Jabung, Kabupaten Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa tong fermentasi eco-enzyme di Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Inovasi ini bertujuan mendukung pengelolaan sampah organik rumah tangga secara kolektif sehingga dapat diolah menjadi eco-enzyme yang bermanfaat sekaligus mengurangi timbunan sampah organik di lingkungan.
Program diawali dengan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R) dan pemanfaatan sampah organik menjadi eco-enzyme. Mahasiswa KKN kemudian mengajak peserta mempraktikkan pembuatan eco-enzyme menggunakan wadah berkapasitas galon dengan komposisi 10 : 3 : 1 (air, sampah organik, dan gula merah/molase). Sebagai panduan, setiap peserta juga memperoleh leaflet berisi langkah-langkah pembuatan hingga cara pemanfaatan eco-enzyme.

Guna mendukung pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan, mahasiswa KKN menyerahkan tong fermentasi eco-enzyme kepada Bapak Sugiarto selaku Ketua RT 16. Tong fermentasi yang telah dimodifikasi agar lebih praktis dan mudah digunakan tersebut ditempatkan di halaman rumah Bapak Sugiarto sebagai sarana pengolahan sampah organik bersama. Tong ini juga dilengkapi dengan panduan racikan eco-enzyme yang disesuaikan dengan kapasitasnya, sehingga masyarakat dapat mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui penerapan TTG ini, mahasiswa KKN FSTeM UB Desa Argosari berharap masyarakat dapat terus mengembangkan pengelolaan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan melalui penerapan teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.








