Pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Padahal, limbah organik yang dihasilkan setiap hari memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 92 Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi mengenai pemanfaatan eco enzyme sebagai bagian dari implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di RW 07, Jalan Gedung Batu Utara II, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, pada Minggu 26 Juli 2026.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik yang memiliki berbagai manfaat bagi kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Melalui edukasi ini, mahasiswa berharap masyarakat tidak lagi memandang limbah organik sebagai sampah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.
Kegiatan diikuti oleh 30 warga sekitar RW 07. Dalam workshop tersebut, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai pengertian eco enzyme, bahan-bahan yang digunakan, proses pembuatannya, serta berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari hasil fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran.
Sebagai contoh penerapan yang mudah dilakukan oleh masyarakat, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan eco enzyme sebagai pupuk cair organik. Warga diberikan penjelasan mengenai cara penggunaan eco enzyme sebagai pupuk pendukung untuk membantu menyuburkan tanaman. Melalui contoh sederhana tersebut, masyarakat dapat memahami bahwa limbah organik yang selama ini dibuang ternyata memiliki nilai guna yang tinggi apabila dikelola dengan tepat.
Untuk menunjang penyampaian materi, mahasiswa juga membagikan leaflet edukatif yang berisi informasi mengenai pengertian eco enzyme, bahan-bahan yang diperlukan, langkah-langkah pembuatannya, serta cara pemanfaatannya sebagai pupuk cair. Leaflet tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sehingga manfaat dari kegiatan ini dapat terus dirasakan.
Program ini dilatarbelakangi oleh potensi limbah organik rumah tangga yang cukup melimpah di lingkungan masyarakat, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kurangnya pemahaman mengenai pengolahan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat menyebabkan sebagian besar sampah organik masih berakhir sebagai limbah. Oleh karena itu, edukasi mengenai eco enzyme menjadi salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi sampah sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengelolaan limbah yang lebih bijaksana.







