Runtut.com

Pelatihan Ecoprint pada Tote Bag sebagai Upaya Pengembangan Kreativitas Anak di Sekitar Posko 160 KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Desa Tanjungsari, Kabupaten Kendal

Mahasiswa KKN MIT-22 UIN Walisongo melatih 28 anak Desa Tanjungsari, Kendal membuat tote bag ecoprint dari daun lokal untuk mengembangkan kreativitas.

3 menit baca
17
Pelatihan Ecoprint pada Tote Bag sebagai Upaya Pengembangan Kreativitas Anak di Sekitar Posko 160 KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Desa Tanjungsari, Kabupaten Kendal
Foto bersama — Tim KKN MIT-22 Posko 160 UIN Walisongo Semarang

Kendal - Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 160 UIN Walisongo Semarang telah melaksanakan salah satu program kerja bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf), yaitu Pelatihan Ecoprint pada Tote Bag. Kegiatan ini dilaksanakan di Posko 160 KKN MIT-22, Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan yang edukatif dan kreatif. Program ini bertujuan untuk mengenalkan teknik ecoprint kepada anak-anak dengan memanfaatkan daun dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar sebagai media untuk membuat motif pada tote bag.

    Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengembangkan kreativitas anak-anak sejak dini sekaligus memberikan pengalaman baru dalam memanfaatkan bahan-bahan alami menjadi sebuah karya yang menarik. Selain itu, ecoprint juga dipilih karena merupakan salah satu bentuk kerajinan yang ramah lingkungan, mudah dipraktikkan, dan dapat dilakukan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar tempat tinggal. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk lebih mengenal alam sekitar serta memahami bahwa daun yang sering dijumpai sehari-hari dapat dimanfaatkan menjadi karya yang memiliki nilai seni.

    Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di Posko 160 KKN MIT-22 karena peserta yang mengikuti pelatihan merupakan anak-anak yang tinggal di sekitar posko. Mereka juga merupakan anak-anak yang selama pelaksanaan KKN paling sering mengikuti kegiatan bimbingan belajar (bimbel) yang diadakan oleh mahasiswa KKN. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan di posko dinilai lebih efektif karena lokasi mudah dijangkau oleh peserta, suasana sudah familiar bagi anak-anak, serta memudahkan mahasiswa dalam melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung.

    Pelatihan ecoprint ini diikuti oleh 28 anak yang berasal dari lingkungan sekitar Posko 160. Kegiatan diawali dengan pemberian penjelasan singkat mengenai apa itu ecoprint, manfaat ecoprint, serta jenis-jenis daun yang dapat digunakan untuk membuat motif pada kain. Setelah itu, mahasiswa KKN memberikan contoh cara menyusun daun di atas tote bag hingga proses pencetakan motif menggunakan teknik ecoprint. Anak-anak kemudian mempraktikkan secara langsung tahapan yang telah dijelaskan dengan didampingi oleh mahasiswa KKN.

    Selama kegiatan berlangsung, anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan. Mereka bebas memilih bentuk daun, menyusun pola sesuai dengan kreativitas masing-masing, kemudian melakukan proses pencetakan hingga menghasilkan motif yang unik pada tote bag. Mahasiswa KKN turut mendampingi peserta selama proses berlangsung agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Suasana pelatihan berjalan dengan menyenangkan karena anak-anak aktif bertanya, saling berdiskusi, dan menunjukkan hasil karya yang telah mereka buat kepada teman-temannya.

   Melalui kegiatan ini, seluruh peserta berhasil menghasilkan tote bag ecoprint dengan motif yang berbeda-beda sesuai kreativitas masing-masing. Selain memperoleh pengalaman baru, anak-anak juga mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya memanfaatkan bahan alami secara bijak serta menjaga kelestarian lingkungan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang bermanfaat sekaligus menumbuhkan minat anak-anak untuk terus mengembangkan kreativitas melalui kegiatan yang positif dan ramah lingkungan.

    Demikian berita acara ini dibuat sebagai bukti bahwa kegiatan Pelatihan Ecoprint pada Tote Bag telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN MIT-22 Posko 160 UIN Walisongo Semarang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Besar harapan kami kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak sekitar posko dan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pengembangan kreativitas masyarakat melalui program kerja di bidang ekonomi kreatif.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu