Mahasiswa Semester IV Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Posko Kelurahan Lajonga resmi mengawali kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) I dengan menyelenggarakan Seminar Awal pada Minggu, 5 Juli 2026, di Kantor Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Seminar ini digelar sebagai langkah awal proses pengambilan data primer dan sekunder yang akan digunakan untuk merumuskan lima prioritas masalah kesehatan masyarakat di wilayah tersebut, dan dihadiri oleh 15 orang peserta yang terdiri dari Kepala Kelurahan Lajonga, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kader kesehatan, dan masyarakat setempat.
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Supervisor, Dr. Nurul Syahriani Salahuddin, SKM., M.Kes., yang turut mendampingi mahasiswa selama proses PBL berlangsung. Adapun mahasiswa PBL I Posko Kelurahan Lajonga yaitu: A. Mutthohir Farid Anwar (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Latifa Mutmainna (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), Jihan Almaas Sugianto (Kesehatan Lingkungan), Djane Triwahyuni Putri (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Dwi Hafsari Irfan (Epidemiologi), Fidya Bu'tu (Manajemen Rumah Sakit), dan Husnul Khatima (Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku).
Selama pelaksanaan PBL I, mahasiswa akan berfokus pada pengumpulan data primer dan sekunder yang hasilnya akan digunakan untuk menetapkan lima prioritas masalah kesehatan masyarakat di Kelurahan Lajonga. Pengambilan data primer dilakukan melalui empat metode utama, yaitu survei ke rumah tangga terpilih, wawancara terstruktur dan diskusi bersama pemangku kepentingan setempat, serta observasi langsung terhadap kondisi lingkungan dan permukiman warga.
Acara diawali dengan sambutan dari koordinator posko, A. Mutthohir Farid Anwar, yang memperkenalkan seluruh tim mahasiswa kepada peserta seminar sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kelurahan dan masyarakat Lajonga atas sambutan yang diberikan. "Kami berharap kehadiran kami selama masa PBL ini dapat memberikan manfaat nyata, terutama dalam membantu memetakan masalah kesehatan yang paling mendesak untuk segera ditangani bersama," ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Lurah Lajonga, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa FKM Unhas serta menitipkan harapan agar mahasiswa dapat turut mensosialisasikan pentingnya kesehatan lingkungan kepada masyarakat. Beliau mengungkapkan bahwa kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah masih tergolong rendah, dengan masih banyak warga yang belum membuang sampah pada tempatnya. Beliau turut menyampaikan bahwa Kabupaten Sidrap saat ini menempati peringkat keempat kasus stunting tertinggi di Sulawesi Selatan. "Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat membantu menggencarkan program percepatan penurunan stunting sebagaimana yang diharapkan Bapak Bupati Sidrap, sekaligus mendorong kesadaran warga terkait kebersihan lingkungan," ujarnya.
Rangkaian pengumpulan data primer dan sekunder yang dilakukan mahasiswa ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena secara langsung mendukung upaya identifikasi dan penanganan masalah kesehatan seperti stunting dan kesehatan lingkungan di tingkat kelurahan. Di sisi lain, kegiatan ini turut mendukung Asta Cita poin ke-4, yaitu penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan penekanan pada aspek kesehatan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, mahasiswa sebagai calon agen perubahan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan dan gizi dalam kehidupan sehari-hari.
Praktik Belajar Lapangan (PBL) merupakan program akademik unggulan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang mendorong mahasiswa turun langsung ke tengah masyarakat untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan solusi atas permasalahan kesehatan di tingkat desa/kelurahan. Melalui program ini, FKM Unhas berkomitmen mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, sekaligus mencetak calon tenaga kesehatan masyarakat yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.







