Sidoarjo - Upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Hal tersebut diwujudkan oleh KKN-T Kelompok 3 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) 2026 Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, melalui program Branding UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun. Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendampingi pelaku UMKM agar mampu membangun identitas usaha sekaligus memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari observasi dan pengumpulan data UMKM, pelatihan desain banner menggunakan Canva, pembuatan lokasi usaha melalui Google Maps, hingga pelatihan promosi digital melalui Facebook dan TikTok dengan memanfaatkan aplikasi CapCut.
Kegiatan diawali dengan observasi dan pengumpulan data UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi usaha serta menggali informasi mengenai produk, identitas usaha, kebutuhan promosi, dan potensi pengembangan UMKM. Hasil observasi kemudian digunakan sebagai dasar dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha Selanjutnya, mahasiswa memberikan pelatihan desain banner menggunakan Canva. Pelatihan ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami dasar pembuatan media promosi yang komunikatif dan menarik. Peserta didampingi dalam mengenal fitur Canva, menentukan elemen visual, menyusun informasi produk, hingga menghasilkan desain banner yang dapat digunakan sebagai media pengenalan usaha. Tidak hanya dari sisi visual, pendampingan juga diarahkan pada peningkatan visibilitas UMKM di ruang digital melalui pelatihan pembuatan lokasi usaha di Google Maps. Mahasiswa membantu melengkapi informasi yang diperlukan agar keberadaan UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat melalui pencarian lokasi secara daring.

Salah satu hasil konkret dari kegiatan tersebut adalah tersedianya lokasi UMKM Mujair Asap Bu Nurhindun di Google Maps. Kehadiran lokasi usaha pada platform digital tersebut diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam menemukan tempat usaha sekaligus meningkatkan peluang UMKM untuk dikenal oleh konsumen di luar lingkungan sekitar. Penguatan branding kemudian dilanjutkan melalui pelatihan promosi digital menggunakan Facebook dan TikTok. Dalam kegiatan ini, pelaku UMKM mendapatkan pendampingan dalam membuat konten foto dan video produk, mempraktikkan teknik pengambilan gambar menggunakan telepon seluler, serta mengedit video promosi menggunakan CapCut. Mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai proses mengunggah konten, penyusunan caption, dan penggunaan hashtag yang relevan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memanfaatkan media sosial secara lebih optimal sebagai sarana memperkenalkan produk Mujair Asap Bu Nurhindun kepada masyarakat yang lebih luas.
Rendi Wili Wijaksono selaku Penanggung Jawab (PJ) kegiatan menyampaikan bahwa program branding dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM. “Kami ingin pendampingan ini tidak hanya menghasilkan banner atau lokasi usaha di Google Maps, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mengembangkan usaha,” ungkap Rendi. Ia menambahkan bahwa setiap tahapan pendampingan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan UMKM agar materi yang diberikan dapat dipahami serta diterapkan secara mandiri.








