Semarang – Upaya menghemat penggunaan air melalui penerapan sistem irigasi tetes menjadi inovasi yang diperkenalkan KKNT-92 Tim II Undip 2026 kepada warga RW 05 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang dipadukan dengan komponen drip irrigation, warga diajak menerapkan penyiraman tanaman yang lebih efisien sebagai bentuk dukungan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026) di Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) RT 03 RW 05 diawali dengan penyuluhan mengenai sistem irigasi tetes, dilanjutkan demonstrasi dan praktik pemasangan alat secara langsung. Sebanyak 10 warga yang berdomisili di sekitar lokasi penanaman dipilih sebagai peserta utama karena selama ini berperan dalam perawatan kawasan penghijauan RW 05. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu melanjutkan pengelolaan dan pemeliharaan sistem irigasi setelah program KKN berakhir.
Program ini dilatarbelakangi oleh penyiraman tanaman yang masih dilakukan secara manual sehingga belum berlangsung secara rutin. Sebagai solusi, mahasiswa memperkenalkan sistem irigasi tetes sederhana menggunakan botol plastik bekas yang dipadukan dengan komponen drip irrigation berbiaya sekitar Rp2.000 per unit. Sistem tersebut mampu mengalirkan air secara perlahan sesuai kebutuhan tanaman sehingga kelembapan tanah tetap terjaga hingga sekitar tiga hari tanpa penyiraman manual setiap hari.
Sebagai bentuk implementasi program, mahasiswa bersama warga berhasil memasang 100 unit sistem irigasi tetes selama tiga hari di tiga titik penghijauan, yaitu Taman TOGA RW 05, Balai RW 05, dan halaman rumah salah seorang warga. Sistem tersebut diterapkan pada tanaman cabai, tomat, terong, serta berbagai tanaman obat keluarga (TOGA). Warga juga memperoleh leaflet sebagai panduan pembuatan, penggunaan, dan perawatan sistem sehingga dapat menerapkannya secara mandiri.







