Malang – Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) Tahun 2026 menggelar pelatihan dasar Microsoft Word bagi siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Ampeldento, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan literasi digital siswa sekaligus menjembatani keterbatasan praktik penggunaan komputer dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Program pelatihan ini dilatarbelakangi hasil survei dan koordinasi mahasiswa dengan pihak SD Negeri 1 Ampeldento yang menunjukkan bahwa siswa kelas V dan VI telah memperoleh materi TIK secara teoritis. Namun, keterbatasan fasilitas komputer membuat siswa belum memiliki kesempatan yang cukup untuk mempraktikkan penggunaan Microsoft Word secara langsung.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian siswa mengalami kesulitan ketika harus mengoperasikan komputer, termasuk saat mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer. Kesulitan tersebut antara lain dalam membuat dokumen baru, mengetik teks, mengatur format huruf dan paragraf, menyisipkan gambar, hingga menyimpan dokumen.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa PkM FEB UB menyusun program pelatihan yang menggabungkan penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Pelatihan diawali dengan pembukaan dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Mahasiswa kemudian memperkenalkan fungsi dasar Microsoft Word serta sejumlah fitur yang terdapat pada menu File, Home, dan Insert.
Materi pada menu File meliputi New, Open, Save, Save As, dan Print. Sementara itu, pada menu Home, siswa diperkenalkan dengan fitur Bold, Italic, Font, Font Size, Font Color, dan Alignment. Pada menu Insert, siswa mempelajari penggunaan Table, Pictures, dan Shapes.
Setelah penyampaian materi, mahasiswa melakukan demonstrasi penggunaan setiap fitur menggunakan proyektor. Siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok dan didampingi oleh lima Supervisor (SPV) selama sesi praktik.
Dalam praktik tersebut, siswa diminta membuat dokumen sederhana berupa profil kelompok. Mereka mempraktikkan cara mengetik teks, mengatur jenis dan ukuran huruf, menggunakan Bold dan Italic, mengatur perataan paragraf, membuat judul menggunakan WordArt, serta menyisipkan tabel, gambar, dan bentuk. Siswa juga diarahkan untuk menyimpan dokumen menggunakan fitur Save atau Save As.
Pendampingan secara langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan memperoleh bantuan ketika mengalami kesulitan. Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan secara berurutan pada siswa kelas V dan kelas VI.
Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 38 siswa, sebanyak 97,4 persen siswa menyatakan mengetahui atau sedikit mengetahui kegunaan Microsoft Word. Sebanyak 81,6 persen siswa juga menyatakan mampu atau sedikit mampu membuka aplikasi tersebut secara mandiri.
Pada aspek keterampilan, sebanyak 84,2 persen siswa menyatakan mampu mengetik menggunakan Microsoft Word, 65,8 persen mampu mengubah ukuran huruf, 68,4 persen mampu mengubah jenis huruf, 81,6 persen mampu menggunakan fitur Bold, dan 65,8 persen mampu mengatur posisi judul menggunakan Alignment.
Namun, kemampuan menyimpan dokumen masih perlu ditingkatkan. Hasil evaluasi menunjukkan hanya 50 persen siswa yang menyatakan mampu menggunakan fitur penyimpanan, sedangkan 28,9 persen menyatakan sedikit mampu dan 21,1 persen belum mampu. Temuan tersebut menjadi salah satu catatan untuk meningkatkan porsi latihan penggunaan fitur Save dan Save As pada kegiatan berikutnya.
Selain peningkatan keterampilan, pelatihan juga mendapat respons positif dari para siswa. Sebanyak 92,1 persen siswa menyatakan senang mengikuti pelatihan Microsoft Word, sementara 81,6 persen menyatakan ingin kembali mempelajari komputer.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga menemukan sejumlah kendala. Siswa kelas VI dinilai memiliki kemampuan membaca dan mengetik yang lebih baik dibandingkan siswa kelas V sehingga proses pendampingan di kelas VI berlangsung lebih efektif. Sementara itu, beberapa siswa kelas V membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan praktik.
Perbedaan kemampuan antarsiswa juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan kegiatan. Beberapa siswa mengalami kesulitan membaca dan memahami istilah dalam Microsoft Word. Dalam kondisi tersebut, mahasiswa menggunakan bahasa Jawa untuk memberikan penjelasan karena dinilai lebih mudah dipahami oleh sebagian siswa.
Meskipun terdapat sejumlah kendala teknis dan perbedaan kemampuan awal, kegiatan tetap berjalan dan tujuan utama program dapat tercapai. Siswa terlihat semakin aktif setelah mengikuti ice breaking dan berinteraksi dengan mahasiswa. Mereka juga menunjukkan antusiasme melalui keaktifan bertanya dan mencoba berbagai fitur Microsoft Word selama praktik.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa PkM FEB UB tidak hanya memberikan keterampilan teknis kepada siswa, tetapi juga mendorong pengembangan modal manusia (human capital) melalui peningkatan kompetensi digital sejak jenjang pendidikan dasar. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan asesmen berbasis komputer di masa mendatang.
Program Pelatihan Dasar Microsoft Word di SD Negeri 1 Ampeldento diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan literasi digital siswa. Dengan adanya kesempatan untuk belajar melalui praktik langsung, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menggunakan komputer serta mampu mengembangkan keterampilan teknologi informasi secara berkelanjutan.
Penulis: Tim PkM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Tahun 2026 Desa Ampeldento.







