Runtut.com

Jendela dari Kayu, Riset UGM yang Bisa Mendinginkan Ruangan

Dosen dan mahasiswa UGM mengembangkan kayu transparan sebagai pengganti kaca jendela. Tim mencatat pendinginan hingga 10,5°C dibanding kaca. Masih di lab.

2 menit baca
13
Jendela dari Kayu, Riset UGM yang Bisa Mendinginkan Ruangan
Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM). — Dok. ugm.ac.id

Dalam ilmu bangunan, jendela sering dianggap titik terlemah. Kaca membiarkan panas matahari masuk, lalu pendingin ruangan bekerja keras untuk membuangnya kembali. Di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), sebuah tim mencoba jalan lain, yaitu membuat jendela dari kayu.

Masalah yang dijawab

Menurut penjelasan Dr. Ir. Nur Abdillah Siddiq dari Departemen Teknik Nuklir dan Fisika, sebagaimana dimuat laman FT UGM, jendela merupakan komponen bangunan yang paling tidak efisien sekaligus jalur utama perpindahan panas. Dari situ ia bersama timnya meneliti kayu transparan sebagai material pendingin pasif untuk bangunan hijau, yaitu bangunan yang menekan kebutuhan pendingin ruangan lewat bahan, bukan lewat mesin.

Bagaimana kayu menjadi tembus pandang

Prosesnya tiga tahap. Pertama, delignifikasi, yaitu menghilangkan lignin yang memberi warna alami pada kayu sehingga kayu memutih. Kedua, impregnasi polimer. Ketiga, pemolesan (polishing). Metode umum ini juga dibahas dalam tinjauan di jurnal Molecules (2025), yang menyebut polimer pengisi dipilih dengan indeks bias yang mendekati matriks kayu agar hasilnya bening.

Tim UGM telah menguji beberapa jenis kayu, yaitu mahoni, maple, jati, mindi, dan balsa, dan kini meneliti kayu endemik Kalimantan. Menurut Nur Abdillah, material ini diuji dari sisi mekanik, akustik, optik, dan termal. Kuat tariknya mencapai 80 MPa, dan keunggulan utamanya ada pada kinerja termal dengan perbedaan pendinginan hingga 10,5°C dibanding kaca konvensional.

Peran mahasiswa di baliknya

Riset ini juga tumbuh lewat skripsi. Di repositori UGM, skripsi Laurentius Kevin Hendinata yang dibimbing Nur Abdillah Siddiq menguji transparansi beberapa jenis kayu. Hasilnya, kayu mahoni mencapai transmitansi 86,03 persen dan maple 81,43 persen, sedangkan kayu sungkai dan mindi dengan metode yang dipakai memberi hasil kurang memuaskan. Skripsi lain, karya Geraldy Eka Putra Hardiwiyanto, mengembangkan kayu transparan termokromik, yaitu kayu yang ditambah pigmen sehingga warnanya berubah mengikuti suhu, sebagai pengganti kaca.

Yang sudah, dan yang belum

Kayu transparan tidak sebening kaca. Skripsi Kevin mencatat bahwa material ini bersifat berkabut (haze) akibat hamburan optik, sehingga cocok untuk cahaya yang lembut, tetapi belum untuk pandangan setajam kaca. Perbandingan 10,5°C dan kuat tarik 80 MPa juga berasal dari pengujian tim sendiri, belum dari uji lapangan pada bangunan nyata.

Perjalanan berikutnya adalah keluar dari laboratorium. Pada Senin (28/9/2026), FT UGM menggelar seminar berjudul "Kayu Transparan untuk Bangunan Berkelanjutan: Dari Inovasi Laboratorium Menuju Implementasi Industri", menurut laman FT UGM.

Mengapa layak diikuti

Banyak inovasi material berhenti di jurnal. Yang menarik dari riset ini adalah ia bergerak di dua jalur sekaligus. Dosen mengerjakan pengujian lanjutan, sementara mahasiswa menggarap variasinya lewat skripsi. Jika berhasil melewati tahap industri, jendela dari kayu bisa menjadi cara lain mendinginkan bangunan di negeri yang tak pernah kekurangan panas.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
Borong Prestasi Nasional, FKM Unhas Raih Juara Umum 5th IPHO di Universitas Indonesia
Riset dan Inovasi

Borong Prestasi Nasional, FKM Unhas Raih Juara Umum 5th IPHO di Universitas Indonesia

FKM Unhas meraih Juara Umum 5th IPHO di Universitas Indonesia pada 28–30 Oktober 2026, disertai sejumlah penghargaan di berbagai kategori.

Ferdian Trikusuma· 12 jam lalu
Tim Mahasiswa Unesa Kampanyekan Jaga Integritas Akademik lewat Gerakan Antijoki
Riset dan Inovasi

Tim Mahasiswa Unesa Kampanyekan Jaga Integritas Akademik lewat Gerakan Antijoki

Tim Manjur Unesa menjadi finalis LIDM 2026 melalui inovasi Poster Digital Pendidikan bertajuk “Cuan Dikorbankan, Integritas Dihancurkan”.

Viana Putri Aisyah· 1 hari lalu
Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana
Riset dan Inovasi

Kolaborasi Dosen Hukum Unesa dan Komnas Perempuan Launching Buku tentang Peran Perempuan dalam Mitigasi Bencana

Dosen Hukum Unesa bersama Kemenko PMK dan Komnas Perempuan meluncurkan buku dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat peran perempuan dalam mitigasi bencana.

Rachmaddani Rizki Saputra· 4 hari lalu
Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026
Riset dan Inovasi

Dukung Efisiensi UMKM Kuliner, Mahasiswa Vokasi UB Raih Pendanaan Springboard 2026

Membawakan inovasi mesin kuliner, Empat mahasiswa UB lolos pendanaan Springboard Vokasi 2026

Ferdian Trikusuma· 1 minggu lalu
Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung
Riset dan Inovasi

Solusi Limbah Program Makan Bergizi Gratis: BioShredder Karya Mahasiswa Polman Bandung

Delegasi mahasiswa Politeknik Manufaktur Bandung berhasil mendapatkan juara harapan 1 di KMI Expo 2026 lewat inovasi Mesin BioShredder

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu
Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara
Riset dan Inovasi

Dari P2MW ke KMI Expo 2026: PRONUTS UPNVJ Angkat Potensi Pangan Lokal Lewat Donat Kacang Bambara

PRONUTS, "Protein Donat" berbahan dasar tepung kacang bambara karya mahasiswa UPNVJ, hadir menjawab kebutuhan camilan seha lolos KMI Expo 2026

Ferdian Trikusuma· 2 minggu lalu