Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 96 melaksanakan program kerja individu berupa pemanfaatan pangan lokal melalui pembuatan susu jagung sebagai salah satu upaya mendukung pencegahan stunting di Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Juli 2026 ini menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan memiliki nilai gizi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pemanfaatan Pangan Lokal Melalui Pembuatan Susu Jagung Guna Mencegah Stunting di Desa Ketro Tanon”. Program ini bertujuan memperkenalkan alternatif olahan pangan berbahan dasar jagung yang praktis dan mudah dibuat serta dapat dikonsumsi masyarakat sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan bergizi.

Jagung merupakan salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi berbagai produk pangan. Dalam kegiatan ini, jagung dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan susu jagung. Proses pengolahan dilakukan dengan memilih jagung yang baik, membersihkan dan memipil jagung, kemudian menghaluskannya dengan air dan bahan tambahan lainnya. Hasil penghalusan selanjutnya disaring hingga menghasilkan minuman berbahan dasar jagung yang dapat dikonsumsi masyarakat.

Penyampaian edukasi dilakukan secara interaktif dengan memberikan penjelasan mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal dan konsumsi makanan yang beragam untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Masyarakat juga diberikan informasi mengenai cara mengolah jagung menjadi susu jagung menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di rumah.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilengkapi dengan praktik pembuatan susu jagung. Masyarakat dapat melihat secara langsung tahapan pengolahan mulai dari persiapan bahan, penghalusan, penyaringan, hingga produk siap dikonsumsi. Praktik tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih bervariasi dan bernilai guna.

Pelaksana program kerja menyampaikan bahwa pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam meningkatkan keberagaman konsumsi pangan di tingkat keluarga. Jagung yang selama ini lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk olahan sederhana dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan, salah satunya susu jagung.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa bahan pangan lokal seperti jagung dapat diolah menjadi produk yang praktis dan menarik. Pemanfaatan pangan lokal diharapkan dapat mendukung penerapan pola makan yang beragam dan bergizi, terutama dalam upaya mendukung pencegahan stunting,” ujar Shinta.

Praktik pembuatan susu jagung
Praktik pembuatan susu jagung — Tim KKN Kelompok 96 Universitas Slamet Riyadi

Sebagai bagian dari praktik, susu jagung yang telah dibuat kemudian diperkenalkan dan dicicipi oleh peserta kegiatan. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat mengenai pengolahan pangan lokal sekaligus memperkenalkan alternatif produk minuman berbahan dasar jagung.

Pemanfaatan jagung sebagai bahan pangan lokal juga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk pangan sederhana yang berpotensi dikonsumsi keluarga maupun dikembangkan sebagai produk usaha. Dengan pengolahan yang tepat, bahan pangan lokal dapat memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 96 berharap masyarakat Desa Ketro semakin memahami pentingnya pemanfaatan pangan lokal serta penerapan pola konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Pembuatan susu jagung diharapkan dapat menjadi salah satu contoh inovasi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pencegahan stunting di Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.