Runtut.com

Tim KKN FSTeM Gelar Program ECO-HERO melalui Edukasi Pembuatan Eco Enzyme sebagai Langkah untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Organik di Desa Slamet

Mahasiswa KKN FSTeM Universitas Brawijaya mengedukasi ibu-ibu PKK Desa Slamet membuat eco-enzyme dari limbah organik melalui program ECOHERO

3 menit baca
19
Tim KKN FSTeM Gelar Program ECO-HERO melalui Edukasi Pembuatan Eco Enzyme sebagai Langkah untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Organik di Desa Slamet
Foto bersama setelah kegiatan — Dok. Tim KKN FSTeM UB

Desa Slamet, 6 Juli 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) melaksanakan program ECOHERO (Eco-Enzyme for Healthy Environment and Responsible Organic Waste Management) di Dusun Wiroto, Desa Slamet. Program yang merupakan program kerja utama KKN di bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Dusun Wiroto sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan eco-enzyme sebagai produk hasil fermentasi limbah organik rumah tangga yang bermanfaat bagi lingkungan.

Kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta mengenai pengelolaan sampah organik dan eco-enzyme. Selanjutnya, Tim KKN FSTeM menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik, manfaat eco-enzyme bagi rumah tangga dan lingkungan, serta tahapan pembuatannya menggunakan bahan sederhana seperti limbah buah dan sayuran, gula merah atau molase, dan air. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan wawasan sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.


Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pembuatan eco-enzyme. Dalam kegiatan ini, peserta mempelajari proses pencampuran bahan, teknik penyimpanan selama fermentasi, hingga berbagai pemanfaatan eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari, seperti sebagai pembersih alami, pupuk organik cair, dan pendukung kegiatan pertanian. Tim KKN juga membagikan leaflet edukasi serta sampel eco-enzyme yang telah siap digunakan agar peserta dapat mencoba manfaatnya secara mandiri di rumah.

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai proses fermentasi, penggunaan eco-enzyme, serta cara mengatasi kendala yang mungkin ditemui selama pembuatannya. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat peserta untuk mulai menerapkan pengelolaan limbah organik yang lebih ramah lingkungan di lingkungan rumah tangga.


Sebagai bentuk evaluasi, peserta kembali mengisi post-test setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman mengenai pengertian eco-enzyme, manfaat, bahan baku, serta cara pembuatannya mengalami peningkatan dibandingkan sebelum kegiatan. Selain itu, seluruh peserta menyatakan kesediaannya untuk mencoba membuat eco-enzyme secara mandiri di rumah.

Hasil peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti program ECOHERO berdasarkan hasil pre-test dan post-test.
Hasil peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti program ECOHERO berdasarkan hasil pre-test dan post-test. — Dok. Tim KKN FSTeM UB


Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian pre-test dan post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti program ECOHERO. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator yang diukur. Pemahaman peserta mengenai pengertian eco-enzyme meningkat dari 61,1% menjadi 100%, pengetahuan mengenai pemanfaatan kulit buah dan sisa sayuran sebagai bahan baku meningkat dari 83,3% menjadi 100%, serta pemahaman mengenai manfaat dan cara pembuatan eco-enzyme juga mengalami peningkatan hingga mencapai 100% setelah kegiatan berlangsung. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan praktik yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan eco-enzyme.

Melalui program ECOHERO, Tim KKN FSTeM berharap masyarakat Desa Slamet dapat menerapkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang sederhana, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan. Kader PKK diharapkan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masyarakat sehingga praktik pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme dapat diterapkan secara lebih luas. Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi Tim KKN FSTeM dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta mewujudkan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 3 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu