Runtut.com

Jejak Balesari: Inovasi Digital KKN FSTeM UB 2026 untuk Mengangkat Potensi Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang

KKN FSTeM UB menghadirkan Jejak Balesari, website yang memperkenalkan potensi, UMKM, wisata, dan informasi Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

3 menit baca
27
Jejak Balesari: Inovasi Digital KKN FSTeM UB 2026 untuk Mengangkat Potensi Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang
Dokumentasi bersama — Dokumen pribadi

MALANG – Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, berada di kawasan dataran tinggi dengan akses masuk yang cukup menantang dan jalan yang menanjak. Bagi sebagian orang, keberadaan Desa Balesari mungkin lebih dikenal karena aktivitas kendaraan yang melintas menuju kawasan PT Greenfields Indonesia di sekitar Kecamatan Ngajum. Hampir tidak ada yang tahu keberadaan Desa Balesari, bahkan potensi yang dimilikinya. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, desa tersebut memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.

Terdapat tujuh dusun yang masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda, mulai dari produksi kopi, ketela, telur dan beberapa sektor peternakan yang cukup besar. Desa ini juga memiliki sejumlah wisata alam, seperti Sumber Manggis, Sumber Jodoh, Smile Hill, hingga Coban Raung yang berada di kawasan Balesari. Namun, informasi mengenai potensi, akses, serta berbagai cerita dari Desa Balesari masih sangat terbatas.

Untuk menjawab persoalan tersebut, KKN FSTeM Universitas Brawijaya Desa Balesari 2026 menghadirkan program kerja “SIPOTENSI BALESARI” atau Sistem Informasi Potensi Desa Balesari. Program tersebut kemudian dikembangkan sebagai sebuah platform digital yang memuat informasi mengenai potensi dan berbagai hal tentang Desa Balesari.

Pada tahap awal, website membutuhkan nama/identitas sementara. Nama “Jejak Balesari” digunakan sebagai placeholder, yang saat itu juga diambil dari nama kelompok KKN. Seiring website dikembangkan, tim menyadari bahwa “Jejak Balesari” tidak hanya cocok sebagai nama sementara. Kata “jejak” merepresentasikan informasi, cerita, potensi, dan dokumentasi yang ingin ditinggalkan dan dikenalkan dari Desa Balesari. “Jejak Balesari” kemudian tidak lagi sekadar placeholder, tetapi dipilih sebagai identitas website karena dianggap lebih merepresentasikan semangat dan tujuan platform.

Tampilan awal website Jejak Balesari
Tampilan awal website Jejak Balesari — Dokumen pribadi

Website Jejak Balesari:balesari.id

Program kerja ini dikembangkan oleh Divisi Ekonomi Kreatif, dengan Alya Dien Azizah sebagai penanggung jawab yang mengoordinasikan proses penyusunan website mulai dari perencanaan hingga implementasi. Tim melakukan observasi langsung ke beberapa dusun untuk mengumpulkan data, mendokumentasikan potensi desa, berdiskusi dengan perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat supaya informasi yang ditampilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dari hasil observasi, kemudian disusun struktur isi website, mulai dari profil desa, peta potensi, katalog UMKM, sampai direktori wisata. Tim Divisi Ekonomi Kreatif juga merancang tampilan website agar sederhana, mudah dipahami, dan nyaman digunakan oleh masyarakat umum maupun calon pengunjung yang baru pertama kali mengenal Desa Balesari. Website tersebut terdiri atas beberapa bagian utama, yakni profil desa, peta potensi, katalog UMKM lokal, dan direktori wisata. Peta potensi memperlihatkan keunggulan tiap dusun, sedangkan katalog UMKM memperkenalkan produk-produk warga Balesari melalui foto dan kontak yang dapat dihubungi. Sementara itu, direktori wisata memuat berbagai destinasi unggulan di Desa Balesari sebagai referensi awal bagi wisatawan.

Salah satu fitur website Jejak Balesari
Salah satu fitur website Jejak Balesari — Dokumen pribadi

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim menyusun “Buku Panduan Maintenance Website” yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Balesari. Buku panduan ini berisi langkah-langkah dasar untuk mengelola website, mulai dari memperbarui konten, menambahkan informasi baru, hingga melakukan pemeliharaan sederhana. Dengan adanya panduan tersebut, diharapkan website tetap dapat dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah desa meskipun masa pengabdian KKN telah berakhir.

Buku Panduan Maintenance Website
Buku Panduan Maintenance Website — Dokumen pribadi

Salah satu mahasiswa KKN FSTeM UB berharap kehadiran website ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan berbagai potensi Desa Balesari kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membangun jejak digital bagi desa. “Bukan berarti begitu website ini diluncurkan, ekonomi desa langsung berubah drastis. Tapi setidaknya, potensi yang selama ini belum banyak dikenal sekarang punya pintu untuk diperkenalkan ke masyarakat yang lebih luas. Wisatawan yang lagi cari destinasi baru di sekitar Malang bisa menemukan informasi tentang Balesari. Orang yang tertarik dengan kopi lokal atau produk UMKM juga bisa langsung menghubungi pelaku usahanya lewat katalog yang tersedia. Dan yang paling penting, desa yang sebelumnya hampir tidak memiliki jejak digital sekarang sudah punya rumah digitalnya sendiri di balesari.id,” tuturnya.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 4 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu