Nganjuk – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Brawijaya Kediri melaksanakan sosialisasi sekaligus memperkenalkan produk Agen Pengendali Hayati (APH) pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Kalianyar, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Kegiatan tersebut diikuti oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Tani (Poktan), dan masyarakat Desa Kalianyar. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman yang ramah lingkungan. APH diperkenalkan sebagai alternatif pengendalian yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Mahasiswa KKN juga mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan APH dalam kegiatan budidaya sehari-hari. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Ketua Gapoktan Desa Kalianyar mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi APH memberikan wawasan baru bagi petani mengenai pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Ia berharap ilmu yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh peserta. Penerapan APH dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti kegiatan hingga sesi diskusi berlangsung.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian Agen Pengendali Hayati (APH), manfaatnya dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, serta keunggulannya dibandingkan pestisida kimia. Mahasiswa KKN juga memperkenalkan APH berbahan aktif Trichoderma sp. sebagai jamur antagonis yang mampu menekan perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman. Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai teknik aplikasi APH yang tepat. Materi yang disampaikan meliputi persiapan larutan, waktu aplikasi, dosis penggunaan, dan teknik penyemprotan di lahan pertanian. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh peserta. Peserta juga berkesempatan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan APH di lapangan.

Sesi diskusi dan tanya jawab dimanfaatkan untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi petani dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai solusi penerapan APH sesuai dengan kondisi pertanian di Desa Kalianyar. Kegiatan ini juga menjadi sarana bertukar pengalaman antara mahasiswa dan petani. Inovasi yang diperkenalkan berupa pemanfaatan APH sebagai teknologi pengendalian hayati yang ramah lingkungan. Penggunaan APH diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Pendekatan ini mendukung penerapan sistem budidaya yang lebih berkelanjutan.

Foto bersama
Foto bersama — Dok. Pribadi

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap penggunaan APH dapat diterapkan secara mandiri oleh Gapoktan, Poktan, dan masyarakat Desa Kalianyar. Penerapan APH diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian. Selain itu, penggunaan APH dapat menjadi langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia. Mahasiswa KKN juga berharap masyarakat terus mengembangkan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Program ini menjadi salah satu kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2 tentang Zero Hunger melalui penerapan pertanian yang berkelanjutan.