LAMONGAN, 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darul 'Ulum (Unisda) Lamongan sukses menggelar pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan pupuk padat Bokashi di Desa Garung, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini dirancang sebagai program unggulan untuk membantu petani setempat mengatasi lonjakan harga pupuk kimia serta memperbaiki kualitas kesuburan tanah yang kian menurun akibat penggunaan bahan sintetis jangka panjang.
Pelatihan yang dilaksanakan langsung di lapangan ini berjalan dengan sangat tertib di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Sutri Handayani, S.E., M.Ak. Guna memastikan materi yang disampaikan berbobot dan aplikatif bagi warga, mahasiswa KKN Unisda menghadirkan Kaprodi agroteknologi Fakultas Pertanian Unisda Lamongan, Mariyatul Qibtiyah, S.P., M.P. selaku pemateri utama yang memandu jalannya praktik pembuatan pupuk secara langsung.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Unisda Desa Garung menjelaskan bahwa program ini bertujuan nyata untuk membangun kemandirian ekonomi petani lokal melalui pemanfaatan limbah di sekitar mereka. "Kami ingin mengubah pola pikir ketergantungan pada pupuk anorganik berbahaya. Dengan memanfaatkan sisa sayuran, air cucian beras, dan kotoran ternak yang melimpah di desa, para petani kini bisa memproduksi pupuk sendiri yang ekonomis namun sangat kaya nutrisi bagi tanah," ujar Kordes di sela-sela pelatihan.

Dalam sesi praktik interaktif tersebut, para petani dan warga Desa Garung diajarkan langkah demi langkah dalam meracik dua jenis inovasi pupuk organik unggulan, antara lain:
Pupuk Bokashi: Merupakan pupuk organik padat yang dibuat melalui proses fermentasi bahan organik, seperti kotoran ternak, jerami, dedaunan, dan sekam dengan bantuan mikroorganisme efektif (misalnya EM4). Bokashi digunakan sebagai pembenah tanah sekaligus sumber unsur hara bagi tanaman.
Pupuk Organik Cair (POC): Pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik, seperti kotoran ternak, sisa tanaman, atau limbah organik lainnya yang difermentasi menggunakan sistem aerob hingga menghasilkan pupuk berbentuk cair. POC mengandung unsur hara makro dan mikro yang mudah diserap tanaman sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan meningkatkan kesuburan tanah.
Pemerintah desa dan masyarakat Desa Garung menyambut sangat antusias inovasi ini karena dinilai ampuh memangkas biaya modal operasional bertani secara signifikan. Melalui sentuhan inovasi POC dan Bokashi ini, KKN Unisda Lamongan berharap dapat meletakkan batu pertama bagi terwujudnya pertanian berkelanjutan demi tanah yang subur dan tanaman yang makmur di Desa Garung.









