Runtut.com

Mengenali Jalur Aman di Kaki Gunung Kawi, KKN FSTeM UB Hadirkan Peta Evakuasi Desa Banjarsari

Mahasiswa KKN FSTeM UB membuat peta evakuasi bencana di Desa Banjarsari, kaki Gunung Kawi, untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

3 menit baca
7
Mengenali Jalur Aman di Kaki Gunung Kawi, KKN FSTeM UB Hadirkan Peta Evakuasi Desa Banjarsari
Dokumentasi bersama — Dokumen pribadi

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi karena dipengaruhi oleh kondisi geografis, geologis, dan iklim. Setiap wilayah memiliki karakteristik ancaman bencana yang berbeda sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing. Oleh karena itu, diperlukan upaya mitigasi yang tepat untuk mengurangi risiko dan dampak yang dapat ditimbulkan oleh suatu bencana. Salah satu bentuk mitigasi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui penyediaan informasi mengenai kondisi wilayah dan perencanaan jalur evakuasi.

Desa Banjarsari yang terletak di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang memiliki kondisi geografis berupa wilayah pedesaan yang berada di kaki Gunung Kawi. Kondisi topografi tersebut menjadikan wilayah ini memiliki potensi alam yang melimpah, namun juga memiliki kemungkinan menghadapi berbagai ancaman bencana yang berkaitan dengan faktor lingkungan, terutama pada musim penghujan. Karakteristik wilayah dengan area perbukitan dan kemiringan lahan tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana seperti tanah longsor maupun gangguan akibat aliran air yang tidak terkendali.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Fakultas STeM Universitas Brawijaya berupaya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Desa Banjarsari melalui program pembuatan peta evakuasi bencana alam. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya mitigasi bencana di tingkat desa dengan menyediakan media informasi yang mudah dipahami dan dapat digunakan oleh masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat.

Pembuatan peta evakuasi bencana alam diawali dengan kegiatan observasi dan survei lapangan untuk memahami kondisi geografis Desa Banjarsari secara langsung. Data-data didapat dari Indonesia Spasial yang merupakan salah satu sumber data valid yang dapat dipercaya. Data tersebut kemudian dianalisis dan diolah menggunakan aplikasi ArcGIS sehingga menghasilkan gambaran wilayah yang lebih informatif dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Dalam proses penyusunannya, peta evakuasi mempertimbangkan berbagai aspek penting seperti akses jalan yang dapat dilalui masyarakat, lokasi fasilitas umum, kondisi topografi, serta area yang relatif aman untuk digunakan sebagai titik kumpul saat terjadi bencana. Kondisi Desa Banjarsari yang berada di kawasan kaki Gunung Kawi menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan dalam pembuatan peta, karena karakteristik wilayah tersebut memiliki pengaruh terhadap pola penyebaran risiko bencana dan proses mobilisasi masyarakat ketika melakukan evakuasi.

Setelah proses pemetaan selesai, hasil peta kemudian disusun dengan tampilan yang sederhana namun informatif agar dapat dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat. Informasi mengenai arah jalur evakuasi, lokasi aman, dan fasilitas pendukung ditampilkan secara jelas sehingga masyarakat dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila terjadi bencana alam.

Program pembuatan peta evakuasi bencana alam menghasilkan sebuah media informasi yang dapat digunakan sebagai salah satu upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat Desa Banjarsari. Peta tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi wilayah desa serta membantu masyarakat mengenali jalur yang dapat digunakan untuk menuju lokasi aman ketika terjadi bencana.

Keberadaan peta evakuasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana. Sebelum adanya peta, sebagian masyarakat mungkin belum memiliki gambaran yang jelas mengenai jalur penyelamatan maupun lokasi berkumpul ketika terjadi keadaan darurat. Dengan adanya informasi spasial tersebut, masyarakat dapat lebih siap dalam mengambil tindakan secara cepat dan tepat sehingga potensi risiko akibat keterlambatan evakuasi dapat diminimalkan.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, peta evakuasi ini juga dapat menjadi pendukung bagi pemerintah Desa Banjarsari dalam melakukan perencanaan mitigasi bencana di masa mendatang. Data dan informasi yang terdapat dalam peta dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi kesiapsiagaan desa serta meningkatkan koordinasi antara masyarakat dan pihak terkait dalam menghadapi kemungkinan bencana.

Program pembuatan peta evakuasi bencana alam yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas STeM Universitas Brawijaya dalam kegiatan KKN di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam bidang mitigasi bencana. Dengan kondisi geografis Desa Banjarsari yang berada di kaki Gunung Kawi, penyediaan informasi mengenai jalur evakuasi dan lokasi aman menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Peta evakuasi yang telah dipasang
Peta evakuasi yang telah dipasang — Dokumen pribadi

Melalui program ini, masyarakat Desa Banjarsari diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi lingkungan sekitar serta mampu mempersiapkan diri dalam menghadapi potensi bencana alam. Peta evakuasi yang telah dibuat tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga menjadi salah satu langkah awal dalam membangun desa yang lebih tangguh, aman, dan responsif terhadap ancaman bencana.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 6 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu