Peran Aktif Perempuan di Desa Pondokjoyo menjadi Ruang Belajar Bagi Mahasiswa KKN Kolaboratif
Mahasiswa KKN Kolaboratif dari UNEJ, UIN KHAS, dan STIKES Bhakti Al-Qodiri belajar pemberdayaan perempuan melalui kegiatan PKK, Posyandu, dan PKH di Desa Pondok
Program Kerja VIOLA oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Pondokjoyo (Sumber: KKN-K Desa Pondokjoyo) — Dok. Pribadi
Jember, Jawa Timur — Perempuan Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, menunjukkan peran penting dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti PKK, Posyandu, dan Program Keluarga Harapan (PKH). Keaktifan dan kekompakan tersebut menjadi pengalaman belajar berharga bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang melaksanakan pengabdian di desa tersebut.
Sebanyak 12 mahasiswa dari tiga perguruan tinggi, yakni Universitas Jember (UNEJ), UIN KHAS Jember, dan STIKES Bhakti Al-Qodiri Jember, melaksanakan KKN di Desa Pondokjoyo dari 19 Juli hingga 27 Agustus 2026. Selama seminggu pertama, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mengikuti berbagai kegiatan masyarakat untuk memahami dinamika sosial yang berkembang di desa.
Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa menyaksikan secara langsung bagaimana perempuan desa berperan sebagai penggerak kegiatan sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka dalam berbagai forum memperlihatkan semangat gotong royong serta kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
Kelompok PKK Menjadi Ruang Musyawarah dan Penyelesaian Masalah
Pertemuan Rutin Tim Penggerak PKK Desa (Sumber: KKN-K Desa Pondokjoyo) — Dok. Pribadi
Salah satu kegiatan yang diikuti mahasiswa adalah pertemuan PKK Desa Pondokjoyo yang berlangsung di Balai Desa. Kelompok ini juga rutin mengadakan Muslimatan dan senam pagi per minggunya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh anggota PKK, kader Posyandu, istri perangkat desa, serta warga yang aktif menjadi relawan dalam berbagai kegiatan sosial. Pertemuan diawali dengan pembacaan tahlil bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian data warga, pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, serta diskusi untuk mencari solusi secara bersama-sama. Suasana diskusi berlangsung aktif. Para peserta saling menyampaikan pendapat dan berbagi informasi mengenai kondisi masyarakat sehingga berbagai persoalan dapat dibahas melalui musyawarah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator. Mahasiswa mengikuti jalannya diskusi sekaligus memberikan beberapa gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi peserta. Keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar mengenai proses pengambilan keputusan di tingkat masyarakat yang mengedepankan musyawarah dan kebersamaan.
Kader Posyandu Perkuat Edukasi Kesehatan Masyarakat Mahasiswa juga mengikuti kegiatan bersama kader Posyandu Desa Pondokjoyo yang membahas upaya pencegahan perkembangbiakan nyamuk di lingkungan desa. Diskusi berlangsung interaktif dengan pemaparan materi dari salah satu kelompok Posyandu yang kemudian mendapat tanggapan dari bidan desa. Para kader terlihat aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan lingkungan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kader Posyandu tidak hanya berperan dalam pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga menjadi ujung tombak edukasi kesehatan bagi masyarakat. Semangat para kader dalam memberikan pelayanan secara sukarela menjadi pembelajaran tersendiri mengenai pentingnya kepedulian terhadap kesehatan bersama.
PKH Dorong Semangat Kemandirian Ekonomi
Pertemuan Rutin Kelompok PKH di RW 15 Desa Pondokjoyo (Sumber: KKN-K Desa Pondokjoyo) — Dok. Pribadi
Selain mengikuti kegiatan PKK dan Posyandu, mahasiswa juga berkesempatan mengenal lebih dekat pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pondokjoyo. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai peran pendamping PKH dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat. Ketua PKH Desa Pondokjoyo, Pak Rahmat, menyampaikan pentingnya membangun semangat kemandirian ekonomi keluarga agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan secara bertahap. Bagi mahasiswa KKN, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bahwa pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh program-program formal, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat yang tumbuh dari semangat gotong royong dan kepedulian bersama.
Muslimatan Rutin di RW 04 Desa Pondokjoyo (Sumber: KKN-K Desa Pondokjoyo) — Dok. Pribadi
Pelaksanaan KKN Kolaboratif di Desa Pondokjoyo menjadi ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman nyata di tengah masyarakat. Kolaborasi mahasiswa dari UNEJ, UIN KHAS Jember, dan STIKES Bhakti Al-Qodiri tidak hanya bertujuan menjalankan program kerja, tetapi juga memahami praktik-praktik pemberdayaan yang telah tumbuh di masyarakat. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa hadir sebagai pendamping dan fasilitator dalam berbagai kegiatan masyarakat. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa masyarakat memiliki pengetahuan, semangat, dan kemampuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.
Keaktifan perempuan Desa Pondokjoyo menjadi salah satu contoh nyata bahwa pembangunan desa lahir dari kolaborasi, kepedulian, dan partisipasi masyarakat. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang makna pengabdian yang sesungguhnya, yaitu belajar bersama masyarakat sekaligus mendukung upaya-upaya yang telah mereka bangun.