Runtut.com

Irigasi Tetes Hemat Air Perkuat Upaya Warga RW 05 Ngemplak Simongan dalam Mendukung ProKlim dan Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 13

Mahasiswa KKNT-92 Tim II Undip 2026 memperkenalkan irigasi tetes dari botol bekas di Kelurahan Ngemplak Simongan, Semarang, guna menghemat air dan mendukung Pro

2 menit baca
38
Irigasi Tetes Hemat Air Perkuat Upaya Warga RW 05 Ngemplak Simongan dalam Mendukung ProKlim dan Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 13
Penyampaian penerapan i penerapan sistem irigasi tetes — Dok. Tim KKNT-92 Tim II Undip 2026

Semarang – Upaya menghemat penggunaan air melalui penerapan sistem irigasi tetes menjadi inovasi yang diperkenalkan KKNT-92 Tim II Undip 2026 kepada warga RW 05 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Dengan memanfaatkan botol plastik bekas yang dipadukan dengan komponen drip irrigation, warga diajak menerapkan penyiraman tanaman yang lebih efisien sebagai bentuk dukungan terhadap Program Kampung Iklim (ProKlim) sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Penanganan Perubahan Iklim.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (16/7/2026) di Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) RT 03 RW 05 diawali dengan penyuluhan mengenai sistem irigasi tetes, dilanjutkan demonstrasi dan praktik pemasangan alat secara langsung. Sebanyak 10 warga yang berdomisili di sekitar lokasi penanaman dipilih sebagai peserta utama karena selama ini berperan dalam perawatan kawasan penghijauan RW 05. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu melanjutkan pengelolaan dan pemeliharaan sistem irigasi setelah program KKN berakhir.

Program ini dilatarbelakangi oleh penyiraman tanaman yang masih dilakukan secara manual sehingga belum berlangsung secara rutin. Sebagai solusi, mahasiswa memperkenalkan sistem irigasi tetes sederhana menggunakan botol plastik bekas yang dipadukan dengan komponen drip irrigation berbiaya sekitar Rp2.000 per unit. Sistem tersebut mampu mengalirkan air secara perlahan sesuai kebutuhan tanaman sehingga kelembapan tanah tetap terjaga hingga sekitar tiga hari tanpa penyiraman manual setiap hari.

Sebagai bentuk implementasi program, mahasiswa bersama warga berhasil memasang 100 unit sistem irigasi tetes selama tiga hari di tiga titik penghijauan, yaitu Taman TOGA RW 05, Balai RW 05, dan halaman rumah salah seorang warga. Sistem tersebut diterapkan pada tanaman cabai, tomat, terong, serta berbagai tanaman obat keluarga (TOGA). Warga juga memperoleh leaflet sebagai panduan pembuatan, penggunaan, dan perawatan sistem sehingga dapat menerapkannya secara mandiri.

Pak Eri selaku Ketua RW 05 mengapresiasi inovasi tersebut karena dinilai sederhana, mudah diterapkan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, sistem irigasi tetes tidak hanya membantu menjaga tanaman tetap terawat, tetapi juga mendorong pemanfaatan kembali botol plastik bekas yang tersedia di lingkungan. Ia berharap inovasi tersebut dapat diterapkan lebih luas, termasuk di pekarangan rumah warga..

Sebagai bentuk keberlanjutan program, seluruh sistem irigasi tetes yang telah dipasang diserahkan kepada pengurus RW 05 untuk dikelola bersama warga yang tinggal di sekitar lokasi penanaman. Melalui kegiatan ini, diharapkan inovasi irigasi tetes dapat menjadi solusi sederhana dalam mendukung penghijauan lingkungan, memperkuat pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim), serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui konservasi sumber daya air dan penguatan ketahanan lingkungan.

Penulis 
Galuh Tantri Kusumawardani
KKNT-92 Tim II Undip 2026
Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan
Dr. Khairul Anam, S.Si., M.Si.



Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 1 hari lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 3 hari lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 1 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 1 minggu lalu
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 
Ruang Kampus

Kembangkan Aplikasi BMI Berbasis IoT, Mahasiswa KKN UNY Dukung SDG 3 di Posyandu Dusun Terwilen 

Mahasiswa KKN UNY kembangkan aplikasi BMI berbasis IoT untuk Posyandu Dusun Terwilen, Sleman guna permudah kader catat hasil ukur kesehatan lansia.

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu