Runtut.com

Rumah Belajar Novaloka Cakrawala Asa: Ruang Tumbuh Anak-anak untuk Bermimpi Lebih Besar

Rumah Belajar Novaloka Cakrawala Asa menghadirkan ruang tumbuh bagi anak-anak melalui pendidikan, literasi, dan kegiatan sosial.

2 menit baca
24
Rumah Belajar Novaloka Cakrawala Asa: Ruang Tumbuh Anak-anak untuk Bermimpi Lebih Besar
Rumah Belajar Navaloka Cakrawala Asa — Dok Pribadi

Surabaya – Di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi sebagian anak-anak dari keluarga prasejahtera, hadir sebuah ruang belajar sederhana di Kota Surabaya yang menjadi tempat bertumbuh, belajar, dan membangun harapan bagi anak-anak. Ruang tersebut dikenal dengan nama Rumah Belajar Novaloka Cakrawala Asa.

Rumah belajar ini didirikan oleh Andri Sulistiyono, seorang kurir paket yang memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan dan kondisi sosial di lingkungan sekitarnya. Berangkat dari keresahan melihat masih banyak anak-anak yang belum memiliki akses terhadap ruang belajar yang nyaman, suportif, dan mendorong tumbuh kembang mereka, Andri mulai menginisiasi kegiatan belajar sederhana bersama anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.

Kegiatan yang awalnya dilakukan secara sederhana tersebut perlahan berkembang menjadi sebuah ruang belajar dan gerakan sosial yang kini dikenal sebagai Rumah Belajar Novaloka Cakrawala Asa. Rumah Belajar Novaloka tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak untuk berkembang, membangun kepercayaan diri, dan menemukan harapan baru.

Dalam perjalanannya, Rumah Belajar Novaloka Cakrawala Asa mengembangkan berbagai program yang berfokus pada pendidikan, sosial, dan penguatan karakter, di antaranya:
- Pendampingan belajar bagi anak-anak
- Kegiatan literasi dan edukasi
- Penguatan karakter serta mental anak
- Program sosial masyarakat
- Workshop edukasi bagi orang tua dan anak berkebutuhan khusus
- Program kepedulian untuk lansia dan masyarakat sekitar
Seluruh kegiatan dilaksanakan secara bertahap bersama relawan dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu pendidikan dan sosial.

Bagi Novaloka, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai proses belajar di sekolah, tetapi juga upaya membangun harapan, rasa percaya diri, dan keberanian anak-anak untuk bermimpi.

Melalui aktivitas sederhana seperti belajar bersama, membaca buku, permainan edukatif, hingga diskusi ringan, anak-anak diajak untuk memahami bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Di ruang belajar kecil tersebut, banyak anak yang sebelumnya pemalu dan kurang percaya diri mulai menunjukkan perubahan. Mereka menjadi lebih aktif, berani tampil, serta memiliki semangat baru dalam belajar dan berinteraksi.

Pendiri Rumah Belajar Novaloka, Andri Sulistiyono, menuturkan bahwa kehadiran ruang belajar ini lahir dari keyakinan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil.

“Kami percaya setiap anak memiliki potensi dan mimpi. Tugas kami bukan hanya mendampingi mereka belajar, tetapi juga membantu mereka percaya bahwa mereka layak memiliki masa depan yang baik,” ungkapnya.

Sebagai gerakan pendidikan dan sosial, Rumah Belajar Novaloka juga membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, lembaga pendidikan, instansi, maupun individu yang memiliki visi serupa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas dampak program sekaligus menjangkau lebih banyak anak dan masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Bagi Novaloka, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang untuk menciptakan perubahan yang berdampak. Di ruang belajar sederhana itu, harapan terus tumbuh. Anak-anak belajar bukan hanya untuk memahami pelajaran, tetapi juga belajar bahwa mereka berhak memiliki mimpi dan masa depan yang lebih baik.

Punya keberatan terhadap pemberitaan ini? Ajukan Hak Jawab

Komentar

Email tidak akan dipublikasikan. Komentar dimoderasi sebelum tampil.

Memuat komentar...

Artikel Terkait

Lihat semua
DIPA MediArt Festival 2026 Jadi Pemantik Tumbuhnya Ekosistem Seni di UB
Pendidikan

DIPA MediArt Festival 2026 Jadi Pemantik Tumbuhnya Ekosistem Seni di UB

Festival ini menunjukan bahwa pengembangan seni media tidak harus memisahkan teknologi dan praktik seni konvensional. Keduanya saling melengkapi.

Andini Putri Lestari· 4 hari lalu
Tiga Siswa SMK Sabet Juara III Projection Mapping Contest Lawan Mahasiswa Tingkat Nasional
Pendidikan

Tiga Siswa SMK Sabet Juara III Projection Mapping Contest Lawan Mahasiswa Tingkat Nasional

Ketiganya mengungkapkan perasaan tidak menyangka, apalagi ketika harus melawan mahasiswa tingkat nasional

Andini Putri Lestari· 5 hari lalu
Stella Christie: Tiga Strategi Pendidikan Tinggi Bertahan di Era AI
Pendidikan

Stella Christie: Tiga Strategi Pendidikan Tinggi Bertahan di Era AI

"Di era AI, bagaimana pendidikan tinggi bisa bertahan? Menyeragamkan satu prodi AI-ology atau tidak menggunakan AI sama sekali? Kita harus mencari modus baru."

Andini Putri Lestari· 1 minggu lalu
Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi
Pendidikan

Mendiktisaintek Minta Perguruan Tinggi Gabungkan Prodi Demi Ringankan Administrasi

Mendiktisaintek dorong perguruan tinggi gabungkan prodi demi hemat biaya akreditasi & efisiensi administrasi. Simak arahan resminya di KONASPI XII Bali.

Mila Nabilah· 2 minggu lalu
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini
Pendidikan

Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mencegah Perundungan Sejak Dini

Kebiasaan mengejek dengan nama orang tua di sekolah dasar menyoroti pentingnya kebijakan kepala sekolah, pembinaan karakter, dan pencegahan perundungan.

Erika Dewi Agustin· 3 minggu lalu
Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan
Pendidikan

Sekolah Hancur Akibat Gempa Flores, Anak-Anak Kumpulkan Sisa Buku di Reruntuhan

Bencana gempa bumi di Flores menghancurkan gedung sekolah. Anak-anak terpaksa mengais sisa buku pelajaran di tengah reruntuhan untuk tetap belajar.

Maya Sintasari· 3 minggu lalu