Kabupaten Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 21 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai pada Jumat, 24 Juli 2026, di Aula Kantor Desa Margagiri, Kabupaten Serang. Kegiatan yang diketuai oleh Rafli ini menghadirkan Putri Melta Sari, S.Sos., seorang Environmental Enthusiast, kreator digital, Awardee JIVA Catalyst, dan anggota Trash Ranger Indonesia, sebagai pemateri yang membagikan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi mahasiswa KKM yang menuoonjukkan bahwa Desa Margagiri telah memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik. Sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat tidak lagi dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan telah dikelola secara mandiri menggunakan insinerator milik desa. Meskipun demikian, berdasarkan hasil diskusi bersama pengelola Bank Sampah Desa Margagiri, masih diperlukan inovasi produk yang mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah sekaligus menjadi produk unggulan desa.
Ketua pelaksana kegiatan, Rafli, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai upaya memberikan alternatif pemanfaatan limbah plastik agar memiliki nilai tambah. “Setelah kami melakukan observasi lebih lanjut, Desa Margagiri saat ini sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik. Sampah yang dihasilkan masyarakat tidak lagi dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dikelola secara mandiri menggunakan insinerator yang dimiliki desa. Meski demikian, berdasarkan hasil diskusi dengan pengelola Bank Sampah Desa Margagiri, masih diperlukan inovasi produk yang dapat menjadi ciri khas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang telah dikumpulkan,” ujar Rafli.

Dalam penyampaian materi, Putri Melta Sari, S.Sos., memperkenalkan inovasi pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai, seperti ecopaving serta furnitur plastik berupa kursi dan meja. Ia menjelaskan bahwa sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, mahasiswa KKM Kelompok 21 telah melakukan beberapa kali uji coba (trial and error) untuk memperoleh metode pengolahan dan komposisi bahan yang menghasilkan produk yang lebih kuat, padat, dan layak digunakan.








