Sragen – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Kelompok 96 melaksanakan program kerja individu berupa Analisis Manajemen Persediaan Berdasarkan Perputaran Barang (Fast and Slow Moving Items) di Desa Ketro, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan persediaan dalam mendukung kegiatan usaha.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Analisis Manajemen Persediaan Berdasarkan Perputaran Barang (Fast and Slow Moving Items)”. Fokus kegiatan yaitu mengenalkan pengelompokan barang berdasarkan tingkat perputarannya, yaitu fast moving items untuk barang yang cepat terjual dan slow moving items untuk barang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap kegiatan perdagangan dan kondisi persediaan barang di lingkungan masyarakat Desa Ketro. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui jenis barang yang sering dibutuhkan konsumen serta barang yang memiliki tingkat penjualan lebih rendah.
Pengelolaan persediaan penting diperhatikan karena berkaitan dengan ketersediaan barang dan penggunaan modal usaha. Barang yang cepat terjual perlu dijaga ketersediaannya, sedangkan barang yang lambat terjual perlu dikendalikan agar tidak terjadi penumpukan.
Pelaksana program kerja, Muhammad Galih Lintang Rahmadi, juga memberikan pemahaman mengenai pencatatan barang masuk dan barang keluar. Pencatatan sederhana dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi stok serta menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan waktu dan jumlah pengadaan barang.
Melalui pengelompokan fast moving items dan slow moving items, pelaku usaha dapat menentukan prioritas dalam mengelola stok. Barang yang sering terjual dapat dipantau lebih rutin, sedangkan barang yang jarang terjual dapat dievaluasi jumlah pengadaannya.
“Saya ingin mengenalkan cara sederhana dalam mengelola persediaan kepada pelaku usaha, terutama dengan membedakan barang yang cepat terjual dan barang yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terjual. Dengan pencatatan yang rutin, pelaku usaha dapat lebih mudah menentukan barang yang perlu ditambah dan barang yang perlu dikurangi,” ujar Galih.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengurangi risiko kekurangan barang maupun penumpukan persediaan. Pengelolaan stok yang lebih teratur juga dapat membantu penggunaan modal usaha menjadi lebih efisien dan mendukung kelancaran kegiatan perdagangan di Desa Ketro.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 96 berharap pengetahuan mengenai manajemen persediaan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Ketro. Pengelompokan barang berdasarkan tingkat perputaran diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengelola stok dengan lebih baik serta mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat.







