan limbah di sekitar kandang.







