Malang – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 162 resmi dibuka pada Senin, 3 Agustus 2026, di Balai Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian pengabdian 29 mahasiswa UMM yang akan melaksanakan berbagai program kerja di Dusun Bulurejo, Desa Tumpakrejo, selama periode 29 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Acara pembukaan dihadiri Kepala Desa Tumpakrejo, Heru Sumbodo, S.E., perangkat desa, tokoh masyarakat, Ketua PKK, serta warga Dusun Bulurejo. Pembukaan KKN dilakukan secara simbolis melalui prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Kelompok KKN Berdampak 162, Aryanusa Ega Prasetya, yang kemudian diserahkan kepada Kepala Desa sebagai simbol dimulainya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Tumpakrejo menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN UMM. Ia berharap berbagai program yang telah dirancang mampu memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat serta menjadi solusi terhadap permasalahan yang ada di Dusun Bulurejo.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok KKN Berdampak 162 memaparkan sejumlah program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah desa serta masyarakat. Hasil identifikasi menunjukkan beberapa isu yang menjadi perhatian, di antaranya kualitas air yang masih mengandung kapur, kebutuhan pendampingan belajar bagi anak-anak, serta pentingnya edukasi mengenai pencegahan perundungan (bullying).
Sebagai tindak lanjut dari hasil observasi tersebut, mahasiswa menghadirkan tiga program utama. Program pertama adalah Filter Air, berupa penyediaan dan pendampingan penggunaan filter air sederhana bagi rumah tangga yang menggunakan sumber air berkandungan kapur. Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh air yang lebih layak digunakan sekaligus memberikan edukasi mengenai perawatan filter agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Program kedua adalah Anti-Bullying, berupa sosialisasi kepada siswa sekolah dasar mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya, serta cara mencegah dan menyikapinya melalui penyampaian materi, permainan edukatif, dan diskusi interaktif. Sementara itu, program ketiga adalah Posko Cerdas, yaitu kegiatan pendampingan belajar bagi siswa SD dan SMP melalui bantuan mengerjakan tugas sekolah, memahami materi pelajaran, serta kegiatan mengaji yang dikemas secara menyenangkan.
Melalui kegiatan pembukaan ini, mahasiswa KKN Berdampak UMM Kelompok 162 berharap dapat menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan setiap program kerja sehingga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi Dusun Bulurejo.
Dengan mengusung semangat “Bersama Masyarakat, Membangun Desa, Menciptakan Dampak”, KKN Berdampak UMM Kelompok 162 berkomitmen tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat sebagai mitra dalam mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik.







