Runtut.com

KKN Universitas Brawijaya Mengenalkan Produk Agen Pengendali Hayati di Desa Kalianyar

Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Kediri mengenalkan Agen Pengendali Hayati berbahan Trichoderma sp. kepada petani Desa Kalianyar untuk pertanian berkelanjuta

2 menit baca
1
KKN Universitas Brawijaya Mengenalkan Produk Agen Pengendali Hayati di Desa Kalianyar
Produk Agen Pengendali Hayati (APH) yang diperkenalkan mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Kediri — Dok. Pribadi

Nganjuk – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya Kediri melaksanakan sosialisasi sekaligus memperkenalkan produk Agen Pengendali Hayati (APH) pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), dan masyarakat Desa Kalianyar. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan. APH diperkenalkan sebagai alternatif pengendalian yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Mahasiswa KKN juga mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan APH dalam kegiatan budidaya sehari-hari. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Ketua Gapoktan Desa Kalianyar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi APH memberikan wawasan baru bagi petani mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Ia berharap ilmu yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh peserta. Penerapan APH dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti kegiatan hingga sesi diskusi berlangsung.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian Agen Pengendali Hayati (APH), manfaatnya dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, serta keunggulannya dibandingkan pestisida kimia. Mahasiswa KKN juga memperkenalkan APH berbahan aktif Trichoderma sp. sebagai jamur antagonis yang mampu menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman. Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai teknik aplikasi APH yang tepat. Materi yang disampaikan meliputi persiapan larutan, waktu aplikasi, dosis penggunaan, dan teknik penyemprotan di lahan pertanian. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta. Peserta juga berkesempatan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan APH di lapangan.

Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai solusi penerapan APH sesuai dengan kondisi pertanian di Desa Kalianyar. Kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman antara mahasiswa dan petani. Inovasi yang diperkenalkan berupa pemanfaatan APH sebagai teknologi pengendalian hayati yang ramah lingkungan. Penggunaan APH diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Pendekatan ini mendukung penerapan sistem budidaya yang lebih berkelanjutan.

Foto bersama
Foto bersama — Dok. Pribadi

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap penggunaan APH dapat diterapkan secara mandiri oleh Gapoktan, Poktan, dan masyarakat Desa Kalianyar. Penerapan APH diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian. Selain itu, penggunaan APH dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Mahasiswa KKN juga berharap masyarakat terus mengembangkan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Program ini menjadi salah satu kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 tentang Zero Hunger melalui penerapan pertanian yang berkelanjutan.



Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 6 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu