Runtut.com

Pelatihan Pembuatan Bio-enzyme oleh KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi di Desa Citarik

KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi ajak ibu-ibu Desa Citarik mengolah limbah organik menjadi bio-enzyme melalui pelatihan ramah lingkungan dan praktik langsung.

2 menit baca
7
Pelatihan Pembuatan Bio-enzyme oleh KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi di Desa Citarik
Dokumentasi bersama — Tim KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi

Sukabumi – Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB Tahun 2026 merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa melalui berbagai program sesuai dengan kebutuhan desa. Salah satu program kerja KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi di Desa Citarik adalah pelatihan pembuatan bio-enzyme yang bertujuan mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu Desa Citarik, memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat sekaligus mengurangi jumlah sampah organik.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Aula Kantor Desa Citarik dan diikuti oleh ibu-ibu Desa Citarik. Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu mengerjakan pretest untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pengelolaan sampah organik dan bio-enzyme.

Selanjutnya, tim KKN menyampaikan materi yang dibawakan oleh penanggung jawab kegiatan, Tsanjani Fasya dan Wisnu Batara, mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik serta manfaat bio-enzyme bagi lingkungan dan kebutuhan rumah tangga. Bio-enzyme dibuat melalui proses fermentasi sederhana menggunakan kulit buah, sisa sayuran, bahan organik lainnya yang tidak digunakan, gula merah atau molase, dan air. Hasil fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami, penghilang bau, pupuk cair, serta membantu menjaga kebersihan lingkungan.

Penyampaian materi
Penyampaian materi — Tim KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi

Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan bio-enzyme secara langsung. Tim KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi mendampingi peserta mulai dari proses pencampuran bahan hingga cara menyimpan dan merawat larutan selama masa fermentasi. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan bertanya mengenai proses pembuatan maupun pemanfaatan bio-enzyme di rumah hingga seluruh tahapan dapat dipahami dengan baik.

Di akhir kegiatan, peserta mengerjakan posttest untuk mengetahui peningkatan pemahaman setelah menerima materi dan mengikuti praktik. Hasil pretest dan posttest diharapkan dapat menjadi gambaran mengenai efektivitas kegiatan edukasi yang telah diberikan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program bio-enzyme, tim KKN-T IPB Kelompok 14 Sukabumi juga menyerahkan hasil bio-enzyme yang telah dibuat sebelumnya kepada Ibu Kepala Desa Citarik sebagai perwakilan pemerintah desa. Penyerahan tersebut dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan, Tsanjani Fasya, sebagai simbol bahwa produk bio-enzyme dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Citarik.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya mengelola sampah organik dan mampu menerapkan pembuatan bio-enzyme secara mandiri. Selain mengurangi limbah rumah tangga, kegiatan ini juga memberikan alternatif produk yang ramah lingkungan, mudah dibuat, dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Ilmu yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan di rumah serta dibagikan kepada masyarakat lainnya sehingga manfaat program dapat dirasakan secara lebih luas.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu