Runtut.com

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi UMKM Desa Tlogodowo Go Digital melalui Pembuatan QRIS dan Google Maps

Mahasiswa KKN MIT Posko 102 UIN Walisongo mendampingi UMKM Desa Tlogodowo membuat QRIS dan Google Maps untuk memperluas pemasaran secara digital.

3 menit baca
1
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi UMKM Desa Tlogodowo Go Digital melalui Pembuatan QRIS dan Google Maps
Pendampingan UMKM Go Digital — Dok. Mahasiswa KKN UIN Walisongo

Demak - Kamis (6/8/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Posko 102 UIN Walisongo Semarang melaksanakan program Digitalisasi Pendampingan UMKM melalui pembuatan QRIS dan Google Maps bagi pelaku usaha di Desa Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Program ini dilaksanakan sebagai upaya membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, mengingat masih banyak masyarakat yang belum terbiasa memanfaatkan layanan digital dalam menjalankan usahanya.

Pendampingan dilakukan secara door to door dengan mendatangi para pelaku UMKM untuk memberikan edukasi mengenai manfaat QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai serta Google Maps sebagai media untuk memperkenalkan lokasi usaha kepada masyarakat yang lebih luas. Selama proses pendampingan, mahasiswa KKN juga membantu secara langsung proses pendaftaran hingga layanan tersebut dapat digunakan. 

Salah satu UMKM yang didampingi adalah Fira Tea, sebuah kedai teh milik Bu Fira. Saat tim KKN menawarkan bantuan pembuatan lokasi usaha di Google Maps, Bu Fira mengaku masih belum terbiasa menggunakan teknologi tersebut. 

“Saya itu gaptek dengan Google Maps, biasanya yang otak-atik itu anak saya,” ujar Bu Fira. 

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Bidang Ekonomi Kreatif KKN, Davif, menjelaskan bahwa pencantuman lokasi usaha di Google Maps dapat memudahkan pelanggan menemukan kedai sehingga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung. 

Namun, Bu Fira sempat menyampaikan keraguannya karena memiliki rencana memindahkan lokasi usahanya.  “Sebenarnya saya mau pindah lokasi, Mas. Biar nanti kalau Maps itu di depan rumah saya. Tapi, belum tahu kapan pindahnya,” katanya.

Mendengar hal tersebut, anggota tim Ekonomi Kreatif, Tiara, memberikan solusi agar lokasi usaha tetap didaftarkan terlebih dahulu.  “Bagaimana jika dibuatkan terlebih dahulu? Nanti andaikata pindah kami bantu buat lagi dan kami tinggali nomor telepon untuk lebih lanjutnya,” jelas Tiara. 

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, Bu Fira akhirnya menyetujui pembuatan Google Maps untuk usahanya.

Pendampingan berikutnya dilakukan kepada Bu Kholifah, pemilik toko sembako di Desa Tlogodowo. Saat ditawari pembuatan QRIS, Bu Kholifah mengaku sebelumnya pernah mendapatkan tawaran serupa, tetapi menolaknya karena belum memahami manfaat dan proses pembuatannya.

“Saya itu dulu pernah ditawarin buat barcode begitu, Mas. Tapi saya nggak mau karena saya nggak paham, jadi saya nggak ngambil,” tutur Bu Kholifah.

Menanggapi hal tersebut, Davif menjelaskan bahwa pembuatan QRIS tidak dipungut biaya dan proses pembuatannya juga cukup mudah karena seluruh tahapan akan didampingi oleh mahasiswa KKN. Mendengar penjelasan tersebut, Bu Kholifah kemudian bertanya, 

“Gampang atau tidak? Kalau gampang ya nggak apa-apa.”

Mahasiswa KKN kemudian menjelaskan bahwa pelaku UMKM hanya perlu menyiapkan beberapa dokumen, sementara proses pendaftaran akan dibantu hingga selesai. Setelah memahami prosedurnya, Bu Kholifah akhirnya bersedia membuat QRIS untuk tokonya. 

Tidak hanya Bu Fira dan Bu Kholifah, mahasiswa KKN juga melakukan pendampingan kepada sejumlah pelaku UMKM lainnya di Desa Tlogodowo. Sebagian besar pelaku usaha menyampaikan kendala yang hampir sama, yakni kurang memahami penggunaan teknologi digital, terutama dalam pembuatan QRIS dan pencantuman lokasi usaha di Google Maps. Beberapa di antaranya bahkan mengira layanan tersebut memerlukan biaya atau prosesnya cukup rumit.

Setelah mendapatkan penjelasan mengenai manfaat digitalisasi usaha serta adanya pendampingan secara langsung dari mahasiswa KKN, alhamdulillah seluruh pelaku UMKM yang didampingi menyambut program ini dengan baik dan menyetujui pembuatan QRIS maupun Google Maps sesuai kebutuhan usahanya. Mereka berharap layanan tersebut dapat mempermudah transaksi dengan pelanggan sekaligus membantu usaha mereka lebih mudah ditemukan oleh masyarakat.

Melalui program Digitalisasi Pendampingan UMKM ini, mahasiswa KKN MIT Posko 102 UIN Walisongo Semarang berharap semakin banyak pelaku usaha di Desa Tlogodowo yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, serta memperluas jangkauan pemasaran di era digital.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 6 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu