Runtut.com

Mahasiswa KKN-PPM UGM Perkuat Keselamatan Jalan di Desa Bakung Melalui Pemasangan Reflektor pada Titik Rawan Kecelakaan

KKN-PPM UGM memasang 15 reflektor jalan di titik rawan kecelakaan Bakung Selatan, Blitar, untuk meningkatkan keselamatan pengendara pada malam hari.

3 menit baca
11
Mahasiswa KKN-PPM UGM Perkuat Keselamatan Jalan di Desa Bakung Melalui Pemasangan Reflektor pada Titik Rawan Kecelakaan
Pemasangan Reflektor pada Titik Rawan Kecelakaan — Dok. Tim KKN-PPM UGM

Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Seraya Blitar yang bertugas di Desa Bakung melaksanakan program kerja pemasangan reflektor jalan pada sejumlah titik rawan kecelakaan di kawasan Bakung Selatan, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Program ini menyasar ruas jalan menuju Desa Bululawang yang minim penerangan dan berbatasan langsung dengan tebing serta lereng sebagai upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Desa Bakung merupakan wilayah pegunungan dengan kontur jalan yang berkelok dan berbatasan langsung dengan tebing di satu sisi serta lereng di sisi lainnya. Desa Bakung sendiri terbagi menjadi dua dukuh, yaitu Dukuh Bakung Utara dan Dukuh Bakung Selatan. Dibandingkan Bakung Utara yang kondisi jalannya relatif lebih baik dan terang, ruas jalan di Bakung Selatan masih minim penerangan dengan banyak tikungan tajam. Padahal, jalur ini menjadi akses yang ramai dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk truk pengangkut tebu yang rutin melintas menuju Desa Bululawang.

Program ini merupakan hasil survei mahasiswa yang juga sejalan dengan usulan warga dan perangkat desa setempat. Perangkat Desa Bakung, Ardi dan Thova, turut menunjukkan langsung titik-titik yang dinilai rawan sekaligus mendampingi mahasiswa menuju lokasi pemasangan reflektor.

"Kami dari perangkat desa sangat welcome dengan program pemasangan reflektor ini. Titiknya kami arahkan ke Bakung Selatan karena di Bakung Utara jalannya sudah lumayan bagus dan terang, sementara Bakung Selatan masih banyak lereng dan jalannya gelap serta berkelok-kelok," ujar Ardi.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN-PPM UGM memasang total 15 batang bambu yang telah dilapisi material reflektif sebagai penanda batas jalan. Pemasangan dilakukan selama dua hari, yakni pada 26–27 Juli 2026. Sebanyak 10 batang bambu dipasang di RW 4 RT 1 dan 5 batang bambu dipasang di RW 4 RT 2, yang merupakan lokasi dengan tingkat kerawanan cukup tinggi akibat minimnya penanda jalan.

Penanggung jawab program kerja, Nurul Halimah, mahasiswa Teknik Sipil UGM, menjelaskan bahwa reflektor dipilih sebagai solusi sederhana yang mampu meningkatkan visibilitas pengendara ketika melintas pada malam hari.

"Harapannya dengan pemasangan reflektor ini nanti pengendara bisa melihat pantulan cahaya dari reflektor dan mengetahui batas jalan, sehingga tidak melewati batas jalan dan berisiko masuk ke lereng, terutama saat malam hari," ujar Nurul.

Reflektor pada Titik Rawan Kecelakaan
Reflektor pada Titik Rawan Kecelakaan — Dok. Tim KKN-PPM UGM

Keberadaan reflektor ini juga disambut baik oleh warga sekitar. Nurjiati, warga yang rumahnya berada di dekat lokasi pemasangan, mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut memang kerap menjadi lokasi kecelakaan.

"Sekitar tiga tahun yang lalu pernah ada truk tebu yang oleng di sini. Kalau mobil juga lumayan sering rodanya sampai masuk ke pinggir jalan karena batas jalannya kurang kelihatan, apalagi malam," ujar Nurjiati. 

Menurut Nurjiati, keberadaan reflektor diharapkan dapat membantu pengendara mengenali batas jalan dengan lebih jelas sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan.

"Sekarang sudah ada reflektornya, jadi kalau malam ada pantulan cahaya yang membuat batas jalan lebih kelihatan. Mudah-mudahan bisa mengurangi kecelakaan karena pengendara jadi lebih waspada," tambahnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap tingkat kewaspadaan pengguna jalan saat melintasi jalur rawan di Bakung Selatan dapat meningkat. Meskipun sederhana, reflektor berbahan bambu diharapkan menjadi penanda visual yang efektif dalam membantu pengendara mengenali batas jalan, terutama pada malam hari atau saat kondisi cuaca kurang mendukung.

Program pemasangan reflektor ini merupakan salah satu program kerja Tim KKN-PPM UGM Unit Seraya Blitar di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr.med.vet. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih, M.P. Unit KKN ini terbagi menjadi dua kelompok penempatan, yaitu Desa Bakung dan Desa Bululawang, dengan program pemasangan reflektor dilaksanakan oleh kelompok yang bertugas di Desa Bakung sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu