Peneliti UI dan IPB memotret pulau panas di Jabodetabek. Vegetasi menyusut, suhu permukaan naik, dan koridor hijau sungai jadi peluang mendinginkan kota.
Berdiri di pinggir jalan raya Jakarta pada pukul dua siang, panas terasa datang dari segala arah. Dari aspal, dari dinding gedung, dari atap seng. Padahal di daerah yang lebih hijau di pinggiran, hawanya sering terasa lebih ramah.
Itu bukan sekadar perasaan. Para peneliti punya istilah untuk gejala ini, yaitu pulau panas perkotaan (urban heat island). Dan pertanyaan yang kini mereka ajukan semakin menarik. Kalau pohon bisa meredam panas, apakah yang menentukan hanya jumlahnya, atau juga bagaimana hijau itu tersambung?
Intisari
Tesis di Universitas Indonesia yang membandingkan citra satelit Jabodetabek tahun 1994 dan 2024 menemukan kerapatan vegetasi menurun, sementara fenomena pulau panas meningkat hampir empat kali lipat.
Makin rendah kerapatan vegetasi, makin tinggi suhu permukaan. Hubungan itu signifikan secara statistik.
Sungai Cisadane dan Kali Bekasi disebut menyimpan potensi koridor hijau untuk menurunkan suhu kawasan.
Kota yang menyimpan panas
Pulau panas muncul ketika permukaan alami berganti menjadi beton dan aspal. Sebuah studi tentang ruang terbuka hijau di Kabupaten Lumajang dalam jurnal Unisba menjelaskan bahwa permukaan itu lebih banyak menyerap panas matahari daripada memantulkannya, sehingga suhu permukaan dan suhu lingkungan ikut naik.
Tiga dekade dipotret dari angkasa
Di Universitas Indonesia, tesis Safira Maharani Putri di bawah bimbingan Hendricus Andy Simarmata menganalisis citra satelit Landsat tahun 1994 dan 2024. Mereka menghitung indeks kerapatan vegetasi (NDVI) dan suhu permukaan lahan untuk memetakan sebaran pulau panas di wilayah Jabodetabek.
Menurut abstraknya, kelas kerapatan vegetasi secara umum menurun dalam 30 tahun terakhir. Fenomena pulau panas meningkat hampir empat kali lipat, terutama di wilayah padat seperti Jakarta, Kota Bekasi, dan Kota Tangerang. Peneliti juga menemukan korelasi negatif yang signifikan antara kerapatan vegetasi dan suhu permukaan, artinya wilayah dengan vegetasi rendah lebih rentan terhadap pulau panas.
Kota yang lambat melepas panas
Temuan lain datang dari IPB University. Studi tentang dinamika lanskap dan pulau panas di Jabodetabek untuk periode 2010 sampai 2018 menunjukkan bahwa daerah perkotaan memiliki periode pendinginan yang lebih lambat dibanding pinggiran kota. Penelitian itu juga menemukan bahwa perubahan tutupan lahan berpengaruh signifikan terhadap albedo permukaan, yaitu kemampuan permukaan memantulkan cahaya matahari.
Dengan kata lain, kota tidak hanya lebih cepat panas. Ia juga lebih lama menyimpan panasnya.
Soal susunan hijau yang masih jadi pertanyaan
Di sinilah cerita menjadi menarik. Tesis UI tadi menyebut bahwa sepanjang Sungai Cisadane dan Kali Bekasi terlihat potensi konektivitas hijau yang dapat berkontribusi menurunkan suhu kawasan. Gagasannya, hijau yang tersambung membentuk koridor, bukan petak-petak yang terpisah.
Gambaran serupa pada skala yang lebih kecil muncul di Bandung. Sebuah studi di Jurnal Sumberdaya Hayati (IPB University) meneliti tiga hutan kota, yaitu Ganesha, Maluku, dan Tegalega, untuk melihat perannya meredam pulau panas. Taman Maluku tercatat memiliki kerimbunan kanopi tertinggi di antara ketiganya, yaitu 85,73 persen.
Angka ini perlu dibaca hati-hati
Dua hal penting. Pertama, hubungan antara vegetasi dan suhu adalah korelasi. Ia menunjukkan arah, tetapi tidak membuktikan bahwa vegetasi satu-satunya penyebab. Kedua, konektivitas hijau di sini masih berupa potensi yang diidentifikasi peneliti, bukan bukti bahwa susunan tertentu pasti lebih sejuk.
Lalu, apa artinya bagi kota-kota Indonesia?
Pembahasan ruang terbuka hijau sering berhenti pada persentase luas. Studi-studi di atas mengajak kita melihat lebih jauh, yaitu di mana hijau itu berada, seberapa rimbun, dan apakah tersambung. Pertanyaannya bergeser dari "berapa banyak pohon ditanam" menjadi "bagaimana pohon itu membentuk ruang".
Jadi ketika kita melintasi jalan yang rindang, itu bukan sekadar pemandangan. Ia bagian dari sistem pendingin kota yang masih terus dipelajari.
Pertanyaan singkat
Apa itu pulau panas perkotaan?
Fenomena ketika suhu di kawasan kota lebih tinggi daripada daerah sekitarnya, antara lain karena vegetasi berkurang dan permukaan beton serta aspal menyerap panas.
Apakah menanam pohon pasti menurunkan suhu kota?
Tesis UI menemukan hubungan negatif yang signifikan antara kerapatan vegetasi dan suhu permukaan. Namun itu korelasi, dan efeknya bergantung pada kondisi dan susunan ruang hijaunya.
Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab