MALANG – Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, berada di kawasan dataran tinggi dengan akses masuk yang cukup menantang dan jalan yang menanjak. Bagi sebagian orang, keberadaan Desa Balesari mungkin lebih dikenal karena aktivitas kendaraan yang melintas menuju kawasan PT Greenfields Indonesia di sekitar Kecamatan Ngajum. Hampir tidak ada yang tahu keberadaan Desa Balesari, bahkan potensi yang dimilikinya. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, desa tersebut memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan.
Terdapat tujuh dusun yang masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda, mulai dari produksi kopi, ketela, telur dan beberapa sektor peternakan yang cukup besar. Desa ini juga memiliki sejumlah wisata alam, seperti Sumber Manggis, Sumber Jodoh, Smile Hill, hingga Coban Raung yang berada di kawasan Balesari. Namun, informasi mengenai potensi, akses, serta berbagai cerita dari Desa Balesari masih sangat terbatas.
Untuk menjawab persoalan tersebut, KKN FSTeM Universitas Brawijaya Desa Balesari 2026 menghadirkan program kerja “SIPOTENSI BALESARI” atau Sistem Informasi Potensi Desa Balesari. Program tersebut kemudian dikembangkan sebagai sebuah platform digital yang memuat informasi mengenai potensi dan berbagai hal tentang Desa Balesari.
Pada tahap awal, website membutuhkan nama/identitas sementara. Nama “Jejak Balesari” digunakan sebagai placeholder, yang saat itu juga diambil dari nama kelompok KKN. Seiring website dikembangkan, tim menyadari bahwa “Jejak Balesari” tidak hanya cocok sebagai nama sementara. Kata “jejak” merepresentasikan informasi, cerita, potensi, dan dokumentasi yang ingin ditinggalkan dan dikenalkan dari Desa Balesari. “Jejak Balesari” kemudian tidak lagi sekadar placeholder, tetapi dipilih sebagai identitas website karena dianggap lebih merepresentasikan semangat dan tujuan platform.

Website Jejak Balesari:balesari.id
Program kerja ini dikembangkan oleh Divisi Ekonomi Kreatif, dengan Alya Dien Azizah sebagai penanggung jawab yang mengoordinasikan proses penyusunan website mulai dari perencanaan hingga implementasi. Tim melakukan observasi langsung ke beberapa dusun untuk mengumpulkan data, mendokumentasikan potensi desa, berdiskusi dengan perangkat desa, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat supaya informasi yang ditampilkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dari hasil observasi, kemudian disusun struktur isi website, mulai dari profil desa, peta potensi, katalog UMKM, sampai direktori wisata. Tim Divisi Ekonomi Kreatif juga merancang tampilan website agar sederhana, mudah dipahami, dan nyaman digunakan oleh masyarakat umum maupun calon pengunjung yang baru pertama kali mengenal Desa Balesari. Website tersebut terdiri atas beberapa bagian utama, yakni profil desa, peta potensi, katalog UMKM lokal, dan direktori wisata. Peta potensi memperlihatkan keunggulan tiap dusun, sedangkan katalog UMKM memperkenalkan produk-produk warga Balesari melalui foto dan kontak yang dapat dihubungi. Sementara itu, direktori wisata memuat berbagai destinasi unggulan di Desa Balesari sebagai referensi awal bagi wisatawan.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim menyusun “Buku Panduan Maintenance Website” yang kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Balesari. Buku panduan ini berisi langkah-langkah dasar untuk mengelola website, mulai dari memperbarui konten, menambahkan informasi baru, hingga melakukan pemeliharaan sederhana. Dengan adanya panduan tersebut, diharapkan website tetap dapat dikelola dan dikembangkan oleh pemerintah desa meskipun masa pengabdian KKN telah berakhir.

Salah satu mahasiswa KKN FSTeM UB berharap kehadiran website ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan berbagai potensi Desa Balesari kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membangun jejak digital bagi desa. “Bukan berarti begitu website ini diluncurkan, ekonomi desa langsung berubah drastis. Tapi setidaknya, potensi yang selama ini belum banyak dikenal sekarang punya pintu untuk diperkenalkan ke masyarakat yang lebih luas. Wisatawan yang lagi cari destinasi baru di sekitar Malang bisa menemukan informasi tentang Balesari. Orang yang tertarik dengan kopi lokal atau produk UMKM juga bisa langsung menghubungi pelaku usahanya lewat katalog yang tersedia. Dan yang paling penting, desa yang sebelumnya hampir tidak memiliki jejak digital sekarang sudah punya rumah digitalnya sendiri di balesari.id,” tuturnya.








