Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Prestasi (KKN-P) 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu "Si Peka: Psikoedukasi Pencegahan Perilaku Bullying melalui Peningkatan Empati" di SD Inpres Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (22/07). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WITA ini menyasar siswa kelas IV sebagai upaya menumbuhkan empati sekaligus mencegah potensi bullying di lingkungan sekolah.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Prestasi (KKN-P) 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu "Si Peka: Psikoedukasi Pencegahan Perilaku Bullying melalui Peningkatan Empati" di SD Inpres Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (22/07). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 WITA ini menyasar siswa kelas IV sebagai upaya menumbuhkan empati sekaligus mencegah potensi bullying di lingkungan sekolah.
Senada dengan hal tersebut, salah satu guru SD Inpres Paccerakkang turut mengungkapkan bahwa edukasi terkait bullying memang diperlukan di sekolah ini. "Edukasi semacam ini memang sangat diperlukan mengingat di usia-usia ini, siswa memang sering saling mengejek. Awalnya cuma bercanda, tapi lama-kelamaan bisa mengarah ke bullying, seperti mengejek nama, pekerjaan orang tua, dan semacamnya," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengikuti serangkaian aktivitas, mulai dari pembukaan sekaligus sebagai pengenalan dan membangun hubungan dengan siswa kelas IV SD Inpres Paccerakkang, pengisian pre-test, ice breaking "Tebak Ekspresi Perasaan" untuk melatih pengenalan emosi, penyampaian materi tentang pengertian, bentuk, dan dampak bullying, bernyanyi bersama lagu "Di Sini Teman, Di Sana Teman", hingga diskusi cerita bergambar mengenai situasi bullying. Sesi kemudian ditutup dengan pengisian post-test serta penandatanganan Lembar Komitmen "Janji Teman Baik" oleh seluruh peserta sebagai bentuk ikrar untuk saling menghargai sesama teman. Melalui program ini, mahasiswa KKN-P berharap siswa dapat lebih memahami pentingnya sikap empati dalam pertemanan, sehingga potensi bullying di lingkungan sekolah dapat ditekan sejak dini dan tercipta suasana belajar yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh siswa.







