Runtut.com

BBK 8 UNAIR Karangmulyo Dorong Pencegahan Stunting Berbasis Pangan Lokal untuk Mendukung Pencapaian SDGs

Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga menggelar Program SIGAP di Desa Karangmulyo, Banyuwangi, untuk meningkatkan edukasi pencegahan stunting

3 menit baca
12
BBK 8 UNAIR Karangmulyo Dorong Pencegahan Stunting Berbasis Pangan Lokal untuk Mendukung Pencapaian SDGs
Dokumentasi kegiatan SIGAP — Dok. Tim KKN BBK UNAIR

Permasalahan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan anak, tetapi juga erat kaitannya dengan pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi, pola asuh, serta pemanfaatan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kondisi angka stunting yang masih cukup tinggi di Desa Karangmulyo menjadi salah satu perhatian yang mendorong Kelompok BBK 8 UNAIR Karangmulyo menghadirkan Program SIGAP atau Siap Gerak dalam Pencegahan Stunting. Program ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 di Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan stunting.

Program SIGAP juga berangkat dari masih terbatasnya pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai stunting dan proses terjadinya. Salah satu pemahaman yang perlu diperkuat adalah bahwa stunting tidak baru terjadi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi prosesnya dapat dimulai sejak masa kehamilan. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan ibu selama kehamilan dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Oleh karena itu, Program SIGAP menyasar ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, serta ibu yang memiliki balita agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.

Dalam pelaksanaannya, Program SIGAP melibatkan dan berkolaborasi dengan para kader Posyandu Desa Karangmulyo sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, para ibu diberikan pemahaman mengenai stunting, faktor-faktor penyebabnya, serta berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Kolaborasi dengan kader Posyandu diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penyampaian informasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memperhatikan kesehatan serta tumbuh kembang anak.

Program ini juga dilengkapi dengan buku saku menu sehat sederhana yang berisi rekomendasi menu berbahan pangan lokal yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Kehadiran buku saku tersebut diharapkan dapat membantu para ibu memperoleh referensi dalam menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga dengan memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Tidak hanya memberikan edukasi, SIGAP juga menghadirkan workshop pengolahan salah satu menu yang terdapat dalam buku saku. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam mengolah makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan mengenai pemenuhan gizi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua PPKBD Desa Karangmulyo, Bu Ririn, menyampaikan bahwa edukasi mengenai stunting dan pemenuhan gizi perlu terus diperkuat di tingkat keluarga. "Program SIGAP sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman para ibu mengenai pencegahan stunting. Dengan adanya edukasi dan praktik pengolahan menu sehat berbahan pangan lokal, masyarakat dapat lebih mudah menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bu Ririn, Ketua PPKBD Desa Karangmulyo.

Melalui Program SIGAP, Kelompok BBK 8 UNAIR Karangmulyo bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian para ibu serta masyarakat terhadap stunting, termasuk pemahaman mengenai faktor penyebab dan upaya pencegahannya. Peningkatan pemahaman tersebut diharapkan dapat mendorong keluarga untuk lebih memperhatikan pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak sejak masa kehamilan. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Desa Karangmulyo serta mendorong terwujudnya generasi yang tumbuh sehat dan optimal.

Program SIGAP mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemenuhan kebutuhan gizi dan pemanfaatan pangan lokal sebagai bahan makanan sehat. Selain itu, program ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya edukasi dan pencegahan stunting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu serta anak.

Berita ini mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 3 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 4 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 2 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu