Runtut.com

MELAJU Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Jeblogan, Mahasiswa MMD UB Bekali Pelaku Usaha dengan Strategi Pemasaran Modern

Mahasiswa MMD Universitas Brawijaya menggelar sosialisasi digital marketing, Shopee,& TikTok Affiliate untuk meningkatkan daya saing UMKM Desa Jeblogan, Ngawi

5 menit baca
17
MELAJU Dorong Transformasi Digital UMKM Desa Jeblogan, Mahasiswa MMD UB Bekali Pelaku Usaha dengan Strategi Pemasaran Modern
Tim Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 45 — Dok. Pribadi

Ngawi, 24 Agustus 2026 – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menjalankan usaha. Tidak hanya pelaku bisnis di perkotaan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan pun dituntut untuk mampu beradaptasi agar tetap kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 45 menggelar sosialisasi bertajuk "MELAJU: Membangun Produk Layak Jual UMKM" dengan Dosen Pembimbing yaitu Adi Setiawan, SP., MP., Ph.D. di Balai Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, pada Senin (24/8). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mendukung transformasi digital masyarakat melalui peningkatan kapasitas pemasaran berbasis teknologi.

Sosialisasi diikuti oleh 22 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan pelaku UMKM Desa Jeblogan. Kehadiran peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk mempelajari strategi pemasaran digital yang kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD berharap masyarakat tidak hanya memahami teori pemasaran, tetapi juga mampu mempraktikkan berbagai platform digital sebagai media promosi dan penjualan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengenalan program kerja MMD yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam sesi pembuka, tim mahasiswa menjelaskan bahwa perkembangan media sosial dan marketplace telah membuka peluang yang sangat luas bagi UMKM untuk menjangkau konsumen tanpa dibatasi wilayah. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila pelaku usaha memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam mengelola pemasaran digital.

Materi pertama disampaikan oleh Reyra yang mengangkat tema strategi marketing untuk UMKM. Pada sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya mengenali target pasar sebelum menentukan strategi promosi. Selain itu, dijelaskan pula mengenai konsep branding sebagai identitas produk yang mampu membedakan suatu usaha dari kompetitor. Reyra juga memberikan berbagai contoh sederhana mengenai cara membuat konten promosi yang menarik, memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan, serta membangun kepercayaan konsumen melalui penyajian informasi produk yang jelas dan konsisten.

"Produk yang bagus akan lebih mudah dikenal jika dipasarkan dengan strategi yang tepat. Digital marketing bukan hanya soal berjualan di internet, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan hubungan dengan pelanggan," ujar Reyra saat menyampaikan materi kepada peserta.

Setelah memahami dasar-dasar pemasaran, sesi berikutnya dilanjutkan oleh Shifa dengan materi mengenai pemanfaatan Marketplace Shopee. Dalam pemaparannya, Shifa menjelaskan langkah-langkah membuat akun toko, mengatur profil toko yang menarik, mengunggah produk dengan foto berkualitas, menyusun deskripsi yang informatif, hingga menentukan harga dan ongkos kirim. Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada berbagai fitur yang tersedia di Shopee, seperti voucher toko, gratis ongkir, dan promosi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peluang penjualan.

"Saat ini, berjualan tidak harus memiliki toko fisik. Dengan memanfaatkan marketplace seperti Shopee, pelaku UMKM dapat memasarkan produknya kepada konsumen di berbagai daerah hanya melalui telepon genggam. Marketplace menjadi peluang bagi usaha kecil untuk berkembang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membuka toko offline," jelas Shifa.

Melalui penyampaian yang sederhana dan disertai demonstrasi langsung, peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan mudah. Beberapa peserta bahkan langsung mencoba membuat akun toko dan bertanya mengenai kendala yang selama ini mereka hadapi saat memasarkan produk secara daring. Pendampingan secara langsung ini membuat suasana pelatihan menjadi lebih interaktif dan aplikatif.

Materi terakhir disampaikan oleh Nafila, yang memperkenalkan TikTok Affiliate sebagai salah satu peluang pemasaran digital yang sedang berkembang pesat. Pada sesi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai mekanisme program affiliate, mulai dari cara bergabung, memilih produk yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pasar, hingga membuat konten promosi yang menarik untuk meningkatkan peluang memperoleh komisi dari setiap transaksi yang berhasil dilakukan melalui tautan affiliate.

"Program TikTok Affiliate memberikan peluang bagi siapa saja untuk memperoleh penghasilan tambahan, bahkan tanpa harus memiliki produk sendiri. Cukup dengan kreativitas dalam membuat konten yang menarik, masyarakat dapat mempromosikan produk orang lain dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan. Ini menjadi kesempatan yang sangat relevan, terutama bagi ibu rumah tangga maupun masyarakat yang ingin memulai usaha dari rumah dengan modal yang minim," terang Nafila.

Nafila juga menjelaskan bahwa TikTok tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu platform pemasaran yang efektif bagi pelaku usaha. Dengan kreativitas dalam membuat konten, siapa pun memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada lebih banyak calon konsumen sekaligus membuka peluang memperoleh penghasilan secara fleksibel dari rumah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari cara meningkatkan jumlah pengunjung toko di marketplace, membuat konten yang menarik di media sosial, hingga strategi agar produk lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli. Diskusi yang berlangsung hangat menunjukkan bahwa para peserta memiliki keinginan kuat untuk mulai menerapkan pemasaran digital dalam mengembangkan usaha mereka dan sesi diskusi tersebut diakhiri dengan pemberian doorprize kepada peserta yang paling aktif.


Salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.

"Materi yang diberikan sangat mudah dipahami dan langsung bisa dipraktikkan. Selama ini kami hanya menjual produk kepada tetangga atau melalui WhatsApp. Setelah mengikuti sosialisasi ini, kami jadi lebih percaya diri untuk mencoba memasarkan produk melalui Shopee dan TikTok," ungkap salah satu peserta dari kelompok PKK Desa Jeblogan.

Melalui kegiatan MELAJU: Membangun Produk Layak Jual UMKM, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat masyarakat untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kemampuan memanfaatkan media digital diharapkan mampu membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai jual produk, serta membuka peluang usaha yang lebih besar di masa mendatang.

Foto bersama penyerahan cenderamata
Foto bersama penyerahan cenderamata — Dok. Pribadi

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa MMD Universitas Brawijaya kepada masyarakat. Dengan menggabungkan edukasi, praktik, dan pendampingan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan UMKM Desa Jeblogan yang lebih inovatif, mandiri, dan siap bersaing di era ekonomi digital. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, serta masyarakat diharapkan terus terjalin sehingga transformasi digital tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Jeblogan.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 3 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 4 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu