SEMARANG – Kawasan permukiman padat penduduk kerap dihadapkan pada tantangan keterbatasan lahan hijau, tak terkecuali di lingkungan RW 06, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat. Merespons kondisi tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 92 Universitas Diponegoro Tim III, Hizkia Pascal Riwanto, melaksanakan program kerja bertajuk "Penghijauan Tumbuhan Ketahanan Pangan melalui Pembibitan". Program ini hadir sebagai langkah solutif untuk memberdayakan masyarakat agar tetap produktif memenuhi kebutuhan pangan melalui pemanfaatan ruang yang ada.
Tantangan utama di kawasan RW 06 terletak pada minimnya area pekarangan pribadi akibat padatnya bangunan rumah warga. Namun, dari hasil observasi, terdapat potensi lingkungan yang sangat baik berupa ketersediaan area komunal, seperti area Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yang dapat dioptimalkan penggunaannya. Berbekal tingginya antusiasme serta dukungan penuh dari pengurus RW setempat, area bersama tersebut dimanfaatkan sebagai titik fokus penanaman berbagai komoditas pangan yang fungsional, sebuah langkah nyata yang sejalan dengan tujuan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas pada kegiatan penanaman bibit secara gotong royong. Program ini menggunakan metode penghijauan terpadu yang diiringi dengan edukasi dan pendampingan pemeliharaan bagi warga. Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga dan merawat tanaman di area komunal guna mendukung ketahanan pangan lingkungan. Melalui edukasi ini, warga diajak untuk melihat bahwa penanaman tumbuhan pangan di area bersama bukan sekadar sarana penghijauan, melainkan wujud implementasi SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) yang bertujuan untuk memenuhi ketersediaan bahan pangan secara mandiri.
Guna memastikan hasil panen relevan dengan kebutuhan harian warga, jenis bibit yang ditanam difokuskan pada komoditas pangan. Berbagai tanaman yang kini ditanam dan dirawat bersama di area tersebut meliputi cabai rawit, cabai merah, bayam, kangkung, kemangi, daun katuk, terong, kucai, kenikir, belimbing wuluh, dan jeruk limau. Melalui inisiatif berkelanjutan ini, diharapkan semangat gotong royong warga RW 06 Ngemplak Simongan dalam merawat area penanaman komunal dapat terus terjaga, sekaligus menjadi inspirasi kemandirian pangan di tingkat lokal yang berkontribusi pada target pembangunan berkelanjutan global.
Penulis
Hizkia Pascal Riwanto
KKN-T 92 Tim III Universitas Diponegoro 2026
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan
Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt.







