Runtut.com

Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Edukasi Pemanfaatan Eco Enzyme sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dalam Mendukung Program Kampung Iklim di Kelurahan Ngemplak Simongan

Mahasiswa KKN-T 92 Undip edukasi warga RW 07 Ngemplak Simongan mengolah limbah organik menjadi eco enzyme sebagai pupuk cair ramah lingkungan.

3 menit baca
10
Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Edukasi Pemanfaatan Eco Enzyme sebagai Solusi Pengelolaan Sampah Organik dalam Mendukung Program Kampung Iklim di Kelurahan Ngemplak Simongan
Edukasi Pemanfaatan Eco Enzyme Pemanfaatan Eco Enzyme — Dok. Pribadi

Pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Padahal, limbah organik yang dihasilkan setiap hari memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 92 Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi mengenai pemanfaatan eco enzyme sebagai bagian dari implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 07, Jalan Gedung Batu Utara II, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, pada Minggu 26 Juli 2026.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Melalui edukasi ini, mahasiswa berharap masyarakat tidak lagi memandang limbah organik sebagai sampah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Kegiatan diikuti oleh 30 warga sekitar RW 07. Dalam workshop tersebut, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai pengertian eco enzyme, bahan-bahan yang digunakan, proses pembuatannya, serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari hasil fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran.

Sebagai contoh penerapan yang mudah dilakukan oleh masyarakat, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan eco enzyme sebagai pupuk cair organik. Warga diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan eco enzyme sebagai pupuk pendukung untuk membantu menyuburkan tanaman. Melalui contoh sederhana tersebut, masyarakat dapat memahami bahwa limbah organik yang selama ini dibuang ternyata memiliki nilai guna yang tinggi apabila dikelola dengan tepat.

Untuk menunjang penyampaian materi, mahasiswa juga membagikan leaflet edukatif yang berisi informasi mengenai pengertian eco enzyme, bahan-bahan yang diperlukan, langkah-langkah pembuatannya, serta cara pemanfaatannya sebagai pupuk cair. Leaflet tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sehingga manfaat dari kegiatan ini dapat terus dirasakan.

Program ini dilatarbelakangi oleh potensi limbah organik rumah tangga yang cukup melimpah di lingkungan masyarakat, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kurangnya pemahaman mengenai pengolahan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat menyebabkan sebagian besar sampah organik masih berakhir sebagai limbah. Oleh karena itu, edukasi mengenai eco enzyme menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi sampah sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang lebih bijaksana.

Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung melalui sesi diskusi dan tanya jawab mengenai manfaat serta cara pembuatan eco enzyme. Salah satu perwakilan warga RW 07 menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro.

"Terima kasih banyak untuk mahasiswa KKN-T Undip yang telah memberikan edukasi kepada warga RW 07. Dengan adanya sesi sharing mengenai eco enzyme ini, kami yang sebelumnya belum terlalu memahami tentang pemanfaatan eco enzyme menjadi lebih paham. Kegiatannya juga sangat menarik karena kami diberikan leaflet sebagai bahan bacaan sekaligus panduan untuk praktik secara mandiri di rumah," ungkap salah satu perwakilan warga RW 07.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan eco enzyme sebagai pupuk cair organik yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola limbah organik secara lebih bijak sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Program pemanfaatan eco enzyme ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro dalam mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kelurahan Ngemplak Simongan. Selain mendorong pengurangan sampah organik rumah tangga, program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan limbah yang berkelanjutan serta SDGs 13 (Climate Action) melalui peningkatan kesadaran masyarakat terhadap aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

Penulis
Annisa Rahmawati 
KKN Tematik - 92 Universitas Diponegoro 2026
Program Studi Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 hari lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 6 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 1 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 2 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu