Runtut.com

Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di RW 06 Ngemplak Simongan, Langkah Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Capaian SDGs

Mahasiswa KKN-T 92 Undip membudidayakan TOGA di RW 06 Ngemplak Simongan untuk mendukung kesehatan, penghijauan, ProKlim, dan lingkungan berkelanjutan.

2 menit baca
19
Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di RW 06 Ngemplak Simongan, Langkah Mahasiswa KKN-T Undip Dukung Capaian SDGs
Dokumentasi kegiatan — Dok. Pribadi

Semarang – Dalam rangka mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan, Ellsa Damayanti, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 92 Universitas Diponegoro Tim 3, melaksanakan program kerja Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di RW 06, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat.

Program ini dilatarbelakangi oleh potensi lingkungan RW 06 yang memiliki lahan pekarangan dan pot yang dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya TOGA. Selain itu, pengurus RW, kader PKK, serta masyarakat setempat menunjukkan komitmen dan antusiasme dalam mendukung pengembangan penghijauan berbasis tanaman obat.

Meski memiliki potensi tersebut, pemanfaatan pekarangan dan pot sebagai media budidaya TOGA di wilayah ini masih belum optimal. Pengetahuan masyarakat mengenai jenis tanaman obat, manfaatnya bagi kesehatan, serta teknik penanaman dan pemeliharaan yang tepat juga masih perlu ditingkatkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menjawab kebutuhan tersebut, Ellsa Damayanti menjalankan program kerja berupa kegiatan penghijauan melalui budidaya berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA), mulai dari proses pembibitan, penanaman di pot maupun pekarangan, hingga pendampingan cara perawatan tanaman kepada warga. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan tanaman obat di lingkungan masyarakat sekaligus memperkuat pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 06.

Sasaran kegiatan ini meliputi Ketua RW, kader PKK, serta warga RW 06 Kelurahan Ngemplak Simongan. Seluruh pihak berpartisipasi aktif dalam proses penanaman dan pemeliharaan tanaman, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif untuk meningkatkan kesehatan keluarga.

Pelaksanaan program Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) ini turut mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini berkontribusi pada SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pemanfaatan tanaman obat untuk mendukung kesehatan masyarakat, SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui upaya penghijauan lingkungan permukiman, SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan Program Kampung Iklim dan peningkatan ruang hijau di lingkungan masyarakat, serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui pelestarian keanekaragaman hayati tanaman obat di tingkat rumah tangga.

Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) — Dok. Pribadi

Melalui program ini, diharapkan masyarakat RW 06 Kelurahan Ngemplak Simongan dapat terus mengembangkan budidaya Tanaman Obat Keluarga secara mandiri, sehingga tercipta lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Penulis
Ellsa Damayanti 
KKN-T 92 Tim III Universitas Diponegoro 2026
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan
Widyaningrum Utami, S.Farm., M.Clin.Pharm.,Apt


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 3 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 6 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu