Runtut.com

Dorong UMKM Naik Kelas, KKN-T Kelompok 3 UMSIDA Dampingi Branding Mujair Asap Bu Nurhindun di Desa Kupang Jabon Sidoarjo

Mahasiswa KKN-T UMSIDA mendampingi UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun melalui branding, Google Maps, Canva, Facebook, TikTok, dan CapCut guna meningkatkan daya saing

3 menit baca
14
Dorong UMKM Naik Kelas, KKN-T Kelompok 3 UMSIDA Dampingi Branding Mujair Asap Bu Nurhindun di Desa Kupang Jabon Sidoarjo
Foto bersama UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun dengan KKN-T Kelompok 3 UMSIDA — Dok. Tim KKN-T Kelompok 3 UMSIDA

Sidoarjo - Upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal tersebut diwujudkan oleh KKN-T Kelompok 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) 2026 Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, melalui program Branding UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun. Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendampingi pelaku UMKM agar mampu membangun identitas usaha sekaligus memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari observasi dan pengumpulan data UMKM, pelatihan desain banner menggunakan Canva, pembuatan lokasi usaha melalui Google Maps, hingga pelatihan promosi digital melalui Facebook dan TikTok dengan memanfaatkan aplikasi CapCut.

Kegiatan diawali dengan observasi dan pengumpulan data UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi usaha serta menggali informasi mengenai produk, identitas usaha, kebutuhan promosi, dan potensi pengembangan UMKM. Hasil observasi kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan desain banner menggunakan Canva. Pelatihan ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami dasar pembuatan media promosi yang komunikatif dan menarik. Peserta didampingi dalam mengenal fitur Canva, menentukan elemen visual, menyusun informasi produk, hingga menghasilkan desain banner yang dapat digunakan sebagai media pengenalan usaha. Tidak hanya dari sisi visual, pendampingan juga diarahkan pada peningkatan visibilitas UMKM di ruang digital melalui pelatihan pembuatan lokasi usaha di Google Maps. Mahasiswa membantu melengkapi informasi yang diperlukan agar keberadaan UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat melalui pencarian lokasi secara daring.

Observasi KKN-T Kelompok 3 UMSIDA dengan UMKMMujair Asap Bu Nurhindun
Observasi KKN-T Kelompok 3 UMSIDA dengan UMKMMujair Asap Bu Nurhindun — Dok. Tim KKN-T Kelompok 3 UMSIDA

Salah satu hasil konkret dari kegiatan tersebut adalah tersedianya lokasi UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun di Google Maps. Kehadiran lokasi usaha pada platform digital tersebut diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam menemukan tempat usaha sekaligus meningkatkan peluang UMKM untuk dikenal oleh konsumen di luar lingkungan sekitar. Penguatan branding kemudian dilanjutkan melalui pelatihan promosi digital menggunakan Facebook dan TikTok. Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dalam membuat konten foto dan video produk, mempraktikkan teknik pengambilan gambar menggunakan telepon seluler, serta mengedit video promosi menggunakan CapCut. Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai proses mengunggah konten, penyusunan caption, dan penggunaan hashtag yang relevan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan media sosial secara lebih optimal sebagai sarana memperkenalkan produk Mujair Asap Bu Nurhindun kepada masyarakat yang lebih luas.

Rendi Wili Wijaksono selaku Penanggung Jawab (PJ) kegiatan menyampaikan bahwa program branding dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM. “Kami ingin pendampingan ini tidak hanya menghasilkan banner atau lokasi usaha di Google Maps, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mengembangkan usaha,” ungkap Rendi. Ia menambahkan bahwa setiap tahapan pendampingan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan UMKM agar materi yang diberikan dapat dipahami serta diterapkan secara mandiri.

Sementara itu, Sofia Oktav Ramadhani selaku anggota KKN-T Kelompok 3 mengatakan bahwa pemanfaatan media digital menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran.“Kami berharap pendampingan ini dapat membantu Bu Nurhindun mengembangkan promosi produknya secara mandiri. Dengan adanya Google Maps dan media sosial, masyarakat akan lebih mudah mengenal serta menemukan UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun,” ungkap Sofia.

Bu Nurhindun selaku pemilik UMKM Mujair Asap menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendampingan dari mahasiswa memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pengembangan usahanya. “Kegiatan ini sangat membantu pengembangan usaha saya. Saya jadi lebih mengetahui cara memanfaatkan media digital untuk mengenalkan usaha, termasuk adanya lokasi UMKM di Google Maps dan banner yang lebih menarik,” ungkap Bu Nurhindun.

Kunjungan Tim KKN-T Kelompok 3 UMSIDA
Kunjungan Tim KKN-T Kelompok 3 UMSIDA — Dok. Tim KKN-T Kelompok 3 UMSIDA

Melalui program tersebut, KKN-T Kelompok 3 UMSIDA 2026 tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong terciptanya hasil yang dapat langsung dimanfaatkan oleh UMKM. Penguatan identitas visual, keberadaan usaha pada Google Maps, serta peningkatan kemampuan promosi melalui media sosial menjadi langkah awal bagi UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun untuk beradaptasi dengan perkembangan ekosistem digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa UMSIDA. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM, teknologi digital diharapkan dapat dimanfaatkan secara sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan usaha lokal di Desa Kupang.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 3 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 4 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu