Sragen – Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, Ryan Chandra Adinata G, melaksanakan program kerja edukasi penyimpanan telur di Balai Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai cara memilih dan menyimpan telur dengan tepat.
Kegiatan tersebut diinisiasi sebagai respons terhadap pentingnya pemahaman mengenai pengelolaan dan penyimpanan bahan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyasar ibu-ibu PKK, program ini memberikan edukasi mengenai cara memilih telur berkualitas, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas telur, serta teknik penyimpanan yang tepat untuk menjaga kesegaran dan memperpanjang umur simpan telur.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai cara memilih telur berkualitas, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas telur, serta teknik penyimpanan yang tepat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab mengenai kebiasaan peserta dalam menyimpan telur di rumah.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi berlangsung. Salah satu peserta menanyakan alasan telur terkadang dapat meledak ketika digoreng. Ryan Chandra Adinata menjelaskan bahwa telur dapat meledak ketika digoreng karena kandungan air di dalam telur berubah menjadi uap akibat suhu tinggi. Jika uap tersebut terperangkap dan tidak memiliki ruang untuk keluar, tekanan di dalam telur dapat meningkat hingga menyebabkan telur pecah atau meledak.
Kondisi tersebut dapat terjadi terutama ketika telur dimasak dalam keadaan utuh atau bagian kuning telur masih memiliki selaput yang menghambat keluarnya uap. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari diskusi yang membantu peserta memahami karakteristik telur dan cara pengolahannya.
Keaktifan peserta dalam menyampaikan pertanyaan juga menunjukkan antusiasme mereka untuk mengaitkan materi yang diberikan dengan pengalaman sehari-hari. Sebagai bagian akhir kegiatan, peserta diberikan modul sebagai panduan dalam menerapkan teknik penyimpanan telur yang tepat di rumah.
Modul tersebut diharapkan dapat digunakan secara mandiri oleh ibu-ibu PKK sekaligus menjadi sumber informasi yang dapat dibagikan kepada anggota keluarga dan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK Desa Pengkok diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan bahan pangan sehari-hari, khususnya dalam memilih dan menyimpan telur dengan tepat. Dengan pemahaman tersebut, kualitas dan kesegaran telur diharapkan dapat lebih terjaga selama penyimpanan.







