Ngawi, 24 Agustus 2026 – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menjalankan usaha. Tidak hanya pelaku bisnis di perkotaan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan pun dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 45 menggelar sosialisasi bertajuk "MELAJU: Membangun Produk Layak Jual UMKM" dengan Dosen Pembimbing yaitu Adi Setiawan, SP., MP., Ph.D. di Balai Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Senin (24/8). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung transformasi digital masyarakat melalui peningkatan kapasitas pemasaran berbasis teknologi.
Sosialisasi diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Jeblogan. Kehadiran peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk mempelajari strategi pemasaran digital yang kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD berharap masyarakat tidak hanya memahami teori pemasaran, tetapi juga mampu mempraktikkan berbagai platform digital sebagai media promosi dan penjualan.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan program kerja MMD yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam sesi pembuka, tim mahasiswa menjelaskan bahwa perkembangan media sosial dan marketplace telah membuka peluang yang sangat luas bagi UMKM untuk menjangkau konsumen tanpa dibatasi wilayah. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila pelaku usaha memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola pemasaran digital.
Materi pertama disampaikan oleh Reyra yang mengangkat tema strategi marketing untuk UMKM. Pada sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya mengenali target pasar sebelum menentukan strategi promosi. Selain itu, dijelaskan pula mengenai konsep branding sebagai identitas produk yang mampu membedakan suatu usaha dari kompetitor. Reyra juga memberikan berbagai contoh sederhana mengenai cara membuat konten promosi yang menarik, memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan, serta membangun kepercayaan konsumen melalui penyajian informasi produk yang jelas dan konsisten.
"Produk yang bagus akan lebih mudah dikenal jika dipasarkan dengan strategi yang tepat. Digital marketing bukan hanya soal berjualan di internet, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan dengan pelanggan," ujar Reyra saat menyampaikan materi kepada peserta.
Setelah memahami dasar-dasar pemasaran, sesi berikutnya dilanjutkan oleh Shifa dengan materi mengenai pemanfaatan Marketplace Shopee. Dalam pemaparannya, Shifa menjelaskan langkah-langkah membuat akun toko, mengatur profil toko yang menarik, mengunggah produk dengan foto berkualitas, menyusun deskripsi yang informatif, hingga menentukan harga dan ongkos kirim. Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada berbagai fitur yang tersedia di Shopee, seperti voucher toko, gratis ongkir, dan promosi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peluang penjualan.
"Saat ini, berjualan tidak harus memiliki toko fisik. Dengan memanfaatkan marketplace seperti Shopee, pelaku UMKM dapat memasarkan produknya kepada konsumen di berbagai daerah hanya melalui telepon genggam. Marketplace menjadi peluang bagi usaha kecil untuk berkembang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membuka toko offline," jelas Shifa.
Melalui penyampaian yang sederhana dan disertai demonstrasi langsung, peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan mudah. Beberapa peserta bahkan langsung mencoba membuat akun toko dan bertanya mengenai kendala yang selama ini mereka hadapi saat memasarkan produk secara daring. Pendampingan secara langsung ini membuat suasana pelatihan menjadi lebih interaktif dan aplikatif.








