Permasalahan stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan anak, tetapi juga erat kaitannya dengan pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi, pola asuh, serta pemanfaatan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kondisi angka stunting yang masih cukup tinggi di Desa Karangmulyo menjadi salah satu perhatian yang mendorong Kelompok BBK 8 UNAIR Karangmulyo menghadirkan Program SIGAP atau Siap Gerak dalam Pencegahan Stunting. Program ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2026 di Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan stunting.
Program SIGAP juga berangkat dari masih terbatasnya pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai stunting dan proses terjadinya. Salah satu pemahaman yang perlu diperkuat adalah bahwa stunting tidak baru terjadi ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi prosesnya dapat dimulai sejak masa kehamilan. Kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan ibu selama kehamilan dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Oleh karena itu, Program SIGAP menyasar ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, serta ibu yang memiliki balita agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
Dalam pelaksanaannya, Program SIGAP melibatkan dan berkolaborasi dengan para kader Posyandu Desa Karangmulyo sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu dan anak. Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, para ibu diberikan pemahaman mengenai stunting, faktor-faktor penyebabnya, serta berbagai upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini. Kolaborasi dengan kader Posyandu diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penyampaian informasi dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam memperhatikan kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Program ini juga dilengkapi dengan buku saku menu sehat sederhana yang berisi rekomendasi menu berbahan pangan lokal yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat. Kehadiran buku saku tersebut diharapkan dapat membantu para ibu memperoleh referensi dalam menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga dengan memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Tidak hanya memberikan edukasi, SIGAP juga menghadirkan workshop pengolahan salah satu menu yang terdapat dalam buku saku. Kegiatan ini memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam mengolah makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Dengan pendekatan tersebut, pengetahuan mengenai pemenuhan gizi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.







