Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 96 melaksanakan program kerja berupa edukasi anti-bullying kepada siswa MTs Negeri 2 Sragen. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Edukasi Anti-Bullying untuk Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman”. Edukasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menghadapi tindakan bullying di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan bullying secara umum, bentuk-bentuk perundungan seperti bullying verbal, fisik, sosial, dan melalui media digital, serta contoh perilaku yang dapat dikategorikan sebagai tindakan perundungan. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying terhadap korban, pelaku, maupun lingkungan di sekitarnya.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan siswa melalui pertanyaan, diskusi, dan contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa diajak mengenali berbagai perilaku yang sering dianggap sebagai candaan, tetapi sebenarnya dapat memberikan dampak negatif kepada orang lain.
Selain penyampaian materi, kegiatan dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun pengalaman mereka mengenai permasalahan yang berkaitan dengan bullying. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat sekaligus mengetahui sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan.
Pelaksana program kerja menyampaikan bahwa edukasi mengenai bullying penting diberikan kepada siswa sejak usia sekolah karena lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sikap dan karakter siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak siswa untuk lebih memahami bahwa bullying bukanlah sebuah candaan. Setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk saling menghormati, tidak melakukan perundungan, serta berani membantu atau melaporkan apabila melihat tindakan bullying,” ujar pelaksana kegiatan.
Sebagai bentuk penguatan materi, siswa kemudian diajak memahami langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan bullying. Siswa diberikan pemahaman agar tidak membalas tindakan perundungan dengan kekerasan, melainkan berani mencari bantuan dari guru, orang tua, atau pihak yang dapat memberikan perlindungan dan membantu menyelesaikan masalah.
Kegiatan edukasi anti-bullying tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif bagi siswa. Melalui diskusi dan contoh kasus, siswa dapat memahami bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh siswa untuk saling menghargai dan menjaga satu sama lain.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 96 berharap siswa MTs Negeri 2 Sragen dapat memahami bahaya dan dampak bullying serta mampu menerapkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk tidak melakukan perundungan, berani membantu korban, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.







