Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Yellow Trap, Tingkatkan Kesadaran Kelompok Tani terhadap Pengendalian Hama Ramah Lingkungan
Mahasiswa KKN mengenalkan Yellow Trap kepada kelompok tani melalui sosialisasi, demonstrasi, pemasangan, dan monitoring sebagai solusi pengendalian hama
Dokumentasi bersama setelah sosialisasi — Dok. Pribadi
Kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan Yellow Trap sebagai salah satu alternatif pengendalian hama tanaman telah berhasil dilaksanakan dengan lancar dan mendapat respon positif dari anggota kelompok tani. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk upaya untuk memperkenalkan teknologi sederhana yang dapat membantu petani dalam melakukan pemantauan keberadaan hama sekaligus mendukung penerapan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para anggota kelompok tani diberikan pengetahuan mengenai konsep dasar Yellow Trap, mulai dari fungsi dan manfaatnya, prinsip kerja dalam menarik serta menangkap serangga hama, hingga cara pemasangan dan penggunaannya pada area pertanian. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif sehingga peserta dapat memahami informasi yang diberikan dengan lebih mudah. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang aktif dan interaktif. Para anggota kelompok tani menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses sosialisasi berlangsung. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, mulai dari jenis hama yang dapat dipantau menggunakan Yellow Trap, efektivitas penggunaannya pada tanaman, waktu pemasangan yang tepat, hingga cara perawatan agar Yellow Trap dapat digunakan secara optimal. Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya ketertarikan dan keinginan dari petani untuk mencoba menerapkan metode tersebut di lahan pertanian mereka.
Selain kegiatan penyampaian materi, acara juga dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Yellow Trap secara langsung. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk melihat sekaligus mempraktikkan tahapan pembuatan Yellow Trap dengan menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah ditemukan. Para anggota kelompok tani ikut terlibat secara aktif dalam proses pembuatan, mulai dari persiapan alat dan bahan, proses pemasangan, hingga memahami cara penggunaan Yellow Trap di lapangan. Melalui kegiatan demonstrasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara mandiri. Dengan adanya praktik langsung, diharapkan kelompok tani mampu membuat serta memanfaatkan Yellow Trap sebagai salah satu upaya pengendalian hama yang lebih hemat, mudah dilakukan, dan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pestisida secara berlebihan.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi Yellow Trap ini berjalan dengan baik dari awal hingga akhir. Keaktifan serta semangat para anggota kelompok tani menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan kegiatan. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian acara dan menunjukkan ketertarikan untuk menerapkan inovasi sederhana tersebut dalam kegiatan pertanian mereka.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi dan demonstrasi, dilaksanakan pemasangan Yellow Trap secara langsung di lahan pertanian milik Bapak Yajid. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan hasil sosialisasi sekaligus memberikan contoh pemanfaatan Yellow Trap sebagai teknologi sederhana dalam mendukung pemantauan dan pengendalian hama tanaman secara ramah lingkungan. Proses pemasangan dilakukan oleh panitia bersama pemilik lahan sesuai dengan titik-titik yang telah ditentukan. Selama proses berlangsung, pemasangan dilakukan dengan memperhatikan posisi dan ketinggian Yellow Trap agar dapat berfungsi secara optimal dalam menarik serta memantau keberadaan serangga hama di lahan pertanian.
Pemasangan yellow trap — Dok. Pribadi
Kegiatan pemasangan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman tanpa mengalami kendala. Kondisi cuaca yang mendukung serta koordinasi yang baik antara panitia dan pemilik lahan turut menunjang kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Setelah seluruh Yellow Trap terpasang, dilakukan pengecekan kembali untuk memastikan setiap perangkap terpasang dengan baik dan siap digunakan sebagai media monitoring hama. Melalui kegiatan ini, diharapkan Yellow Trap yang telah dipasang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam membantu pemantauan populasi hama di lahan pertanian.
Pada minggu berikutnya, panitia melaksanakan kegiatan monitoring terhadap Yellow Trap yang telah dipasang di lahan pertanian. Monitoring dilakukan untuk mengetahui efektivitas Yellow Trap dalam menarik dan menangkap serangga hama yang terdapat di area pertanian serta mengamati kondisi perangkap setelah digunakan selama kurang lebih satu minggu. Hasil monitoring menunjukkan bahwa Yellow Trap mampu menangkap berbagai jenis serangga yang berpotensi menjadi hama tanaman. Beberapa serangga yang ditemukan menempel pada perangkap di antaranya kutu tanaman, lalat, serta berbagai jenis serangga kecil lainnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Yellow Trap dapat berfungsi sebagai media pemantauan keberadaan hama di lahan pertanian sehingga membantu petani dalam mengidentifikasi populasi hama sejak dini. Seluruh rangkaian kegiatan monitoring berjalan dengan lancar tanpa kendala. Panitia melakukan pengamatan dan pendokumentasian hasil tangkapan pada setiap Yellow Trap sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas penerapan teknologi tersebut. Hasil monitoring ini diharapkan dapat menjadi bukti awal bahwa pemanfaatan Yellow Trap berpotensi mendukung pengendalian hama secara ramah lingkungan, sekaligus mendorong petani untuk menerapkannya secara berkelanjutan dalam kegiatan budidaya pertanian.