Runtut.com

Menembus 200 Km hingga ke Lumajang: Kolaborasi FACT dan Dokter Spesialis Anak RS UNAIR Luruskan Mitos Imunisasi dan ASI Eksklusif

Mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga menggelar Program FACT di Lumajang untuk melawan hoaks imunisasi dan meningkatkan pemahaman tentang ASI eksklusif.

3 menit baca
27
Menembus 200 Km hingga ke Lumajang: Kolaborasi FACT dan Dokter Spesialis Anak RS UNAIR Luruskan Mitos Imunisasi dan ASI Eksklusif
Foto bersama pelaksanaan kegiatan — Dok. Pribadi

Bayangkan seorang ibu balita yang menunda imunisasi anaknya bukan karena tidak peduli, tapi karena takut pada bisikan tetangga soal "Efek samping mengerikan" yang sebenarnya tak pernah terbukti. Cerita semacam ini bukan fiksi melainkan realita yang ditemukan mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Dari keresahan itu, lahirlah program FACT (Fight Against Taboos on Immunization and Exclusive Breastfeeding). 

Urgensi program ini didukung data Profil Kesehatan Kabupaten Lumajang yaitu cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 79,4%, jauh dibawah target 95% untuk membentuk herd immunity (kekebalan kelompok). Puskesmas Kecamatan Pronojiwo juga mencatat bahwasanya sekitar 90% penolakan akan imunisasi dipicu oleh kekhawatiran orang tua terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan hoaks yang beredar di masyarakat. Kondisi serupa juga terjadi pada pemberian ASI eksklusif, yang pemahamannya masih belum merata di kalangan ibu menyusui. Dari sinilah BBK 8 Oro Oro Ombo 1 tergerak untuk terjun langsung meluruskan mitos dengan edukasi berbasis bukti ilmiah.

Tidak hanya edukasi biasa, acara ini berkolaborasi dengan dr.Rahma Ira Mustikasari, M.Ked.Klin., Sp.A., dokter spesialis anak dengan keahlian khusus di bidang infeksi dan penyakit tropis Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS Universitas Airlangga. Demi hadir di Lumajang, beliau rela menempuh perjalanan 200 km dari Surabaya. Kehadirannya menjadi kunci agar pesan yang disampaikan tidak sekedar informatif, tetapi juga kredibel dan mudah dipercaya masyarakat. 

Rangkaian kegiatannya pertama yaitu pre-event (23-25 Juli 2026) berupa kampanye daring di media sosial, mengajak seluruh masyarakat untuk menyuarakan pentingnya imunisasi dan ASI eksklusif melalui unggahan challenge. Antusiasme cukup tinggi, yaitu terdapat 35 peserta yang turut aktif berpartisipasi dalam kampanye ini.

Puncaknya adalah main-event (26 Juli 2026), dihadiri oleh 25 peserta dari ibu balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Materi pertama membahas peran imunisasi sebagai benteng utama melawan ISPA, sedangkan materi kedua membahas seluk-beluk ASI eksklusif untuk optimalisasi tumbuh kembang anak. Tidak hanya penjelasan materi saja, peserta juga mendapat pengalaman untuk melihat demonstrasi posisi dan pelekatan menyusui yang baik dan benar menggunakan manekin. Dilanjutkan sesi tanya jawab interaktif, dimana peserta dapat bertanya sepuasnya terkait kekhawatiran mereka akan imunisasi dan ASI eksklusif. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang menggembirakan. Skor imunisasi naik 19,6% dari rata-rata 75,60 naik menjadi 95,60, sedangkan skor ASI eksklusif naik 20,8%, rata-rata 63,60 menjadi 87,20. Uji beda berpasangan menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 pada seluruh aspek yang diukur, jauh di bawah ambang batas 0,05 yang lazim dipakai dalam penelitian kesehatan. Artinya, peningkatan pengetahuan ini bukan kebetulan statistik, melainkan efek nyata dari intervensi edukasi yang diberikan.

Pemaparan materi
Pemaparan materi — Dok. Pribadi

Program ditutup dengan post-event (27-28 Juli 2026) sebagai upaya menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu balita yang belum berkesempatan hadir di main-event. Pada hari pertama, kunjungan rumah (door to door) dilakukan bersama kader posyandu Harapan Jaya. Hasilnya, sebanyak 10 ibu hamil dan ibu balita teredukasi, 10 balita diukur tumbuh kembangnnya, sekaligus cek kesehatan gratis bagi para ibu. Tidak hanya berhenti disitu, jangkauan edukasi diperluas dengan menyasar 35 ibu balita di PAUD Sinar Harapan menggunakan poster imunisasi dan ASI eksklusif.

Melalui kolaborasi dan kombinasi dari seluruh rangkaian kegiatan mulai dari kampanye digital, edukasi tatap muka interaktif, serta kunjungan rumah, FACT berhasil menjangkau lebih dari 100 peserta dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. Angka-angka tersebut bukan hanya sekadar statistik belaka, ada kepercayaan keliru yang mengakar di masyarakat yang berhasil diluruskan diganti dengan informasi baru yang kredibel disampaikan secara dekat, personal, dan berbasis data. Program kerja ini menjadi bukti bahwa langkah kecil mampu membuka jalan bagi generasi Oro Oro Ombo yang lebih sehat sejak dalam kandungan.


Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara
Ruang Kampus

Pembuatan Kurikulum dan Maintenance Ruang Belajar Oleh Kelompok 4 KKN STIT Hidayatunnajah Bekasi di TPQ Insan Mutiara

Mahasiswa KKN 4 STIT Hidayatunnajah Bekasi gelar pengabdian masyarakat di TPQ Insan Mutiara lewat penyusunan kurikulum dan perbaikan fasilitas belajar.

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus
Ruang Kampus

KBGO Makin Marak Terjadi di Perguruan Tinggi, Pentingnya Pemahaman Gender di Kampus

Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) mulai mencuat di beberapa Perguruan Tinggi. Hal ini menunjukkan urgensi pendidikan gender di lingkungan kampus.

Khalda Syifa Ramadhani· 2 minggu lalu
Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?
Ruang Kampus

Parkir Kampus Semrawut: Salah Mahasiswa atau Manajemen?

Puluhan sepeda motor memenuhi area parkir kampus Universitas Pamulang. Keterbatasan lahan membuat sebagian mahasiswa memarkir kendaraan di trotoar dan

Wardah Hafizhah· 2 minggu lalu
HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru
Ruang Kampus

HIMA PBIN Universitas Cipasung Resmi Dikukuhkan Warek III di Tengah Semangat Mahasiswa Baru

HIMA Pendidikan Bahasa Indonesia (PBIN) Universitas Cipasung resmi dikukuhkan oleh Warek III pada orientasi mahasiswa baru (Momaru), Rabu (23/9/2026).

Maya Sintasari· 3 minggu lalu
KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis
Ruang Kampus

KKN-T Unesa Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Desa Patokpicis

Program pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan keterampilan mengolah limbah menjadi produk bernilai jual

Naura Nancy Adellia · 21 September 2026
Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2
Ruang Kampus

Langkah Mantap Menuju PIMNAS: Tim PKM-PM SERASI Paparkan Hasil Intervensi di PKP2

Mahasiswa PKM STIKes Widya Dharma Husada terapkan terapi Tree of Life bagi WBS PSBL Harapan Sentosa 2 guna pulihkan konsep diri dan interaksi sosial.

Ferdian Trikusuma· 21 September 2026