Ngrimbi, Jombang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 29 UPN "Veteran" Jawa Timur menggelar program SWASEMBADA pangan berupa kegiatan berkebun dan sosialisasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Kegiatan berkebun berlangsung sejak 15 Juli 2026 hingga masa KKN berakhir, sementara sosialisasi POC digelar Sabtu, 1 Agustus 2026, di Dusun Dadirejo. Program ini bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sekaligus mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk bermanfaat, guna mendukung pertanian ramah lingkungan dan ketahanan pangan desa. Dalam kegiatan berkebun, mahasiswa menanam cabai, terong, tomat, serta tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe dan kunyit yang dipilih karena mudah dibudidayakan serta sesuai dengan kondisi lingkungan Desa Ngrimbi. Perawatan tanaman dilakukan melalui penyiraman rutin dan pemberian Pupuk Organik Cair (POC) untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Sosialisasi POC menjelaskan kepada warga bahwa pupuk hasil fermentasi limbah sayur dan buah dengan bioaktivator EM4 dan molase ini mampu menambah unsur hara, meningkatkan kesuburan tanaman, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sekaligus menekan limbah rumah tangga. Warga Desa Ngrimbi menyambut antusias kegiatan sosialisasi tersebut. Sejumlah peserta terlihat aktif menyimak penjelasan mahasiswa dan mengajukan pertanyaan seputar takaran bahan hingga cara mengaplikasikan POC pada tanaman. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mulai mengolah limbah organik rumah tangga secara mandiri sebagai alternatif pupuk yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Selain memberikan sosialisasi, mahasiswa KKN juga memperkenalkan Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa tong fermentasi Pupuk Organik Cair (POC) berbasis airlock sebagai inovasi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Tong fermentasi ini dirancang menggunakan wadah plastik yang dimodifikasi dengan airlock sehingga proses fermentasi berlangsung secara anaerob, lebih aman, stabil dan meminimalkan risiko kontaminasi. Melalui penerapan teknologi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair secara lebih mudah, efisien dan ramah lingkungan.







