MAGELANG - Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nara Matyasih Kelompok 26 Angkatan XLIX Universitas Mercu Buana Yogyakarta menggelar kegiatan psikoedukasi bertema anti-bullying dan bahaya NAPZA bagi siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri Daleman Kidul 2, Dusun Dompyong, Desa Daleman Kidul, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, dan menjadi salah satu program kerja kelompok KKN kami selama masa pengabdian di Dusun Dudan.

Kegiatan ini digagas atas dasar pentingnya memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak mengenai perilaku yang dapat berdampak pada diri sendiri maupun orang lain. Melalui materi anti-bullying, siswa diajak mengenali bentuk-bentuk bullying, memahami dampaknya, serta mengetahui cara bersikap ketika mengalami atau melihat tindakan bullying. Sementara itu, materi bahaya NAPZA diberikan untuk mengenalkan risiko penyalahgunaan zat berbahaya dan pentingnya menjaga diri dari perilaku yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Aisyah Aishwarya, selaku penanggung jawab Divisi Acara, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai bullying dan bahaya NAPZA. “Kami berharap siswa tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku yang saling menghargai, berani mengatakan tidak terhadap hal-hal yang berbahaya, serta mampu menjaga diri dan lingkungan pertemanannya,” ujarnya. Ia menambahkan, sasaran kegiatan dipilih dari siswa sekolah dasar karena masa kanak-kanak merupakan tahap penting dalam pembentukan pengetahuan, sikap, dan kebiasaan sosial, sehingga edukasi sejak dini dapat menjadi langkah preventif bagi anak.

Sebelum pelaksanaan, tim KKN lebih dahulu berkoordinasi dengan pihak SD Negeri Daleman Kidul 2 untuk menentukan waktu pelaksanaan serta menyesuaikan sasaran dan materi psikoedukasi dengan kondisi siswa. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, kegiatan ditujukan kepada siswa kelas 5 dan 6 yang dinilai sudah cukup mampu menerima dan memahami materi mengenai bullying maupun bahaya NAPZA. “Tantangan dalam tahap persiapan adalah bagaimana menyampaikan topik yang cukup serius dengan cara yang tetap sesuai dengan usia siswa, sehingga informasi dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan kesan menakutkan,” kata Aisyah. Oleh karena itu, materi disusun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar pembahasan tidak terasa terlalu berat bagi anak-anak.

Pelaksanaan Psikoedukasi Anti-Bullying
Pelaksanaan Psikoedukasi Anti-Bullying — Dok. Pribadi

Dalam pelaksanaannya, tim KKN menyampaikan dua materi utama secara bergantian. Siswa diberikan pemahaman mengenai apa itu bullying, bagaimana mengenali bentuk-bentuknya, dampak yang dapat ditimbulkan, serta pentingnya membangun hubungan pertemanan yang saling menghargai. Selanjutnya, siswa diperkenalkan dengan bahaya NAPZA, dampak penyalahgunaannya, serta pentingnya menjaga diri dari zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan dan masa depan mereka. Agar penyampaian materi tidak monoton dan siswa tetap fokus, materi diselingi dengan ice breaking, games interaktif, serta pemutaran film edukatif yang berkaitan dengan tema yang dibahas.


Pada awal kegiatan, suasana kelas sempat sedikit sulit dikondisikan karena siswa masih beradaptasi dengan kegiatan dan tim pelaksana. Namun, setelah materi disampaikan secara interaktif melalui games, ice breaking, dan pemutaran film, siswa mulai dapat mengikuti kegiatan dengan lebih tertib. Siswa juga terlihat aktif berinteraksi selama kegiatan berlangsung dan mampu menjawab dengan tepat sejumlah pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keaktifan siswa, tim KKN turut membagikan snack kepada siswa. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembuatan konten bersama siswa sebagai dokumentasi sekaligus bentuk kebersamaan antara tim KKN dan pihak sekolah.

“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai bullying dan bahaya NAPZA, tetapi juga tumbuh kesadaran untuk saling menghargai, menjaga pertemanan, dan lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk perilaku yang berisiko,” ujar Aisyah. Kegiatan psikoedukasi ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi preventif kepada lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi dengan pihak SD Negeri Daleman Kidul 2, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi siswa.

Untuk keberlanjutannya, edukasi mengenai bullying dan bahaya NAPZA diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pemahaman tersebut dapat terus diperkuat melalui pembiasaan sikap saling menghargai di lingkungan sekolah, pendampingan dari guru, serta komunikasi antara sekolah, siswa, dan orang tua.

Penulis: Airanissa Retri Salsabilla, Mahasiswa KKN Nara Matyasih Kelompok 26 Angkatan XLIX Universitas Mercu Buana Yogyakarta.