Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pembuatan biopori dengan memanfaatkan botol plastik bekas di RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kampung Iklim (ProKlim) ini dibimbing oleh Widyaningrum Utami, S.Farm., M.Clin.Pharm., Apt. serta melibatkan pengurus RW dan masyarakat setempat. Program ini bertujuan meningkatkan daya resap air ke dalam tanah sekaligus mendorong pemanfaatan kembali botol plastik bekas yang masih memiliki nilai guna.
Wilayah RW 07 memiliki potensi untuk menerapkan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui Program Kampung Iklim. Namun, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air, terutama saat curah hujan tinggi. Di sisi lain, botol plastik bekas yang banyak dijumpai di lingkungan sekitar juga dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak langsung menjadi sampah. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T 92 Tim III Undip mengajak masyarakat membuat biopori dengan memanfaatkan botol plastik bekas sebagai pelindung pada bagian atas lubang biopori.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pengurus RW 07 untuk menentukan titik pemasangan biopori. Selanjutnya, mahasiswa bersama warga membuat lubang biopori, memasang botol plastik bekas pada mulut lubang, kemudian mengisinya dengan daun kering, sisa sayuran, dan limbah organik rumah tangga lainnya. Botol plastik yang digunakan berfungsi menjaga mulut lubang agar tidak mudah tertutup tanah atau sampah, sekaligus memudahkan proses pengisian dan perawatan biopori secara berkala. Selain praktik pembuatan biopori, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai fungsi biopori, cara pengisian, serta perawatan yang perlu dilakukan secara rutin agar biopori tetap berfungsi dengan baik dalam mengurangi volume sampah organik maupun meningkatkan resapan air ke dalam tanah.







