ROKAN HILIR - Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di desa. Selain memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa, kegiatan KKN juga menjadi sarana berbagi ilmu, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Universitas Riau (Unri) menjadi salah satu perguruan tinggi yang secara konsisten melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) di berbagai daerah. Tahun 2026, sebanyak 10 mahasiswa KUKERTA Reguler Universitas Riau yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Amrul Khoiri, S.P., M.Si., melaksanakan pengabdian selama 40 hari di Desa Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir.
Mengusung tema "Unri Membangun Kampung", mahasiswa menjalankan berbagai program yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah kegiatan penghijauan bertajuk "Penanaman untuk Keberlanjutan: Satu Bibit untuk Hari Ini, Sejuta Manfaat untuk Masa Depan." Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA berperan sebagai fasilitator pendistribusian 800 bibit tanaman produktif, yang terdiri atas 600 bibit durian dan 200 bibit jengkol. Pemilihan kedua komoditas tersebut disesuaikan dengan karakteristik tanah di Desa Sungai Besar yang dinilai sangat cocok untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Peresmian program dilaksanakan di Kantor Penghulu Desa Sungai Besar dan dihadiri oleh Penghulu Desa Sungai Besar Antok Sutomo, S.Sos., M.I.P., Bhabinkamtibmas, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kelompok tani, serta para Ketua RT dan RW.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman secara simbolis oleh seluruh unsur yang hadir sebagai tanda dimulainya program penghijauan di Desa Sungai Besar. Selanjutnya, dari total 800 bibit yang tersedia, sebanyak 650 bibit didistribusikan kepada 650 Kepala Keluarga yang tersebar di 10 RT melalui masing-masing Ketua RT.
Sementara itu, 150 bibit sisanya akan ditanam secara bertahap sepanjang bulan Juli 2026 oleh mahasiswa KUKERTA di sejumlah fasilitas umum, seperti kawasan Kantor Penghulu, sekolah, dan lokasi strategis lainnya sebagai upaya memperluas ruang hijau desa.
Penghulu Desa Sungai Besar, Antok Sutomo, S.Sos., M.I.P., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa Universitas Riau melalui program tersebut.
"Harapannya jelas, semoga bibit yang kita tanam hari ini melalui distribusi adik-adik KKN dapat tumbuh dan berbuah. Komoditas ini masih sangat sedikit di Desa Sungai Besar. Untuk durian sendiri, baru beberapa waktu lalu ada yang berhasil berbuah di sini. Mudah-mudahan ke depan pohon-pohon ini bisa menghasilkan sehingga Desa Sungai Besar menjadi salah satu desa penghasil durian dan jengkol," ujarnya, Selasa (7/7/2026).
Program penghijauan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Kehadiran tanaman buah produktif diharapkan mampu menjadi alternatif sumber pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa pada masa mendatang.
Penanaman bibit — Dok. Pribadi
Selain program penghijauan, mahasiswa KUKERTA juga melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pendampingan digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai program tersebut tetap dijalankan meskipun desa masih menghadapi sejumlah keterbatasan infrastruktur, seperti akses jalan, ketersediaan air bersih, dan jaringan telekomunikasi yang masih memerlukan perhatian pemerintah.
Ketua KUKERTA Desa Sungai Besar, Mario Morgent, mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2023, mengatakan bahwa program penanaman pohon tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat desa.
"Penanaman pohon merupakan salah satu bentuk pengabdian kami sebagai mahasiswa dalam mendukung penghijauan lingkungan desa. Kami memilih durian karena memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga ke depan dapat menjadi produk unggulan Desa Sungai Besar dan membuat desa ini semakin dikenal oleh masyarakat luas," ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Melalui program ini, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau berharap bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menjadi warisan hijau yang mampu mendukung pembangunan Desa Sungai Besar secara berkelanjutan.