Ponorogo – Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University yang bertugas di Desa Pudak Wetan, Kabupaten Ponorogo, kembali menghadirkan program pengabdian masyarakat yang kreatif dan solutif. Melalui program kerja bertajuk “Pudak Wetan Berkisah”, mahasiswa berfokus menggali, mengidentifikasi, serta mempromosikan berbagai potensi lokal yang dimiliki desa tersebut.
Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya dokumentasi dan publikasi wilayah agar potensi-potensi tersembunyi di desa dapat dikenal lebih luas. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan yaitu pemetaan potensi wisata dan usaha masyarakat Desa Pudak Wetan yang kemudian disajikan dalam bentuk plang peta potensi desa.
Pelaksanaan program kerja “Pudak Wetan Berkisah” diselenggarakan secara intensif pada 3–9 Agustus 2026. Rentang waktu tersebut dimanfaatkan oleh tim mahasiswa untuk merampungkan seluruh rangkaian pemetaan secara langsung di lapangan.
Lokasi pelaksanaan program berpusat di seluruh wilayah Desa Pudak Wetan. Tim berkeliling ke berbagai titik strategis untuk memastikan setiap sudut desa dan potensi lokalnya dapat teridentifikasi dengan baik.
Sasaran utama program kerja ini adalah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap potensi lokal yang ada di Desa Pudak Wetan. Identifikasi tersebut mencakup pengumpulan data spasial maupun informasi mengenai karakteristik wilayah desa.
Dalam pelaksanaannya, program ini menghasilkan peta potensi Desa Pudak Wetan yang informatif. Selain itu, terdapat plang informasi fisik yang dipasang di lokasi strategis dan dilengkapi dengan QR Code yang berisi tautan langsung ke website desa.
Keberadaan plang peta potensi tersebut memudahkan masyarakat maupun pengunjung dalam memperoleh informasi mengenai potensi wisata dan usaha yang dimiliki Desa Pudak Wetan. Selain menjadi media informasi, peta potensi desa juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa sebagai sarana promosi dan pendukung upaya pengembangan potensi lokal secara lebih terarah.
Melalui program “Pudak Wetan Berkisah”, Desa Pudak Wetan kini memiliki media informasi dan promosi yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Mahasiswa KKNT Inovasi IPB berharap keberadaan peta potensi tersebut dapat mendongkrak visibilitas desa serta mendukung kemajuan masyarakat lokal ke depannya.







