SIAK- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 mengadakan kegiatan bertajuk "Pelatihan Bio Tani: Pembuatan Pestisida Nabati dari Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan Bawang Putih (Allium sativum L.)" pada hari Jumat, 3 Juli 2026, bertempat di Balai Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Kegiatan ini dihadiri oleh Penghulu Kampung Muara Kelantan, Bapak Wan Alzukri, S.Kom., beserta perangkat kampung, kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan masyarakat setempat sebagai peserta pelatihan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan sebagai alternatif pestisida yang aman, ramah lingkungan, dan ekonomis untuk mengendalikan hama serta penyakit tanaman.

Sambutan pembuka disampaikan oleh Penghulu Kampung Muara Kelantan, Bapak Wan Alzukri, S.Kom., yang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KUKERTA Universitas Riau atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau berharap pelatihan ini dapat menambah wawasan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar sebagai solusi pengendalian hama yang lebih sehat dan berkelanjutan. Beliau juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan penggunaan pestisida nabati sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sehingga dapat menjaga kesehatan lingkungan serta meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Sebelum penyampaian materi, peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dan mengikuti pembukaan acara. Selanjutnya, mahasiswa KUKERTA menyampaikan materi mengenai pengertian pestisida nabati, manfaat daun sirsak dan bawang putih sebagai bahan pestisida alami, serta kelebihan dan kekurangan penggunaannya. Daun sirsak dijelaskan memiliki kandungan senyawa aktif yang mampu menghambat aktivitas makan hama seperti ulat dan kutu daun, sedangkan bawang putih mengandung senyawa allicin yang berfungsi mengusir serangga serta membantu menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab penyakit tanaman. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan pestisida nabati yang tepat agar hasil pengendalian hama lebih efektif.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan pestisida nabati menggunakan daun sirsak dan bawang putih. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan pembuatan, mulai dari penyiapan bahan, pencampuran, penyaringan, hingga larutan pestisida siap digunakan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti praktik dan berkesempatan mencoba langsung proses pembuatannya. Di akhir kegiatan, peserta mengamati hasil larutan pestisida nabati yang telah dibuat serta memperoleh penjelasan mengenai cara penyimpanan dan teknik penyemprotan yang benar agar memberikan hasil yang optimal pada tanaman.

Foto Bersama Kelompok Mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau
Foto Bersama Kelompok Mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau — Dok. Pribadi

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kampung Muara Kelantan dapat menerapkan pembuatan dan penggunaan pestisida nabati secara mandiri sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman, murah, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya sistem pertanian yang sehat, berkelanjutan, serta mengurangi penggunaan pestisida kimia dalam kegiatan budidaya tanaman.