Malang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada 5–26 Juli 2026. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penguatan UMKM, Pendidikan Berkualitas, dan Kesehatan Menuju Desa Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat melalui program di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan.
Kegiatan PkM ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya FEB UB dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Program yang dilaksanakan juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Desa Ampeldento memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, antara lain sektor pertanian, peternakan ayam petelur, dan budidaya lele. Potensi ekonomi desa juga didukung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola pengelolaan sampah, layanan internet, lahan parkir, peternakan ayam petelur, serta layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan. Selain itu, desa memiliki sejumlah potensi wisata seperti NK Cafe, jogging track, dan lapangan sepak bola.
Di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat. Pada sektor kesehatan, desa masih memerlukan penguatan program posyandu dan penanganan stunting. Sementara di bidang ekonomi, sebagian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih memasarkan produk secara konvensional dan belum memanfaatkan media digital serta sistem pembayaran seperti QRIS secara optimal. Di bidang pendidikan, sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Desa Ampeldento juga masih memerlukan penguatan literasi, kemampuan dasar, dan keterampilan digital peserta didik.
Berdasarkan kondisi tersebut, tim PkM melaksanakan sejumlah program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pada bidang pendidikan, program yang dilaksanakan antara lain Kelas Literasi Ceria, Edukasi Keuangan Sejak Dini, Kelas Edukasi Kewirausahaan “Berani Berkreasi, Berani Berwirausaha”, Pelatihan Dasar Microsoft Word, serta “Kriya Cilik Berdaya”.
Kelas Literasi Ceria dilaksanakan di SD Negeri 2 Ampeldento bagi siswa kelas II, III, dan IV melalui kegiatan membaca cerita pendek secara berkelompok, diskusi, presentasi, dan kuis interaktif. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan minat baca sekaligus kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kepercayaan diri siswa.
Sementara itu, Edukasi Keuangan Sejak Dini diberikan kepada siswa kelas V SDN 2 Ampeldento dengan materi mengenai menabung, pengelolaan uang saku, serta perbedaan kebutuhan dan keinginan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok berbasis studi kasus untuk membantu siswa memahami pengelolaan keuangan secara sederhana.
Program “Berani Berkreasi, Berani Berwirausaha” diberikan kepada siswa kelas VI melalui materi dasar kewirausahaan, permainan edukatif, dan simulasi “Create Your Business”. Program tersebut dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, keberanian berpendapat, kemampuan bekerja sama, serta pengenalan terhadap peluang usaha sederhana.
Selain literasi dan kewirausahaan, mahasiswa juga memberikan Pelatihan Dasar Microsoft Word kepada 38 siswa kelas V dan VI SD Negeri 1 Ampeldento. Pelatihan tersebut menjadi upaya untuk memperkuat keterampilan digital siswa yang sebelumnya lebih banyak memperoleh materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara teori. Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar siswa telah mampu memahami fungsi dasar Microsoft Word, seperti mengetik, mengatur huruf, dan menggunakan fitur bold, meskipun kemampuan menyimpan dokumen masih perlu ditingkatkan.
Program “Kriya Cilik Berdaya” juga dilaksanakan di SD Negeri 2 Ampeldento dengan melibatkan 16 siswa kelas IV. Melalui pendekatan Project Based Learning, siswa diajak membuat karya dekoratif dari limbah plastik melalui kegiatan “Plastic Bottle Enchanted”. Berdasarkan hasil kuesioner, sebanyak 93,8 persen siswa menyatakan sangat senang mengikuti kegiatan, 87,5 persen memahami bahwa barang bekas dapat diubah menjadi barang bernilai guna, 87,5 persen menunjukkan kemampuan kolaborasi yang baik, dan 81,3 persen menjadi lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Di bidang kesehatan, tim PkM melaksanakan edukasi literasi keuangan keluarga dan makronutrisi berbasis leaflet melalui pendekatan door-to-door. Edukasi literasi keuangan dilaksanakan pada 10 Juli 2026 kepada 30 ibu rumah tangga di beberapa RW dengan materi mengenai kebutuhan dan keinginan, panduan menabung Rp2.000 per hari, serta tips menghemat pengeluaran.
Pendekatan door-to-door dipilih berdasarkan masukan perangkat desa yang menilai sosialisasi konvensional melalui ceramah di balai desa kurang efektif bagi sebagian warga yang memiliki kesibukan tinggi. Dalam pelaksanaannya, tim sempat menghadapi kekhawatiran warga yang mengira kegiatan tersebut merupakan sensus ekonomi. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui penjelasan mengenai tujuan kegiatan.
Edukasi makronutrisi juga dilakukan melalui pendekatan serupa dengan materi mengenai gizi seimbang dan konsep “Takaran Tangan”. Berdasarkan Rapid Lisan Questionnaire, sebanyak 92,5 persen responden mampu menjelaskan takaran protein yang tepat, 100 persen responden bersedia menghentikan pemberian susu kental manis kepada balita, dan 85 persen bersedia menempelkan leaflet edukasi di rumah. Hasil kunjungan lanjutan menunjukkan leaflet masih terpasang di dapur sejumlah warga sebagai pengingat dalam menyiapkan menu keluarga.
Selain itu, tim PkM melaksanakan edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun kepada siswa kelas I SDN 1 Desa Ampeldento. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO, praktik langsung, dan kuis interaktif. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai kebersihan tangan sebagai bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan kesehatan lainnya berupa Gerakan Senam Sehat Lansia yang dilaksanakan pada 7 Juli 2026 di RW 05 dengan melibatkan 15 peserta dewasa hingga lansia. Kegiatan berlangsung sekitar 45 menit dan terdiri atas pemanasan, gerakan inti, serta pendinginan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian bingkisan sayur-sayuran. Meski sempat terkendala keterbatasan tempat berteduh dan penyesuaian tempo gerakan bagi peserta lansia, kegiatan mendapat respons antusias dari warga.
Pada bidang ekonomi, tim PkM melakukan pendampingan digitalisasi terhadap lima UMKM di Desa Ampeldento. Pendampingan meliputi penyusunan e-katalog, dokumentasi foto produk, registrasi QRIS, optimalisasi Google Business Profile dan Google Maps, serta pemberdayaan WhatsApp Business.
Melalui penyusunan e-katalog, data profil, deskripsi produk, harga, jam operasional, dan kontak WhatsApp dari lima UMKM dihimpun dalam katalog digital berbasis PDF. Seluruh UMKM sasaran juga berhasil didampingi hingga proses registrasi dan penerbitan display QRIS melalui aplikasi GoPay Merchant.
Pendampingan Google Business Profile dan Google Maps turut dilakukan untuk meningkatkan visibilitas usaha secara daring. Dokumentasi foto produk juga diberikan untuk memperkuat identitas visual dan profesionalisme UMKM dalam pemasaran digital.
Namun, pendampingan WhatsApp Business menghadapi kendala berupa rendahnya minat pelaku UMKM. Dari lima UMKM sasaran, hanya dua yang bersedia mengaktifkan akun bisnis secara penuh. Meskipun demikian, seluruh pelaku UMKM sasaran menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pentingnya transformasi digital bagi keberlangsungan usaha.
Sementara itu, di bidang lingkungan, tim PkM melaksanakan program “Hidup Bersih Bersama Desa Ampeldento”. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi PHBS, demonstrasi cuci tangan, pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, simulasi mekanisme bank sampah, serta kerja bakti membersihkan saluran air dan fasilitas umum desa.
Program tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PHBS dan pengelolaan sampah, tetapi juga memperkuat kembali semangat gotong royong. Kegiatan tersebut turut menghasilkan kesepakatan awal mengenai calon pengurus dan mekanisme dasar bank sampah yang diharapkan dapat dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.
Pelaksanaan berbagai program tersebut dilakukan melalui survei lapangan, koordinasi dengan pemerintah desa dan mitra, edukasi door-to-door, pelatihan berbasis praktik, permainan edukatif, serta pendampingan langsung. Monitoring dan evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi dengan mitra, kuesioner, kuis interaktif, dan kunjungan ulang ke sejumlah rumah warga.
Secara umum, seluruh program kerja pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan dapat terlaksana sesuai target. Sejumlah kendala seperti keterbatasan waktu di sekolah, kesibukan warga, keterbatasan fasilitas komputer, dan karakteristik peserta yang beragam dapat diatasi melalui penyesuaian metode, koordinasi intensif, pembagian tugas, serta pendampingan langsung.
Tim PkM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya berharap sejumlah program yang telah dilaksanakan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Ampeldento. Keberlanjutan program, khususnya literasi digital, pendampingan UMKM, edukasi kesehatan, literasi keuangan, serta pengelolaan lingkungan, diharapkan dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, sekolah, pelaku UMKM, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung pembangunan Desa Ampeldento yang berkelanjutan.
Penulis: Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.







