Runtut.com

Mahasiswa KUKERTA Unri Hijaukan Desa Sungai Besar, Salurkan 800 Bibit Durian dan Jengkol untuk Dukung Ketahanan Ekonomi Warga

Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau mendistribusikan 800 bibit durian dan jengkol di Desa Sungai Besar, Rokan Hilir, untuk mendukung ketahanan pangan

3 menit baca
27
Mahasiswa KUKERTA Unri Hijaukan Desa Sungai Besar, Salurkan 800 Bibit Durian dan Jengkol untuk Dukung Ketahanan Ekonomi Warga
Foto bersama — Dok. Pribadi

ROKAN HILIR - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di desa. Selain memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa, kegiatan KKN juga menjadi sarana berbagi ilmu, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Universitas Riau (Unri) menjadi salah satu perguruan tinggi yang secara konsisten melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di berbagai daerah. Tahun 2026, sebanyak 10 mahasiswa KUKERTA Reguler Universitas Riau yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Amrul Khoiri, S.P., M.Si., melaksanakan pengabdian selama 40 hari di Desa Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir.

Mengusung tema "Unri Membangun Kampung", mahasiswa menjalankan berbagai program yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah kegiatan penghijauan bertajuk "Penanaman untuk Keberlanjutan: Satu Bibit untuk Hari Ini, Sejuta Manfaat untuk Masa Depan." Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA berperan sebagai fasilitator pendistribusian 800 bibit tanaman produktif, yang terdiri atas 600 bibit durian dan 200 bibit jengkol. Pemilihan kedua komoditas tersebut disesuaikan dengan karakteristik tanah di Desa Sungai Besar yang dinilai sangat cocok untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Peresmian program dilaksanakan di Kantor Penghulu Desa Sungai Besar dan dihadiri oleh Penghulu Desa Sungai Besar Antok Sutomo, S.Sos., M.I.P., Bhabinkamtibmas, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kelompok tani, serta para Ketua RT dan RW.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman secara simbolis oleh seluruh unsur yang hadir sebagai tanda dimulainya program penghijauan di Desa Sungai Besar. Selanjutnya, dari total 800 bibit yang tersedia, sebanyak 650 bibit didistribusikan kepada 650 Kepala Keluarga yang tersebar di 10 RT melalui masing-masing Ketua RT.

Sementara itu, 150 bibit sisanya akan ditanam secara bertahap sepanjang bulan Juli 2026 oleh mahasiswa KUKERTA di sejumlah fasilitas umum, seperti kawasan Kantor Penghulu, sekolah, dan lokasi strategis lainnya sebagai upaya memperluas ruang hijau desa.

Penghulu Desa Sungai Besar, Antok Sutomo, S.Sos., M.I.P., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Universitas Riau melalui program tersebut.

"Harapannya jelas, semoga bibit yang kita tanam hari ini melalui distribusi adik-adik KKN dapat tumbuh dan berbuah. Komoditas ini masih sangat sedikit di Desa Sungai Besar. Untuk durian sendiri, baru beberapa waktu lalu ada yang berhasil berbuah di sini. Mudah-mudahan ke depan pohon-pohon ini bisa menghasilkan sehingga Desa Sungai Besar menjadi salah satu desa penghasil durian dan jengkol," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Program penghijauan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Kehadiran tanaman buah produktif diharapkan mampu menjadi alternatif sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa pada masa mendatang.

Penanaman bibit
Penanaman bibit — Dok. Pribadi

Selain program penghijauan, mahasiswa KUKERTA juga melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pendampingan digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai program tersebut tetap dijalankan meskipun desa masih menghadapi sejumlah keterbatasan infrastruktur, seperti akses jalan, ketersediaan air bersih, dan jaringan telekomunikasi yang masih memerlukan perhatian pemerintah.

Ketua KUKERTA Desa Sungai Besar, Mario Morgent, mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2023, mengatakan bahwa program penanaman pohon tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat desa.

"Penanaman pohon merupakan salah satu bentuk pengabdian kami sebagai mahasiswa dalam mendukung penghijauan lingkungan desa. Kami memilih durian karena memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga ke depan dapat menjadi produk unggulan Desa Sungai Besar dan membuat desa ini semakin dikenal oleh masyarakat luas," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Melalui program ini, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menjadi warisan hijau yang mampu mendukung pembangunan Desa Sungai Besar secara berkelanjutan.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 3 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu