Runtut.com

BELAJAR KELOLA UANG SEJAK DINI, MAHASISWA KKN-T IPB AJAK SISWA SMP BEDAKAN KEBUTUHAN DAN KEINGINAN

Mahasiswa KKN-T IPB edukasi siswa SMP di Desa Bojong, Bandung kelola uang saku lewat SAKU CERDAS guna cegah perilaku konsumtif dan FOMO sejak dini.

2 menit baca
8
BELAJAR KELOLA UANG SEJAK DINI, MAHASISWA KKN-T IPB AJAK SISWA SMP BEDAKAN KEBUTUHAN DAN KEINGINAN
Dokumentasi bersama — Dok. Tim KKN-T IPB

Mahasiswa KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) Inovasi IPB University melaksanakan program SAKU CERDAS (Sadar Keuangan Generasi Cerdas) yang berfokus pada pengenalan pengelolaan keuangan sederhana sehari-hari kepada Siswa/Siswi SMP Mathla’ul Anwar di Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Di tengah maraknya tren yang tersebar di berbagai sosial media dan kemudahan akses internet untuk mencari hiburan, khawatir akan menimbulkan perilaku konsumtif dan FOMO (Fear of Missing Out) pada anak-anak yang menyebabkan peningkatan keinginan membeli barang yang sedang viral, melakukan top up game secara berlebih serta mengeluarkan uang tanpa pertimbangan lebih lanjut, maka kemampuan mengelola keuangan sehari-hari menjadi salah satu tantangan bagi anak-anak saat ini.

Tim KKN-T IPB melaksanakan program dalam beberapa tahap, di minggu pertama kehadiran di Desa Bojong, Tim KKN-T IPB melakukan survey ke sekolah terkait yaitu SMP Mathla’ul Anwar yang berada di Kampung Cibisoro. Hari itu Tim KKN-T IPB melakukan perkenalan sekaligus perjanjian kerja sama dengan Kepala Sekolah. Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan program yang dilakukan selama 4 hari terhitung sejak Senin (03/08/2026) hingga Kamis (6/08/2026). Tim KKN-T IPB berhasil mengajar ke semua kelas di SMP tersebut.

Pada program ini Tim KKN-T menyampaikan berbagai materi yang meliputi definisi uang dan FOMO, pengertian kebutuhan vs keinginan, rumus mengatur keuangan, informasi terkait uang digital serta cara menjaga keamanan dompet digital. Selain itu dalam proses pembelajaran juga dilakukan berbagai studi kasus serta tantangan pilah pilih untuk memperkuat pemahaman siswa melalui permainan kelompok.

Para siswa memegang beberapa kartu yang berisi tentang keinginan dan kebutuhan, kemudian para siswa diminta berdiskusi untuk mengelompokkan keinginan dan kebutuhan. Melalui permainan ini, para siswa tidak hanya menerima materi namun juga diajak untuk mempertimbangkan alasan dibalik setiap keputusan pengeluaran. Sesi ini berlangsung secara interaktif antar sesama siswa saat berdiskusi dan menyampaikan alasan atas pilihan kelompok. Melalui sesi ini Tim KKN-T IPB memperkenalkan konsep literasi keuangan dengan metode yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa.

Antusiasme siswa sangat terlihat ketika mengikuti permainan “Tantangan Pilah Pilih” saat berdiskusi dalam kelompok. Dari kegiatan tersebut, siswa mampu mengidentifikasi beberapa contoh kebutuhan dan keinginan sehari-hari, seperti kuota internet untuk sekolah, top up game hingga pembelian barang-barang atau hiburan yang sedang tren.

Selain berfokus pada mengidentifikasikan kebutuhan dan keinginan, siswa juga dikenalkan dengan metode 50/30/20 sebagai salah satu cara sederhana dalam mengatur uang saku dengan membagi uang untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan.

Melalui program ini, Tim KKN-T IPB berharap siswa tidak hanya paham cara membedakan kebutuhan dan keinginan selama proses pembelajaran berlangsung, namun juga dapat menerapkan ilmunya ketika mengelola uang saku sehari-hari. Edukasi terkait mengelola uang saku sejak dini diharapkan dapat membantu siswa membangun kebiasaan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan penuh pertimbangan.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 3 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 3 minggu lalu