Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Seraya Blitar yang bertugas di Desa Bakung melaksanakan program kerja pemasangan reflektor jalan pada sejumlah titik rawan kecelakaan di kawasan Bakung Selatan, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Program ini menyasar ruas jalan menuju Desa Bululawang yang minim penerangan dan berbatasan langsung dengan tebing serta lereng sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Desa Bakung merupakan wilayah pegunungan dengan kontur jalan yang berkelok dan berbatasan langsung dengan tebing di satu sisi serta lereng di sisi lainnya. Desa Bakung sendiri terbagi menjadi dua dukuh, yaitu Dukuh Bakung Utara dan Dukuh Bakung Selatan. Dibandingkan Bakung Utara yang kondisi jalannya relatif lebih baik dan terang, ruas jalan di Bakung Selatan masih minim penerangan dengan banyak tikungan tajam. Padahal, jalur ini menjadi akses yang ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk truk pengangkut tebu yang rutin melintas menuju Desa Bululawang.
Program ini merupakan hasil survei mahasiswa yang juga sejalan dengan usulan warga dan perangkat desa setempat. Perangkat Desa Bakung, Ardi dan Thova, turut menunjukkan langsung titik-titik yang dinilai rawan sekaligus mendampingi mahasiswa menuju lokasi pemasangan reflektor.
"Kami dari perangkat desa sangat welcome dengan program pemasangan reflektor ini. Titiknya kami arahkan ke Bakung Selatan karena di Bakung Utara jalannya sudah lumayan bagus dan terang, sementara Bakung Selatan masih banyak lereng dan jalannya gelap serta berkelok-kelok," ujar Ardi.
Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN-PPM UGM memasang total 15 batang bambu yang telah dilapisi material reflektif sebagai penanda batas jalan. Pemasangan dilakukan selama dua hari, yakni pada 26–27 Juli 2026. Sebanyak 10 batang bambu dipasang di RW 4 RT 1 dan 5 batang bambu dipasang di RW 4 RT 2, yang merupakan lokasi dengan tingkat kerawanan cukup tinggi akibat minimnya penanda jalan.
Penanggung jawab program kerja, Nurul Halimah, mahasiswa Teknik Sipil UGM, menjelaskan bahwa reflektor dipilih sebagai solusi sederhana yang mampu meningkatkan visibilitas pengendara ketika melintas pada malam hari.
"Harapannya dengan pemasangan reflektor ini nanti pengendara bisa melihat pantulan cahaya dari reflektor dan mengetahui batas jalan, sehingga tidak melewati batas jalan dan berisiko masuk ke lereng, terutama saat malam hari," ujar Nurul.

Keberadaan reflektor ini juga disambut baik oleh warga sekitar. Nurjiati, warga yang rumahnya berada di dekat lokasi pemasangan, mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut memang kerap menjadi lokasi kecelakaan.
"Sekitar tiga tahun yang lalu pernah ada truk tebu yang oleng di sini. Kalau mobil juga lumayan sering rodanya sampai masuk ke pinggir jalan karena batas jalannya kurang kelihatan, apalagi malam," ujar Nurjiati.
Menurut Nurjiati, keberadaan reflektor diharapkan dapat membantu pengendara mengenali batas jalan dengan lebih jelas sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.
"Sekarang sudah ada reflektornya, jadi kalau malam ada pantulan cahaya yang membuat batas jalan lebih kelihatan. Mudah-mudahan bisa mengurangi kecelakaan karena pengendara jadi lebih waspada," tambahnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap tingkat kewaspadaan pengguna jalan saat melintasi jalur rawan di Bakung Selatan dapat meningkat. Meskipun sederhana, reflektor berbahan bambu diharapkan menjadi penanda visual yang efektif dalam membantu pengendara mengenali batas jalan, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang mendukung.
Program pemasangan reflektor ini merupakan salah satu program kerja Tim KKN-PPM UGM Unit Seraya Blitar di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr.med.vet. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih, M.P. Unit KKN ini terbagi menjadi dua kelompok penempatan, yaitu Desa Bakung dan Desa Bululawang, dengan program pemasangan reflektor dilaksanakan oleh kelompok yang bertugas di Desa Bakung sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.







