DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inovasi Terpadu (MIT) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 133 Desa Balerejo dan Posko 134 Desa Sidomulyo, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar seminar edukasi mengenai kesehatan sistem reproduksi dan pernikahan dini di SMP Negeri 3 Dempet, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan KKN MIT Posko 133 dan Posko 134 yang berada di Kecamatan Dempet. Program ini ditujukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi sekaligus mencegah pergaulan bebas dan pernikahan dini yang menjadi perhatian di kalangan remaja.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan agar peserta mendapatkan informasi yang lebih mendalam dan sesuai dengan perspektif kesehatan. Materi yang disampaikan mencakup kondisi remaja, kesehatan reproduksi, faktor yang dapat mendorong terjadinya pernikahan dini, serta pentingnya menjaga diri selama masa pertumbuhan.
Narasumber dari Dinas Kesehatan, Nasya Firly Umihani Sujito, menyampaikan bahwa pengajuan dispensasi perkawinan anak masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Ia menyebut, pada 2025 tercatat sebanyak 28.034 pengajuan dispensasi perkawinan dengan berbagai alasan.
“Pengajuan dispensasi perkawinan pada 2025 mencapai 28.034 dan memiliki alasan yang berbeda-beda seperti menghindari zina, hamil, pergaulan bebas, budaya dan adat, serta perekonomian,” ujarnya.
Menurut Nasya, masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap berbagai pengaruh karena berada dalam fase transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Perubahan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga perkembangan psikologis dan sosial.
“Masa remaja merupakan masa transisi dari anak ke dewasa yang diiringi dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial atau bisa dikatakan masa pubertas. Masa remaja sering diwarnai dengan perilaku yang berisiko, yang dipengaruhi oleh masa perkembangan otak,” lanjutnya.








