Runtut.com

Mahasiswa KKM UNTIRTA Kelompok 21 Sosialisasikan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai di Desa Margagiri

Mahasiswa KKM UNTIRTA mengenalkan inovasi ecopaving dan furnitur plastik dari limbah rumah tangga di Desa Margagiri untuk mendukung ekonomi sirkular dan lingkun

2 menit baca
25
Mahasiswa KKM UNTIRTA Kelompok 21 Sosialisasikan Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai di Desa Margagiri
Foto bersama — Dok Pribadi

Kabupaten Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 21 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Produk Bernilai pada Jumat, 24 Juli 2026, di Aula Kantor Desa Margagiri, Kabupaten Serang. Kegiatan yang diketuai oleh Rafli ini menghadirkan Putri Melta Sari, S.Sos., seorang Environmental Enthusiast, kreator digital, Awardee JIVA Catalyst, dan anggota Trash Ranger Indonesia, sebagai pemateri yang membagikan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. 

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi mahasiswa KKM yang menuoonjukkan bahwa Desa Margagiri telah memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik. Sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat tidak lagi dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan telah dikelola secara mandiri menggunakan insinerator milik desa. Meskipun demikian, berdasarkan hasil diskusi bersama pengelola Bank Sampah Desa Margagiri, masih diperlukan inovasi produk yang mampu meningkatkan nilai ekonomi limbah sekaligus menjadi produk unggulan desa. 

Ketua pelaksana kegiatan, Rafli, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai upaya memberikan alternatif pemanfaatan limbah plastik agar memiliki nilai tambah. “Setelah kami melakukan observasi lebih lanjut, Desa Margagiri saat ini sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang cukup baik. Sampah yang dihasilkan masyarakat tidak lagi dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), melainkan dikelola secara mandiri menggunakan insinerator yang dimiliki desa. Meski demikian, berdasarkan hasil diskusi dengan pengelola Bank Sampah Desa Margagiri, masih diperlukan inovasi produk yang dapat menjadi ciri khas sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah yang telah dikumpulkan,” ujar Rafli. 

penyampaian materi, Putri Melta Sari, S.Sos.
penyampaian materi, Putri Melta Sari, S.Sos. — Dok. Pribadi

Dalam penyampaian materi, Putri Melta Sari, S.Sos., memperkenalkan inovasi pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai, seperti ecopaving serta furnitur plastik berupa kursi dan meja. Ia menjelaskan bahwa sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, mahasiswa KKM Kelompok 21 telah melakukan beberapa kali uji coba (trial and error) untuk memperoleh metode pengolahan dan komposisi bahan yang menghasilkan produk yang lebih kuat, padat, dan layak digunakan. 

Tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, kegiatan sosialisasi juga diisi dengan demonstrasi proses pembuatan ecopaving dan furnitur plastik. Masyarakat diajak melihat secara langsung tahapan pengolahan limbah plastik hingga menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali. Selain itu, sesi diskusi berlangsung interaktif dengan banyaknya pertanyaan dan masukan dari peserta mengenai proses produksi, kualitas produk, hingga peluang pemasaran di masa mendatang. 

Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Desa Margagiri. Mahasiswa KKM berharap inovasi tersebut dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan limbah plastik yang sebelumnya belum memiliki nilai jual. 

Ketua KKM UNTIRTA Kelompok 21, Andre, berharap

Ecopaving dan furnitur
Ecopaving dan furnitur — Dok. Pribadi

plastik dapat menjadi inovasi baru sekaligus produk unggulan Bank Sampah Desa Margagiri. “Dengan adanya produk bernilai dari limbah plastik, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk mengelola sampah secara berkelanjutan, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat ekonomi desa berbasis pengelolaan lingkungan,” ujar Andre. 

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 4 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu