Runtut.com

Mahasiswa KKN-T 92 UNDIP Kolaborasikan Biopori Botol Bekas dan Fermentasi Air Cucian Beras untuk Kelola Sampah Organik di Semarang

Mahasiswa KKN-T 92 Tim II UNDIP menghadirkan inovasi biopori botol bekas dan fermentasi air cucian beras untuk mengelola sampah organik

2 menit baca
11
Mahasiswa KKN-T 92 UNDIP Kolaborasikan Biopori Botol Bekas dan Fermentasi Air Cucian Beras untuk Kelola Sampah Organik di Semarang
Proses pembuatan kompos menggunakan biopori — Dok. Pribadi

Semarang – Upaya pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat terus didorong melalui berbagai inovasi sederhana yang mudah diterapkan. Hal tersebut diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 92 Tim II Universitas Diponegoro yang melaksanakan program kolaboratif antara pembuatan kompos menggunakan biopori berbahan botol plastik bekas pada pot tanaman dengan pemanfaatan fermentasi air cucian beras sebagai pupuk organik di RW 07 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Program yang dibimbing oleh Widyaningrum Utami, S.Farm., M.Clin.Pharm., Apt. ini merupakan bagian dari implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung penghijauan lingkungan melalui teknologi sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan di tingkat rumah tangga.

Melihat masih banyaknya limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal, mahasiswa KKN-T 92 Tim II berkolaborasi menghadirkan dua inovasi yang saling melengkapi. Inovasi pertama berupa biopori mini yang dibuat dari botol plastik bekas dan dipasang langsung pada pot tanaman. Media tersebut diisi dengan sampah organik, seperti sisa sayuran dan daun kering, sehingga dapat terurai menjadi kompos yang langsung menyuplai unsur hara bagi tanaman. Sementara itu, inovasi kedua memanfaatkan air cucian beras yang difermentasi menjadi starter pupuk kompos agar proses pembuatan pupuk lebih cepat. Produk ini berguna untuk membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi limbah cair rumah tangga.

Pembuatan kompos menggunakan biopori
Pembuatan kompos menggunakan biopori — Dok. Pribadi

Kedua program tersebut dilaksanakan secara bersamaan dalam satu rangkaian kegiatan sebagai bentuk kolaborasi antarprogram mahasiswa KKN-T 92 Universitas Diponegoro. Selain melakukan demonstrasi secara langsung, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya pemilahan sampah organik, proses pembuatan kompos, teknik fermentasi air cucian beras, hingga cara pemanfaatannya dalam perawatan tanaman. Agar informasi dapat dipahami dan diterapkan secara mandiri, mahasiswa turut membagikan leaflet yang memuat tahapan pembuatan, manfaat, serta petunjuk penggunaan kedua inovasi tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga tidak hanya menyaksikan demonstrasi, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai cara pengolahan sampah organik yang praktis dan sesuai dengan kondisi rumah masing-masing. Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

Melalui program kolaboratif ini, mahasiswa KKN-T 92 Universitas Diponegoro berharap masyarakat RW 07 mampu menerapkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah. Sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat implementasi Program Kampung Iklim sehingga tercipta lingkungan yang lebih hijau, bersih, produktif, dan berkelanjutan.

Penulis
Michele Allea Nesha Dwiandra
KKNT-92 Tim III Undip 2026
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan
Widyaningrum Utami, S.Farm., M.Clin.Pharm., Apt.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 3 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 4 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu